In family

Grandmompetition : A Shocking Rivalry

Ketika bayi lahir, seluruh dunia ikut menyambut. Kebahagiaan bukan hanya milik orangtua - ibu dan ayah - juga menghinggapi seluruh keluarga termasuk nenek-nenek si bayi. Catet ya... "nenek-nenek" berarti neneknya bukan cuma 1 tapi 2.

Ssssstttt tau ngga c, dibalik kebahagiaan mereka sebenarnya ada sedikit rahasia kecil diantara mereka : kompetisi. xixixixi 😜



Saya kategorikan persaingan antar-nenek ini jadi 2 kategori

1. Beda Cucu, Beda Nenek
Persaingan antar dua atau lebih nenek terhadap cucu-cucu mereka sendiri. Bukan cuma ibu-ibunya yang rempong dengan mompetition, nenek-nenek merekapun tak mau ketinggalan. Kadang si Ibu sudah cuek tapi malah neneknya yang rempong. Karena antara ibu dan nenek, lebih sering nenek-nenek yang ngumpul di waktu pagi dan sore hari saat nyuapin makan cucu mereka. wkwkwkwk siapa ini yang anaknya lebih sering disuapin neneknya 😝

Persaingan dimulai dengan hal sepele seperti "Nih cucuku udah mau habis maemnya." sementara nenek yang lain cuma meringis sambil memandang mangkok cucunya yang isinya belum ada separo masuk ke perut sang cucu.

Lalu berlanjut dengan berbagai ketrampilan yang sudah dimiliki sang cucu. "Cucuku sudah bisa begini, sudah bisa begitu". Lalu ditimpali "Cucuku juga sudah bisa, malah sudah bisa begono."

Bla bla bla

Ketika pulang lalu laporan ke si Ibu bayi "Itu cucunya mbah Dasiyem sudah dibeliin mobil porsche, mbok ya si Thole dibeliin lamborghini."

Berat... berat...

Bagaimana mengatasi hal tersebut? Mompetition maupun grandmompetition tidak akan bisa dihilangkan sama sekali. Walopun secara lahiriah karena menyadari bahwa tiap bayi punya perkembangannya sendiri-sendiri, tapi di dalam hati mereka pasti tetap terbersit rasa cemburu terhadap kemampuan bayi lainnya.

Untuk meminimalisir perasaan tersebut, selalu dan terus ingatkan diri sendiri dan orangtua bahwa setiap bayi unik dengan milestone mereka sendiri. Kemudian juga sadarilah kemampuan secara finansial. Kalo bayi lain bisa dibelikan berlian, tidak perlu memaksa membelikan hal serupa kalo memang tidak mampu.

2. Sama Cucu, Beda Nenek
Persaingan antar-nenek terhadap satu cucu yang sama. Persaingan dimulai begitu bayi lahir. Mereka ingin menjadi yang pertama menggendong di banding nenek lainnya. Berlanjut dengan segala cara pengasuhan si bayi. Nenek 1 maunya pola pengasuhan mengikuti tradisi keluarga yang sudah turun temurun. Nenek 2 pun begitu dan menganggap tradisinya lebih baik dari Nenek 1. Seperti urusan nyimpen plasenta, pakein bedong, popok, aneka rempah yang harus selalu available dan banyak lainnya.

Lalu si Ibu cuman bengong bingung mau ngikut yang mana 😮😮😮😤

Persaingan terus berlanjut seiring pertumbuhan bayi. Ketika si bayi mulai latihan berjalan, Nenek 1 membelikan baby walker. Lalu Nenek 2 tidak mau kalah saing dan belilah tricycle. Belum lagi mainan segala bentuk dengan harga bervariasi.

Kalo sudah begini siapa yang diuntungkan? Tentu saja si anak yang jadi dapet dobel-dobel hadiah dan sang ortu yang jadinya ngirit tidak perlu keluar uang. wkwkwkwk

Walaupun demi kesenangan sang cucu, persaingan seperti ini tetaplah tidak baik. Seolah-olah sang nenek sedang berebut hati dan perhatian si cucu. Padahal sudah jelas kedua neneknya pasti sama-sama sayang.

Bagaimana kita mensikapinya?
Yang pertama, jelaskan ke para nenek bagaimana pola asuh yang akan diterapkan. Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ke anak kita. Ketika membicarakan hal ini, akan lebih baik jika melibatkan suami sehingga jika ada yang komplain dan tidak setuju, paling tidak ada suami yang ikut membantu menjelaskan.

