In k-drama review

[K-DRAMA] MR. SUNSHINE : Cinta Antara Bangsawan, Budak dan Jagal


Dari sekian banyak genre K-Drama, favorit saya adalah Sageuk yaitu drama yang berkisah dan berlatar seputar masa kerajaan goryeo/ joseon di korea. Salah satunya drama sageuk terbaru berjudul Mr. Sunshine.

Di awal pemberitaan, ngga begitu tertarik. Walopun penyuka sageuk tapi
setting drama ini sudah bukan murni masa kerajaan lagi, tapi masa peralihan dari dinasti joseon ke era modern. Kemudian membaca beberapa situs infotainment dan komentar beberapa K-Drama lovers yang sampe mengatakan "drama rasa movie" makin penasaran lah. Begitu lihat trailernya "wah wajib nonton nih" dan jadilah Mr. Sunshine drama yang paling kutunggu di 2018 ini. Tapi kemudian terlupakan karena ndilalah pas banget kerjaan kantor lg numpuk πŸ˜…πŸ˜…

Ketika ingat ternyata sudah di episode 4.

Nonton episode pertama, jujur, bingung krn alurnya maju mundur cantik dan ini lagi ceritain masa lalu tokoh yg mana juga belum ngeh πŸ™ˆ

Dua episode awal sudah daebak! Setting tempatnya, kostumnya, adegan perangnya beneran deh drama rasa movie. Suka banget sama dialog-dialognya yang dramatis. Backsound'nya juga membangun suasana banget.

So, kenapa aku bilang mr. Sunshine adalah drama ter-daebak tahun ini?

1.  Latar dan Alur Cerita yang Twist

Setting Mr.Sunshine adalah pada era Joseon akhir di masa kemimpinan Raja Gojong (sekitar tahun 1870-an), ketika Amerika datang ke Joseon (dikenal dengan Ekspedisi Amerika/ Shingmiyangyo). 

Alur cerita di drama ini sejak awal dibuat rumit dan saya akui sulit untuk dimengerti. Namun hal itu jadi daya tarik dan bikin penasaran. Setiap scene'nya menarik, ngga bosenin dan tentunya gak terduga. 

Drama ini menceritakan tentang seorang anak budak  berusia 9 tahun yang meninggalkan Joseon dan mengikuti seorang misionaris ke Amerika. Ketika dewasa dia bergabung dengan Korps Marinir Amerika dan mengganti namanya dari Choi Yu-Jin menjadi Eugene Choi (pelafalannya sama ya, hihihi)

Suatu hari dia ditugaskan ke Joseon dalam rangka ekspedisi Amerika. Masa lalunya yang penuh luka muncul kembali dan dia bertekad membalas dendam. Kemudian takdir mempertemukannya dengan seorang gadis bangsawan yang cantik dan jago menembak bernama Go Ae-Sin.

Tapi ternyata yang memendam perasaan ke Ae-Sin bukan hanya Eugene. Ada seorang jagal yang tumbuh besar di Jepang dan menjadi ahli pedang bernama Gu Dong Mae yang pernah ditolong Ae-Sin waktu kecil. Ada juga anak orang kaya kedua di Joseon bernama Kim Hee Sung yang tak lain adalah tunangan Ae Sin. 

Ketebak ya, dari segi love story bakalan muter muter diantara 4 orang itu. Tapi sampe mendekati episode akhir, ga ngebosenin koq. Karena masing-masing punya kharisma dan karakter unik. Pun bukan kisah cinta yang saling berebutan. Tapi saling menghargai perasaan satu sama lain meskipun mereka sadar mereka saingan. Jadi siapa yang akhirnya bakalan dapetin Ae-Sin dan siapa yang paling terluka? Hiks, bener-bener terhura sama kelapangan hati mereka 😭

But, Mr. Sunshine nggak melulu soal cinta-cintaan. Ada cerita tentang pembalasan dendam Eugene kepada keluarga bangsawan yang dulu membunuh orang tuanya, cerita tentang Gu Dong Mae yang ngga jelas, dia bela Jepang apa Joseon (gregetan), cerita tentang bagaimana perjuangan Ae-Sin dan kelompok Pasukan Kebenaran untuk kemerdekaan Joseon. 

