In family

Grandmompetition : A Shocking Rivalry

Ketika bayi lahir, seluruh dunia ikut menyambut. Kebahagiaan bukan hanya milik orangtua - ibu dan ayah - juga menghinggapi seluruh keluarga termasuk nenek-nenek si bayi. Catet ya... "nenek-nenek" berarti neneknya bukan cuma 1 tapi 2.

Ssssstttt tau ngga c, dibalik kebahagiaan mereka sebenarnya ada sedikit rahasia kecil diantara mereka : kompetisi. xixixixi 😜



Saya kategorikan persaingan antar-nenek ini jadi 2 kategori

1. Beda Cucu, Beda Nenek
Persaingan antar dua atau lebih nenek terhadap cucu-cucu mereka sendiri. Bukan cuma ibu-ibunya yang rempong dengan mompetition, nenek-nenek merekapun tak mau ketinggalan. Kadang si Ibu sudah cuek tapi malah neneknya yang rempong. Karena antara ibu dan nenek, lebih sering nenek-nenek yang ngumpul di waktu pagi dan sore hari saat nyuapin makan cucu mereka. wkwkwkwk siapa ini yang anaknya lebih sering disuapin neneknya 😝

Persaingan dimulai dengan hal sepele seperti "Nih cucuku udah mau habis maemnya." sementara nenek yang lain cuma meringis sambil memandang mangkok cucunya yang isinya belum ada separo masuk ke perut sang cucu.

Lalu berlanjut dengan berbagai ketrampilan yang sudah dimiliki sang cucu. "Cucuku sudah bisa begini, sudah bisa begitu". Lalu ditimpali "Cucuku juga sudah bisa, malah sudah bisa begono."

Bla bla bla

Ketika pulang lalu laporan ke si Ibu bayi "Itu cucunya mbah Dasiyem sudah dibeliin mobil porsche, mbok ya si Thole dibeliin lamborghini."

Berat... berat...

Bagaimana mengatasi hal tersebut? Mompetition maupun grandmompetition tidak akan bisa dihilangkan sama sekali. Walopun secara lahiriah karena menyadari bahwa tiap bayi punya perkembangannya sendiri-sendiri, tapi di dalam hati mereka pasti tetap terbersit rasa cemburu terhadap kemampuan bayi lainnya.

Untuk meminimalisir perasaan tersebut, selalu dan terus ingatkan diri sendiri dan orangtua bahwa setiap bayi unik dengan milestone mereka sendiri. Kemudian juga sadarilah kemampuan secara finansial. Kalo bayi lain bisa dibelikan berlian, tidak perlu memaksa membelikan hal serupa kalo memang tidak mampu.

2. Sama Cucu, Beda Nenek
Persaingan antar-nenek terhadap satu cucu yang sama. Persaingan dimulai begitu bayi lahir. Mereka ingin menjadi yang pertama menggendong di banding nenek lainnya. Berlanjut dengan segala cara pengasuhan si bayi. Nenek 1 maunya pola pengasuhan mengikuti tradisi keluarga yang sudah turun temurun. Nenek 2 pun begitu dan menganggap tradisinya lebih baik dari Nenek 1. Seperti urusan nyimpen plasenta, pakein bedong, popok, aneka rempah yang harus selalu available dan banyak lainnya.

Lalu si Ibu cuman bengong bingung mau ngikut yang mana 😮😮😮😤

Persaingan terus berlanjut seiring pertumbuhan bayi. Ketika si bayi mulai latihan berjalan, Nenek 1 membelikan baby walker. Lalu Nenek 2 tidak mau kalah saing dan belilah tricycle. Belum lagi mainan segala bentuk dengan harga bervariasi.

Kalo sudah begini siapa yang diuntungkan? Tentu saja si anak yang jadi dapet dobel-dobel hadiah dan sang ortu yang jadinya ngirit tidak perlu keluar uang. wkwkwkwk

Walaupun demi kesenangan sang cucu, persaingan seperti ini tetaplah tidak baik. Seolah-olah sang nenek sedang berebut hati dan perhatian si cucu. Padahal sudah jelas kedua neneknya pasti sama-sama sayang.

Bagaimana kita mensikapinya?
Yang pertama, jelaskan ke para nenek bagaimana pola asuh yang akan diterapkan. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ke anak kita. Ketika membicarakan hal ini, akan lebih baik jika melibatkan suami sehingga jika ada yang komplain dan tidak setuju, paling tidak ada suami yang ikut membantu menjelaskan.

Kedua, sebisa mungkin beli sendiri peralatan yang dibutuhkan oleh anak kita tanpa harus menunggu apalagi meminta ke para nenek, atau kakek. Ingat, mereka anak kita, maka kitalah yang bertanggung jawab. Tapi kalo para nenek, dan kakek tetap berkeras memberikan, tidak perlu ditolak karena itu salah satu bentuk wujud kasih sayang mereka. Bisa jadi dulu ketika kita kecil, mereka belum semampu sekarang jadi mereka "menebusnya" kepada sang cucu.

So, mommies dan grannies, be wise ya. Semua anak punya milestone mereka sendiri. Tidak perlu dibandingkan satu sama lain apalagi sampai menciptakan persaingan yang ujung-ujungnya malah bikin sakit ati sendiri. wkwkwkwk


Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.