Kedua, sebisa mungkin beli sendiri peralatan yang dibutuhkan oleh anak kita tanpa harus menunggu apalagi meminta ke para nenek, atau kakek. Ingat, mereka anak kita, maka kitalah yang bertanggung jawab. Tapi kalo para nenek, dan kakek tetap berkeras memberikan, tidak perlu ditolak karena itu salah satu bentuk wujud kasih sayang mereka. Bisa jadi dulu ketika kita kecil, mereka belum semampu sekarang jadi mereka "menebusnya" kepada sang cucu.

So, mommies dan grannies, be wise ya. Semua anak punya milestone mereka sendiri. Tidak perlu dibandingkan satu sama lain apalagi sampai menciptakan persaingan yang ujung-ujungnya malah bikin sakit ati sendiri. wkwkwkwk


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In food and travel tips

PERPANJANGAN SIM C DI POLRES CILACAP


eh, udah November aja, udah mendekati expired nih SIM C. Kudu segera diurus karena sekarang kalo telat sehari aja musti bikin baru lagi alias ujian ulang. Huhuhuuuu

Udah ada niatan mau perpanjang SIM dari bulan Oktober lalu. Maunya ngurus di Mobil SIM Keliling yang biasanya mangkal di depan Borobudur pas hari Sabtu. Tapi udah 2 kali Sabtu kesana zonk terus. Dan menurut cerita babang parkir sama babang becak, udah 4 kali Sabtu mobilnya absen. Hhhmmm entahlah ini hoax ato bukan, karena no pict = hoax.

Daripada di-PHP-in terus, ya sudahlah nyok kita ngurus di Polres aja. Buat yang belum tau, Kantor Polres Cilacap alamatnya di Jl. Ir. H. Juanda sebelah selatannya RSI Fatimah depannya Komperta Gunung Simping. Masih bingung juga? Ga usah segan bertanya karna orang Cilacap itu ramah dan baik hati pasti dikasih tunjuk deh.

Sabtu (11-11-2017), berangkatlah daku dari rumah dengan agak berat hati karena rasanya eman-eman sekali ninggalin Arsa pas hari libur. Tapi kalo ga sekarang kapan lg? Selak entek masa berlakunya. Sengaja c milih hari Sabtu, kali aja lebih sepi. Karena kalo Senin-Jum'at, pagi-pagi jam 7 aja udah banyak antrian di depan gerbang Polres. Dan ada yang cerita kalo dia berangkat jam 6.30 pagi dan baru selesai jam 2 siang. Waduuuhhh (masih perlu ditelusuri, ini berita hoax apa bukan).

Baca : Enjoy Me Time As Working Mom

Cuuss lah dari rumah jam 9.15. Huhuhu kesiangan, padahal rencana jam 8 teng otw dari rumah. Karena menurut info kalo Sabtu cuma melayani setengah hari, agak was-was c jangan-jangan udah ga diterima. Tapi Bismillah saja niat ingsun perpanjang SIM lillahita'ala 😂


Berikut step by step pengurusan perpanjangan SIM C di Polres Cilacap

1. Parkir Motor dulu
Wakakakak parkir be ndadak dicritani. Iyalah, masa mau masuk ruangan semotor-motornya 😛 Diluar area kantor memang banyak motor diparkir dan ada tukang parkirnya. Tapi saran saya, biar lebih aman dan tenang, parkir masuk ke dalam area kantor aja. Bayar dimuka ya, Rp. 2.000,-. Dan lagi kalo parkir di luar, jalannya lumayan. Mungkin karena saya kesananya hari Sabtu jadi parkir dalam masih omber, kalo selain hari itu mungkin full.

2. Cek Kesehatan 
Perpanjang SIM C sudah 5 tahun lalu, dan ngurusnya bareng suami, aku tinggal mengintili saja karena saat itu baru kehilangan calon buah hati kami dan pikiran masih sering nge-blank. hiks 😭😭  Jadi benar-benar lupa harus mulai dari mana 😃 Tanyalah daku ke abang parkir dan dikasih tunjuk untuk cek kesehatan dulu.



Cek kesehatan di gedung yang judulnya "UR Dokkes", sebelahnya Ruang SKCK, deket pintu keluar. Ambil nomor antrian, tunggu dipanggil nomornya. Karena udah sepi, baru duduk bentar udah suruh maju. Petugas akan meminta kita untuk nunjukin KTP asli dan ditanyain tinggi badan dan berat badan. Kalo ragu dan merasa lebih langsing dari biasanya, disediain timbangan koq. Jangan lupa lepas wedges ya biar lebih akurat dan hepi ngurangi timbangan setengah kilo 😂 Dicek kesehatan matanya juga, suruh baca kartu dengan pola polkadot warna-warni yang tengahnya ada angkanya. Nah, kita suruh baca angka-angkanya.