Kisahnya seputar orang-orang itu saja? Oohh tentu tidak. Kisah epik tentang perjuangan dan pengkhianatan juga mewarnai drama ini. Mendekati episode 20an, digambarkan bagaimana perlakuan tentara Jepang kepada rakyat Joseon. Scene ini bikin hati teriris, seperti itu juga kah dulu rakyat Indonesia di masa penjajahan? 😭😭😭

2.  Penulis Naskah Drama Fenomenal

Kamu pecinta drama "Goblin" dan "Descendant of the Sun"? Naskah Mr. Sunshine ditulis oleh ibu Kim Eun Sook yang juga menulis dua drama fenomenal itu. Di drama Goblin dan DoTS ibu Kim berkolaborasi sama sutradara Lee Eung Bok, dan kerjasama berlanjut di Mr. Sunshine. Huhuuu dijamin seruuu dah.

Btw, aku suka Goblin yang bergenre fantasi dengan Gong Yoo ahjussi sebagai goblin ganteng dan Lee Dong Wook sebagai malaikat maut yang cute. DoTS juga suka karena yang main si cantik Song Hye Kyo istrinya Lee Yeong-Jae (loe kira ini drama Full House) #plak

Ssstttt Sersan Seo dan Letnan Yoon ternyata adalah orangtua Go Ae-Sin 😁😁

3.  Dibintangi oleh Artis Ternama

Karakter utama, Eugene Choi diperankan oleh Lee Byung Hun ahjussi. Seorang aktor senior yang sudah membintangi film hollywood seperti G.I.Joe: Retaliation, Terminator, The Magnificent Seven, dan banyak lainnya, belum lagi film dan drama korea. 

Sementara Go Ae-Sin diperankan oleh Kim Tae Ri. Setelah coba cari profilnya, belum banyak main di drama atau film. Tapi cewe berusia 28 tahun ini pernah meraih penghargaan Best New Actress di Blue Dragon Film Award 2016 dan Busan Film Critics Awards 2016, serta Best Newcomer di Asian Film Award 2017 berkat perannya di film The Handmaide.

Meski terpaut 20 tahun😱 Tae Ri tetap bisa mengimbangi akting Byung Hun. Jadi apakah ini cukup menjelaskan kenapa sampe episode 22 ga ada adegan kisseu ? πŸ˜…Tapi tanpa adegan itu pun setiap scene Eugene dan Ae-Sin berasa romantis banget 😍😍 Tatapan mata mereka udah aahh bikin jantung berdebar dan meleleh 🀣🀣 (drama lain tanpa kisseu dari awal sampe akhir yang pernah saya tonton adalah Goddes of Fire)

Karakter Go Dong Mae diperankan oleh Yoo Yeon Seok. Kalo dilihat dari profil filmografinya, saya belum pernah liat dramanya oppa Yeon Seok ini πŸ˜‹ Tapi di Mr. Sunshine saya suka sama karakter dia yang misterius2 ngga jelas gitu deh. Hairstyle'nya juga cool. Kalo di drama sageuk, saya suka bgt sama karakter dengan hairstyle yang berantakan gitu (apa sih namanya) seperti Prince Wang So di Scarlet Heart Ryeo dan Kim Byung-Yeon  di Love in the Moonlight.

Tunangan Ae-Sin, Kim Hee Sung diperankan oleh Byun Yoo Han. Sempet nonton dramanya Yoo Han yang berjudul Six Flying Dragon tapi ngga selesai πŸ˜… abis mr. Sunshine the end kayanya bakalan nonton lagi. 

Meskipun bersaing dan saling menyatakan ingin membunuh, tapi bromance antara Eugene, Dong Mae dan Hee Sung selalu dinantikan. Awalnya mereka musuhan tapi pada akhirnya saling menyelamatkan satu sama lain. What's a great friendship !

Satu lagi karakter yang ngga kalah penting yaitu Hina Kudo yang diperankan oleh Kim Min Jung. Kudo adalah pemilik Hotel Glory, warisan mendiang suaminya yang berkewarganegaraan Jepang. Dia sepertinya suka sama Eugene, tapi juga mesra sama Dong Mae dan terakhir dia dijodohkan sama Hee Sung πŸ˜‚πŸ˜‚  Di balik penampilannya yang feminim, ternyata dia jago anggar.

Dalam drama ini kamu bakalan melihat orang2 dengan bahasa dan pakaian dari 3 negara berbeda yaitu Korea, Jepang dan barat (amerika, rusia, prancis). Sehingga dialog pun dalam 3 bahasa tersebut. Jadi selain kemampuan akting, para pemeran juga dituntut berdialog dengan tiga bahasa yaitu bahasa Korea, Jepang dan Inggris. Sudah pasti aktor keren semua mereka itu.

4.  Sinematografi yang Menakjubkan

Saking kerennya, melihat drama ini kamu akan mengiranya sebuah film jika dilihat  dari sinematografi yang ditampilkan. Setting Amerika Serikat, Jepang dan masa Joseon  di awal tahun 1900an ditampilkan begitu sempurna dengan efek CGI canggih layaknya movie hollywood. Ngga heran juga c lha wong budget'nya aja hampir empat ratus milyar, 400 M gaess 😱


Before-after efek CGI (Pic source)

5.  Soundtrack yang Menyentuh Hati

Salah satu hal yang membuat saya menyukai drama sageuk adalah soundtrack'nya yang selalu menyentuh hati dan bikin terhanyut. Pun begitu dengan ost di mr. Sunshine ini. Meski tidak semua ost saya tau karena sekarang nontonnya curi curi kesempatan di kantor dan di rumah yang ngga mungkin lg setel volume keras2, kaya jaman sebelum punya bayi πŸ˜…πŸ˜… tapi saya menikmati setiap musik yang mengalun πŸ˜‹

Misalnya saja lagu "Sad March" yang dilantunkan Elaine. Musik retro dengan piano dan biola yang mendominasi membuat suasana tempo dulunya sangat terasa.

Minggu ini Mr. Sunshine memasuki episode 23-24, apakah akan menjadi akhir cerita Eugene Choi? Setengah berharap jangan tamat dulu, masih belum rela kalo tamat. Tapi kalo dipanjangkan lagi takutnya malah ceritanya jadi wagu. So, let it be aja lah. Semoga happy ending buat Eugene dan Ae-Sin.

Buat kamu pecinta drakor, drama ini recomended banget, ga bakal nyesel nontonnya. Atau at least, liat trailernya dulu deh buat mutusin mau nonton atau ngga 😁

Dua kata buat drama ini, SUPER DAEBAK !!


Saranghaeyo,


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In grafis teknologi workingmom

Cara Mudah Membuat Flyer Menggunakan Canva


Bagi seorang yang menggeluti desain grafis, tidaklah susah membuat gambar yang menarik dengan berbagai software grafis seperti Photoshop, Coreldraw, dan lain-lain. Akan tetapi untuk bisa menguasai software tersebut sampai expert dan bisa menghasilkan karya yang menakjubkan tentu dibutuhkan waktu untuk mempelajarinya.

Namun bagi teman-teman yang ingin menguasai pembuatan gambar atau mengedit foto dengan hasil layaknya desainer profesional, tidak perlu bingung lagi. Karena sekarang sudah banyak website yang menyediakan software desain grafis yang mudah digunakan dan free alias gratis 😁

Sebut saja venngage, easel.ly serta sang idola canva

Sejak dipercaya sebagai salah satu Admin di komunitas Banyumas Babywearers yang bertugas di divisi Medsos, salah satu jobdesk adalah membuat dan mempublish flyer kegiatan, challenge atau infografis lainnya.

Nah, kali ini saya akan berbagi tutorial singkat cara membuat flyer menggunakan Canva.

Kenapa Canva?

Ok, sebelumnya mari sekilas berkenalan dengan Canva.