Setelah selesai, kita dikasih lembar hasil cek kesehatan dan KTP juga dibalikin. Jangan lupa bayar biaya cek kesehatan Rp. 50.000,-

TIPS : Kalo udah masuk area Polres, jangan buru-buru ke gedung utama ya biar ga bolak balik, langsung menuju ruang cek kesehatan.

3. Daftar Perpanjangan SIM ke Loket Pendaftaran
Loket Pendaftaran ada di gedung yang berada di tengah. Pokoknya yang rame banyak orang antrinya lah. hehehe

Lembar hasil cek kesehatan dibawa ke loket pendaftaran dengan dilampiri fotocopy KTP dan SIM serta SIM Asli. Tunggu buat diagenda sama petugasnya nanti nama kita dipanggil. Sama petugas berkas kita dikembalikan lagi beserta Formulir Biru dan satu lembar form kecil entah apa namanya saat itu tidak terlalu memperhatikan. hahahaha

TIPS : Bawa fotocopy KTP dan SIM dari rumah biar ga sibuk cari fotocopy'an. Kalo belum bawa, tenang... ada kios fotocopy di bawah tangga yang lurusnya pintu masuk loket pendaftaran. Agak tersembunyi tapi ada tulisannya koq. Jadi ga usah keluar buat cari-cari kios fotocopy apalagi jalan kaki sampe deket alfamart, lumayan mak... wkwkwkwk *pengalaman pahit

4. Bayar Biaya Perpanjangan SIM di Loket BRI
Dari loket pendaftaran, kita diarahkan menuju Loket BRI untuk melakukan pembayaran biaya perpanjangan SIM. Tumpuk saja berkasnya ke petugas, nanti nama kita akan dipanggil.
"Mba Eva...", panggil petugas BRI, disitu saya merasa jadi abegeh lagi 😝 Dan bayar biaya Perpanjangan SIM C Rp. 75.000,-. Berikut info tentang biaya pengurusan SIM di Polres Cilacap
TIPS : Siapin uang pas biar ga usah lama-lama nunggu kembalian 😉

5. Mengumpulkan Berkas Kembali di Loket Pendaftaran
Berkas kita yang kembali dari Loket BRI sudah ditambahi lembar bukti setor. Kemudian berkas dikumpulkan semuanya ke Lokat Pendaftaran. Sebelumnya, isi terlebih dahulu Formulir Biru tadi.

Di Loket Pendaftaran kita cuma mengumpulkan berkas, dikasih nomor antrian dan disuruh nunggu di ruang tunggu foto.

TIPS : Bawa ballpoint sendiri buat ngisi formulir, jadi ga usah buang-buang waktu buat cari pinjeman ballpoint dan bisa ngisi secepatnya 👌👌

6. Foto SIM
Setelah dapet nomor antri, masuk aja ke Ruang Tunggu Foto. Perhatikan layar LED yang menunjukkan nomor antrian yang sedang dipanggil. Petugas akan memanggil per 10 nomor antrian dengan menyebutkan nama kita.

Ketika nama dipanggil, langsung masuk ke ruang foto. Di dalam masih harus antri lagi. Dan kalo menurutmu penampilanmu kurang oke, disediain cermin buat benerin kerudung ato sekedar nyisir rambut biar licin lg.

Di dalam ruang foto ada 2 petugas dengan 2 perangkat komputer ples kamera untuk foto dan scan sidik jari. Pastikan tersenyum ya biar fotonya okeh. Tapi ga perlu pose duck face karena ini foto buat SIM bukan buat foto profil fesbuk. Kemaren saya scan sidik jari ada 3 ato 4 kali gitu karena sebagian sidik jari menghilang sehingga tidak mau nge-save. Asli, udah kepikiran, "aduh gimana kalo ga jadi, masa aq ga bisa bikin SIM?" hehehehe Alhamdulillah akhirnya system mau juga nerima dan lolos audisi 😄

TIPS : Yang diperlukan disini adalah SABAR karena nunggunya lumayan lama. Biar ga bosen-bosen amat, kalian bisa nonton TV yang ada di ruangan itu, nge-game, chatting, atau ngobrol sama orang di sebelah. Karena kemaren lagi fakir kuota, dan udah ngira-ngira mungkin lama nunggunya, aku bawa aja buku buat bacaan. Dan ini buku udah beli dari jaman apa ampe sekarang ngga khatam khatam 🙈🙈
 
7. Tunggu SIM Jadi
Selesai foto, tinggal tunggu pencetakan SIM. Tidak ada ruang khusus buat nunggu, nunggunya di ruang loket BRI dengan kursi yang terbatas. Semoga next ada ruang khusus sehingga kita tetap nyaman nunggunya.

Dan viola... nama kita dipanggil lagi buat terima hasil cetakan SIM. Tapi, seperti e-KTP, karena keterbatasan ketersediaan blanko, maka untuk sementara dapetnya Tanda Bukti SIM Sementara untuk ditukar dengan SIM Asli bulan Januari tahun depan.


8. Urus Sendiri Yes, Biar Lebih Greget
Sebisa mungkin, hindari calo dan urus sendiri -berkas apapun-. Selain lebih irit karena ga perlu biaya tambahan yang ngga ada dasar aturannya, juga biar kita tahu persis bagaimana prosedur pengurusan dokumen. Apa saja persyaratannya, alurnya, alokasi waktunya, dsb. Jika sudah tahu dan mengalami sendiri, barulah kita bisa beri penilaian secara objektif terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh instansi pemberi layanan, tidak lagi asal menghujat bahwa instansi x pelayannya tidak memuaskan.

Sebagai instansi pemberi layanan, kami (cie "kami") selalu berusaha untuk menjadi lebih baik dengan mengembangkan segala sumberdaya yang kami miliki. Dukung dan bantu kami untuk berkembang dan maju demi memberikan pelayanan prima yang memuaskan masyarakat. Aduh bahasaku, wis pantes dadi lurah urung? wkwkwkwk

Demikianlah step by step perpanjangan SIM C di Polres Cilacap. Tulisan ini berdasarkan pengalaman saya. Untuk informasi yang terlewat atau kurang jelas, kalian bisa kontak langsung ke kantor Polres terdekat.

Ingat...ingat... Sebelum berkendara, jangan lupa cek kondisi kendaraan dan kelengkapan surat, pakailah sabuk pengaman dan helm dengan benar. Selalu waspada, patuhi rambu-rambu lalu lintas dan tetap ramah di jalanan.

Keep calm and safety riding

Update 17-02-2018
Huhuhu baru inget kalo SIM-nya udah bisa diambil pas bulan Januari kemaren. Mumpung inget, cuss lah ambil nyok ke kantor Polres lagi.

Langsung aja masuk ke ruang pengambilan ya gaes. Letaknya jadi satu sama loket BRI. Taruh aja surat keterangan SIM sementaranya di wadah trus duduk manis nunggu nama kita dipanggil. Daku nunggu sekitar 10 menit, sambil FB'an berasa cepet koq 😁

Begitu nama kita dipanggil petugas, langsung ambil SIM'nya ya gaes, jangan lupa bilang makasih trus ga usah deh pake acara poto-poto. Ini cuman SIM ya gaes, bukan Sertijab 😂

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In food and travel tips

#DiaryAyahArsa : Mudik Banyak Gratisnya, Mau?


Cilacap (22-10-2017) - Awalnya tidak ada rencana untuk pulang. Maklumlah kata orang tanggal tua (kataku juga 😀). Tapi pas lagi playback cctv seharian, ini koq #babyarsa batuknya tambah jadi. Tik.. Tok.. Tik... Tok... Hmmm... Harus pulang nih. Cek akun Gojek, wow ada voucher free Go Car. Ga pakai nunggu lama langsung booking & gak sampai 5 menit mobilnya datang. "mas... Cari rute tercepat ke stasiun Pasar Senen yaa..." pintaku. "baik Pak". Alhamdulillah untung hari Minggu jadi tidak ada kemacetan berarti. Bandara Soetta - stasiun Pasar Senen gak lebih dari 1 jam.


Sampai di stasiun langsung ke loket tiket go show, dapat tiket kang Jaka (Jaka Tingkir - red) & horee.. Keretanya banyak yang kosong, bisa tidur pules nih 😂. Nunggu kereta jalan telpon travel tuk lanjut perjalanan nanti. "Selamat Pak, perjalanan bapak nanti Free" kata CS Qtrans Travel. Langsung ku jawab "makasih mba tiket gratisnya". Alhamdulillah banyak kemudahan tuk bisa ketemu jagoanku. 