Mudah Diakses dan Gratis

Untuk menggunakan Canva tidak harus install di PC atau Laptop karena merupakan program editor grafis berbasis web, sehingga bisa diakses dimana saja dan kapan saja.
Canva juga bisa diakses dari smartphone dengan download gratis terlebih dahulu di Playstore.

Banyak Template Desain

Banyak sekali template yang disediakan oleh Canva baik yang gratis ataupun berbayar. Kita bisa membuat berbagai macam desain seperti poster, banner, header blog, instagram post, kartu nama, dan lain-lain. Tinggal mengganti gambar atau text sesuai keinginan.

Selain template desain, Canva juga banyak menyediakan elemen gratis atau berbayar seperti foto, grid, frame, icon, dan lain-lain

Mudah Digunakan

Satu lagi keunggulan Canva adalah mudah digunakan. Sebenernya ini subjektif banget karena selera dan kemahiran tiap orang berbeda. Tapi dari beberapa aplikasi yang pernah saya coba, Canva adalah favorit saya karena interface'nya sangat user friendly sehingga tidak perlu waktu lama untuk bisa menguasainya.

Well, kembali ke laptop. Berikut cara membuat flyer menggunakan Canva.

1. Buka Canva, login. Jika belum punya akun, bisa mendaftar dulu dengan email atau akun Facebook


2. Pilih Template, atau tentukan dimension melalui Use Custom Dimension





3. Buat background dengan memilih pattern atau warna

4. Tambahkan elemen sesuai desain yang diinginkan. Ketik elemen yang dicari pada kolom seacrh atau melalui menu Upload untuk menambahkan foto/ gambar dari penyimpanan internal PC/ HP
    Tambahkan Text. Jenis font, ukuran dan warna text bisa diganti.  

5. Jika sudah selesai, klik File dan Save. Kemudian klik Download dan siap digunakan

Tara.... sudah jadi deh

Bagaimana, mudah kan?

Teman-teman juga bisa berkreasi untuk membuat poster, logo, quote, slide presentasi, infografis, dan lain-lain.

Ah ya, tutorial di atas membuat desain dengan Canva menggunakan PC. Bagaimana jika menggunakan HP? Basicly sama saja. Saya juga lebih sering mengakses Canva di HP karena bisa lebih mobile dan flexible.

 Beberapa contoh desain menggunakan Canva


   Semoga Bermanfaat,

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In review

TOY REVIEW : BALANCE BIKE - LITTLE TIKES SCOOTERO


Berawal dari Arsa yang lagi sering tantrum, siang dan malam. Penyebabnya satu "GADGET" alias HP bunda buat nonton kuda, bis atau semut di Youtube. Ampooon yang kami khawatirnya bisa benar-benar terjadi kalo ngga segera dicegah.

Sebisa mungkin kami meminimalisir pegang HP di area rumah, terutama saat bersama dengan Arsa. Tapi yaaa ternyata kami kelabasan juga πŸ˜‚πŸ˜‚ #plak πŸ‘‹

Mainan dan buku-buku ternyata tidak cukup ampuh buat mengalihkan perhatiannya dari gadget, bosan mungkin dengan benda itu-itu saja. Kami perlu mainan atau entah apa saja yang bisa membuat Arsa beraktifitas fisik kembali. Searching searching akhirnya pilihan jatuh ke sepeda roda empat merk Little Tikes.


Pertama liat gambarnya, yang muncul di kepalaku adalah Sepeda Sarimin πŸ˜…

You know who is Sarimin? Itu lho monyet yang pinter atraksi, salah satunya naik sepeda super mini, dan biasanya dipanggil Sarimin. "Sarimin pergi ke pasar" πŸ™‰πŸ˜

Kalo di situs jual beli, ini jenis balance bike yaitu sepeda khusus untuk anak - anak (usia 18-36 bulan) yang didesain khusus tanpa pedal untuk melatih keseimbangan anak. Etapi kami ngasihnya waktu Arsa usia 16 bulan 😁✌

Tanpa pedal? Jalannya gimana? Dengan menggerakan kedua kaki bergantian, seperti naik skuter mainan. Bedanya kalo skuter berdiri, nah ini duduk di sadel, macam sarimin itu deh πŸ˜‚ Mungkin karena itulan namanya "Scootero" *ngarang*.