Sesampainya dirumah, #babyarsa udah bobo so rencana ketemuan sama oom Ipul (DSA favorit #babyarsa) ditunda besok pagi. Pas mau istirahat teringat tumpukan tiket kereta apiku kayanya udah banyak. Bener juga pas dihitung udah ada 20 tiket. Horeee.... Dapat tiket Free lagi. Wah benar-benar banyak Free-nya mudik kali ini, Alhamdulillah! 

Taksi Online Free, Travel Free & Kereta Api Free. MAU??? 
Ini tipsnya agar dapat banyak gretongannya. Cekidot ya... 
1. Taksi Online (Go Car)
Sering-sering bayar pakai gopay biar dapat token yg bisa ditukar dengan point, kumpulin pointnya & kalo sudah cukup tinggal di tuker dengan perjalanan gratis (bisa ditukar makanan atau yang lainnya jg)
2. Travel (Qtrans)
Kalo ini udah otomatis tidak perlu nukerin tiket. Jika perjalananmu dalam 3 bulan ada 10 kali bisa langsung dapat gratis 1 kali perjalanan.
3. Kereta Api
Tahu sendiri kan tiket kereta lumayan menguras dompet (hehehe). Ternyata kalo dikumpulkan bisa ditukar tiket gratis tis. Cuma untuk prosedurnya lumayan ribet juga sih. Jika dalam 6 bulan bisa terkumpul 15 tiket maka bisa dapat 1 free tiket. Syaratnya : dalam tiket itu satu nama, jika tiket terdiri dari berbagai klas diberikan klas terendah dengan jarak terdekat. Jadi tipsnya pisahkan tiket Eksekutif, Bisnis & Ekonomi lalu tukarkan berdasarkan masing-masing klas tersebut. Terus bagaimana kalo dalam 6 bulan tidak bisa terkumpul 15 tiket? Jangan dibuang dulu kawan, kumpulkan 5 tiket lagi maksimal dalam kurun waktu 1 tahun untuk bisa ditukar dengan 1 tiket gratis.
Gimana lumayan bukan?

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In family food and travel parenting tips

#DiaryAyahArsa : Ngemall Bareng Bayi


Purwokerto (8-10-2017) - Liburan yang nyaris gagal sebenarnya, gara-gara tiket kereta yang tuk baliknya sold out (libur panjang*). Alhamdulillah dapat cancelan tiket & ayah bisa pulang my #babyarsa. Biasa, waktu tempuh normal 5 jam serasa lama karena rindu ini butuh ketemu. Lebay ah #ayaharsa! hahaha, gpp nyatanya kamu ngangenin sih nak. 
Dan taraaa.... Capek ini pun lenyap entah kemana saat buka pintu rumah #babyarsa udah ketawa girang lihat ayahnya yang ganteng (menurut emaknya sih) datang. Buru-buru deh ambil air wudhu (abis perjalanan jauh, takut ada makhluk kasat mata yang nempel xixixi) & tak menunggu lama #babyarsa udah nemplok digendanganku. 

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.00 dan #babyarsa yang biasanya terlelap masih ngajak bercanda ayahnya, kangen ya nak?
Pukul 5 pagi jagoanku bangun. Senyum lebar menyapa ayah & bundanya. Pagi yang spesial bagi #babyarsa & Kami tentunya. Karena tidak setiap pagi kami bisa terbangun dalam satu ranjang. Tak tunggu lama karena ayah gak bisa lama-lama 😢, kita olah raga pagi jalan kaki beli jajan pasar kesukaan bunda (onde-onde). Ya lumayan bakar kalori lah walaupun sesampainya di rumah langsung timbun lagi. Hahaha
Sebelum berangkat sekolah Adel, adik sepupunya #babyarsa (tapi maunya dipanggil mba 😁), "Pade nanti kita ng'mall yaa"."ya boleh" jawabku. sebenarnya lumayan trauma juga sih coz ng'mall sebelumnya #babyarsa nangis kejer gak mau diem & itu harus mendatangkan mbahnya tuk mbujuk agar bisa diem. 
#Babyarsa adalah bayi mall, sejak masih di dalam perut, sudah bolak balik ngemall. Walopun sebenarnya sudah dilarang, tapi ya namanya juga nyenengin istri yang lagi hamil yang butuh piknik.

Kalo memungkinkan bayi mending ditinggal di rumah sama nenek atau pengasuh. Tapi kalo memang terpaksa dan pengen dibawa, persiapannya mesti maksimal. Berikut tips dan strategi dari kami ketika mau bawa #babyarsa ngemall atau pergi jalan :
1. Pastikan kondisi bayi sedang sehat
Walaupun indoor, mall bukanlah tempat yang sehat untuk bayi. Segala jenis manusia berbaur entah dari mana asalnya, bagaimana kondisi dan riwayat kesehatannya. Sudah bisa dipastikan udara di mall mengandung berbagai jenis bakteri dan virus yang gampang banget nemplok apalagi ke bayi yang masih fragile. Jadi sebelum ngemall pastikan kondisi bayi fit dan sehat. Tidak sedang demam, pilek atau flu.
2. Bayi sudah kenyang dan cukup istirahat (tidur) sebelum pergi
Bayi rewel itu macem-macem penyebabnya. Salah duanya lapar dan ngantuk. Jadi sebelum berangkat, susui atau beri makan bayi dulu. Karena ketika perut kenyang, hatipun ikut senang (slogan kita sama ya Sa)
Dan tidak perlu buru-buru terpatok jam sekian harus berangkat. Beri waktu ke bayi untuk tidur terlebih dahulu. Karena bayi kalo sudah ngantuk dan cranky, berat bro...
#babyarsa mulai cranky
4. Siapkan bekal untuk bayi
Kalo masih ASI eksklusif, pastikan ibunya dibawa. hehehe
Kalo bayi sudah mulai makan, siapkan bekal sesuai jadwal makan. Misal kira-kira ngemall dari siang sampe sore, maka perlu bawa menu makan siang dan cemilan selingannya. Kasian kan nanti kalo yg lain enak-enak makan, #babyarsa cuman ngemut jempol 😳
 Yang lain maemnya pizza, #babyarsa maem puree mangga

Selain makanan dan minuman, bawa juga keperluan standar bayi. Seperti diapers, baju ganti, minyak telon, tisu basah dan kering, topi dan jaket. Bawa juga tempat khusus, bisa kantong plastik buat tempat baju kotor, peralatan bekas makan atau buat bungkus diapers yang abis dipakai.

Biar gampang dicari, semua perlengkapan itu ditaroh di satu tas khusus perlengkapan bayi. Tugas ayah adalah membawanya dan seringkali masih ditambahi tas punya istri. Ada yang senasib?

4. Atur Rute yang Mau Dilewati
Misal berencana ke beberapa tempat, petakan terlebih dahulu rute yang mau dilewati dan mau kemana saja. Kalo sekiranya tidak urgent ya tidak perlu semua tempat yang dipinginin terus disambangin. Supaya tidak bolak balik di jalan dan si bayi jadi lebih lama terpapar panas, udara atau debu, kami ambil jalur dan tempat tujuan yang searah saat berangkat dan pulang. Kami biasanya menuju ke tempat yang sekiranya hasil bawaannya tidak terlalu banyak terlebih dahulu agar tidak perlu oyang oyong barang kemana-kemana.

Seandainya cukup pergi di satu tempat, mall misalnya, tetap atur urutan tempat tujuan. Kalo tujuannya mau belanja bulanan, ya ke supermarket dlu. Baru setelahnya ke tempat lain, dengan tetap memperhatikan mood bayi. Kalo sekiranya bayi sudah rewel, nangis dan ga betah, mending pulang saja.
5. Pilih-pilih Mall
Yang pertama terlintas adalah cari mall yang ada nursing room-nya buat menyusui dan ganti popok. Nursing room juga sangat membantu ketika bayi menunjukkan tanda-tanda mulai cranky. Bawa ke nursing room yang relatif tenang, susui bayi dan bangun kembali mood-nya. Kalo di Mall ini ada di Dunia Anak lt. 1 & samping ATM Center dekat supermarketnya. 