Begitu paketan sampe, wow daku sukak bgt, kenapa?

1.  Warnanya eye catching, perpaduan warna merah dan hijau muda segar terkesan cheerful. Kontur sadel yang ergonomis buat ukuran pan**t toddler. Stangnya grippy, ga licin dan relatif mudah dipegang oleh tangan mungil si kecil.

2.  Materialnya solid dan kokoh, mampu menahan beban sampai 19,5 kg. Dengan berat badan Arsa sekarang, masih bisa kepake lama lah. Kalo kakinya udah makin panjang, naahhh, kayanya bakalan susah pakenya, terseok-seok πŸ˜‚

3.  Easy to ride. Sesuai namanya, sepeda ini dirancang untuk melatih keseimbangan anak dengan 4 roda, 2 di depan dan 2 di belakang. Jadi ngga takut bakalan rubuh dan relatif aman -dengan pemakaian yang wajar- 😁. Etapi sekarang sering rubuh c. Mentang-mentang udah pro jadi sukanya ngebut dijalanan. Alhasih yang namanya jungkir balik ke depan sudah biasa πŸ™ˆ Tolong ya buibu nek lagi mainan tetap diawasi, jangan lengah ✌


4.  Sangat ringan, beratnya ngga sampai 1 kg jadi mudah untuk dikendarai dan dikendalikan oleh Arsa. Kadang kalo mau pindah tempat juga dijunjung sendiri dia. Sekarang malah sukanya bagian depan diangkat tinggi-tinggi sambil bilang "Amping (jumping-red)" Gaya banget loe Sa 😎 Ngga kalah keren, ibunya juga kuat koq njinjing cumin dengan 1 jari πŸ’†


Dengan dimensi 50x15x35 cm dan berat segitu, benar-benar ringkas kalo mau dibawa-bawa. Kalo mudik ke Purwokerto, angkuuuttt, taruh di bagasi travel muat banget atau kalo bagasi lagi penuh, ikut duduk di bangku penumpang πŸ˜„ *untung ngga ditarik ongkos bangku tambahan*. Kalo mau jalan kemana pake motor bisa diangkut juga. Kebetulan motornya matic, jadi bisa ditangkringin di depan.

5.  Easy to clean. Ini penting ya buat mamak kaya saya yang tingkat kerajinan bebersihnya dibawah standar *boooo*. Cukup dilap pake lap kering, lap basah atau tissu basah. Kalo daku sukanya pake tisu basah. Yang sekali pake terus dibuang, ga perlu nyuci lapnya πŸ˜‚ dan abis itu diprotes mbah πŸ˜ͺ

6.  Ga kalah pentingnya, Arsa sukak 😻 Hari pertama masih takut, ga mau naik. Hari kedua mulai berani naik, jalan pelan pelan. Hari ketiga udah gaspooolll. Dan sekarang tiada hari tanpa ngetril πŸ˜‚ Kalo udah bosen sama mobil dan buku, pasti langsung cariin "peda mamas mana" trus beraksi. 


Pernah dia dirawat di RS, bosen melanda, merengek minta "peda". Mau diambilin, takutnya dia ngetril di lorong RS trus nabrak temen atau perawat πŸ˜‚ akhirnya dia malah main dorong-dorongin tiang infus *note, dia ngga diinfus jadi tetep bisa pecicilan* 

Pernah juga mudik Purwokerto ga dibawa, sampai sana "peda mamas mana?" Akhirnya ya jadi balik Cilacap lagi ambil sepeda 😫




To the point bu, beli dimana harga berapa? 😁

Kami beli online seharga 320K*. Dengan fitur dan manfaat segambreng itu, worth it lah.


 So, If your baby can walk, it means your baby can ride


                 Salam hangat,

























Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Diberdayakan oleh Blogger.