Sofa di sudut nursing room yang nyaman banget buat menyusui atau meletakan bayi supaya bisa meregangkan tubuh
Biar bayi/ anak tidak terlalu bosan, pilih mall yang ada playground-nya syukur-syukur yang gratisan. Jadi yang buat masuk ke tempat bermain bisa buat jajan bakso ayah bundanya. 
Selain itu, pilih juga mall yang relatif luas. Kalopun sedang kondisi ramai, masih banyak space kosong yang bisa dilalui buat jalan atau istirahat sejenak.
6. Bawa Baby Carrier
Jangan lupa bawa baby carrier, baik stroller atau gendongan jadi ayah bunda tetap bisa shopping-shopping dan bayipun tetap nyaman. Pertama kali bawa #babyarsa ngemall (usia 40 hari) bawa stroller. Miapa? Demi bisa ngrasain kaya orang-orang, ngemall sama bayi pake stroller. wkwkwkwwk.... Alasan yang absurd sungguh. Yaaa namanya anak pertama dan lama nunggunya jadi apa-apa dibeli termasuk si stroller yang ternyata sekarang udah jarang kepake, hehehe

Pertamax bawa #babyarsa ngemall (usia 40 hari)
 
Kalo naroh bayi di stroller, ingat ingat untuk selalu diawasi. Ketika usia masih bayi banget, lebih baik bayi dihadapkan ke kita agar kita bisa melihat ekspresi bayi apakah senang, nyaman atau malah terlihat gelisah dan menangis. Selain itu, saat memakai eskalator, harus hati-hati dan waspada. Kalo mau naik, stroller terlebih dahulu dan kita ada dibawahnya sambil tetap dipegang dan diawasi. Kalo mau turun, kita dulu baru stroller, jadi posisi kita ada di depan stroller. Jangan kebalik ya, bisa bisa njungkel. hehehe

Ada atau tidak ada stroller, tetap bawa gendongan. Karena senyaman-nyamannya tempat bagi bayi adalah di dekapan ibu atau ayahnya. 
 Nyaman bgt kalo digendong gini sama bundanya
6. Jadi Ayah Siaga
Jadi bodyguard untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan bayi dan istri. Jangan sungkan untuk membawakan bekal atau hasil belanjaan. Bergantian menjaga bayi dan beri kesempatan buat istri untuk bisa benar-benar refreshing setelah berhari-hari mengurus bayi dan rumah, dan kerjaan di kantor juga. Ketika kita sudah selesai makan, segera ambil alih tugas menjaga bayi dan beri kesempatan istri untuk juga bisa menikmati makan dengan tenang.

Selalu sigap membantu istri saat kelihatan kesusahan tanpa perlu menunggu dia meminta pertolongan. Misal ketika akan menggendong bayi atau akan mengganti diapers atau hal sepele seperti mengambilkan air minum walopun tidak meminta.


 Bikinnya berdua, ngurusnya juga harus berdua

Ternyata gak sia-sia persiapan maximalnya, #babyarsa lebih menikmati malah excited bgt. Mulai dari book store, arena bermain di baby shop & di supermarketnya pun #babyarsa enjoy cuma waktu makan pizza aja karena ditinggal ayah nganterin Adel les English kelamaan jadi agak rewel namun akhirnya bobo pules disana 😁. 
Di baby shop #babyarsa udah pandai ngerayu mba2 security (tau aja security-nya syantik Sa...), di supermarket ngerayu ayahnya dengan senyuman mautnya minta diecast Mobil. Eh pas udah mau pulang pakai acara ngambek gak mau pulang minta bolak-balik naik eskalator sampai berkali-kali 😂. Alhamdulillah setelah naik-turun eskalator ada 5x #babyarsa mau diajak pulang. 
Ya begitulah liburan Kami. Cukup sederhana namun cukup bermakna bagi Kami. Karena Bahagia itu Sederhana, Kumpul bareng anak - istri.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In workingmom

Enjoy "Me Time" As a Working Mom


What? Hahahaa ciyus, me time? ga salah tuh?

Jangan nyinyir dlu, qta emang dari pagi sampai sore sudah keluar rumah. Ga perlu riweh dengan kerjaan rumah yang tiada habisnya, ga perlu rempong anter jemput anak sekolah, les, ngaji, ga perlu tutup telinga dengerin rengekan anak-anak, atau segala urusan tetek bengek di dapur mulai urusan masak, cuci piring, laundryan, sampai gunungan baju yang memohon minta disetrika 😂😂 Oh Hello... kami juga butuh piknik biar tetep waras lahir batin.

Uluuh uluuhhh kalo ngomongin WM vs SAHM mah kaga bakal ada habisnya, gituuu aja terus sampai negara api menyerang. So, ga usah membanding-bandingkan ya karena setiap ibu punya pertimbangan dengan pilihan masing-masing (dan pasti mencari jalan yang terbaik) dan setiap pilihan punya resiko sendiri-sendiri. Daripada debat yang ngga jelas ujung pangkalnya, akan lebih indah jika give support to each other.


Sejatinya, seorang working mom bukan berarti terus lepas sepenuhnya dari tanggung jawab di rumah. Dia tetap seorang ibu rumah tangga dengan kewajiban yang melekat kepada suami dan anak-anaknya. Meskipun ada asisten di rumah, at least, dia tetap berperan penting memegang kendali atas keberlangsungan rumah tangganya.

What about me?
Di rumah saya hanya bertiga dengan anak dan ibu saya sedangkan suami tinggal di ibu kota. Tanpa asisten rumah tangga, saya dan ibu harus bekerja sama mengurus rumah dan Arsa. Kalo Arsa sudah melek, maka energi harus on fire. Makanya si mbah bisa seharian di rumah tapi kerjaan rumah ga ada yang sempet di pegang 😂😂

Baca : Indahnya Long Distance Marriage


Sore hari, sampai rumah jam 4. Tanpa jeda, terus nyiapin maem Arsa, nyuapin Arsa, mandiin Arsa, bersih-bersih sendiri, jalan-jalan sore bareng Arsa. Lepas maghrib baru bisa slonjor karena biasanya abis maghrib Arsa tidur. Lalu bundanya ikut bubu juga? Ngga... barulah segambreng tugas sebagai ibu negara di mulai.

Huhuhuuu jam berapa selesenya bu? Tergantung mood dan energi. Kalo lg good mood ya jam 10 udah free. Kalo lg bad mood malah jam 8 udah slese (cape ah, males, buat besok pagi aja) 😝

Balik ke me time untuk working mom, emang susah ya? Kan banyak waktu di luar rumah.


Sebenarnya tergantung bagaimana kita memaknai me time itu sendiri. Ada juga yang memaknai dengan "waktu untuk memanjakan diri". Kalo menurut aq, me time disini adalah waktu yang benar-benar digunakan untuk memikirkan diri sendiri, tanpa beban urusan rumah dan anak, tanpa harus mendengar komando dari atasan, atau deadline pekerjaan yang sudah semakin mepet, atau bahkan keluhan dan komplain dari warga. Whatever lah yang berkaitan sama pekerjaan. Bisa ga tuh, sementara sepanjang hari berhadapan dengan pekerjaan yang seperti Asus Zenfone 3 Max "Ga Ada Matinya" 😣😣

So, gimana dong caranya tetap bisa "me time"?

Nah ini beberapa contoh yang aq lakuin buat "me time"

1. Good Mood for a Good Day
Biar semangat, nyampe kantor, refresh pikiran dan mood terlebih dahulu. Biasanya dengan membuka dan membaca surat kabar ditemani secangkir kopi atau teh panas. Ciyus?? Boong banget 😂 Pegawai jaman now, bukan koran yang dipegang tapi HP, cek semua medsos, mulai dari facebook, instagram, bbm sampai baca chat wa grup yang udah ratusan. Ini siapah? 😝

Thats really work for me untuk merefresh badan dan pikiran setelah sepagian disibukkan dengan pekerjaan di rumah. Walaupun baru ngurus satu bayi kadang sudah cukup membuat lelah badan dan emosi jiwa. Ho ho ho sabar bu... baru satu, masih bayi. Lah bijimane kalo dah dua, kalo dah sekolah, kalo pagi-pagi anak pada bertengkar? wkwkwkwkwk... wes ra sah dipikir sit, jalani aja yang ada sekarang.

2. Maximize the Break Time
Waktunya istirahat ya dipake buat istirahat bukan buat kerja. Even cuma sejam, eh aslinya setengah jam ding ya 😁. Selain dipake buat ibadah, waktu istirahat biasanya aq pake buat slonjoran di musholla, ngobrol sama temen atau update status dan upload photo terbaru.

Itu dulu, sekarang? Jam istirahat ya pulang ke rumah, solat dan makan di rumah, breastfeeding dan ngelonin Arsa bobo ciang yang kadangkala ikut terlelap dan jam istirahatnya jadi extra 😛

3. Refreshing My Mind, Body and Soul
Menjelang jam pulang, otak perlu direset kembali. Sekedar nonton video tutorial gendongan, cari ide-ide photoshoot atau ngopi sore bolehlah (dan seringnya) streaming drakor favorit 😂 Ya ampuuunn kamu di kantor mau kerja apa mau melolotin oppa-oppa ganteng c bu? 😂

Apa sajalah yang bisa buat merilekskan badan, meredakan emosi, merefresh pikiran dan membuang semua hal yang menjemukan, sehingga bisa tersenyum lebar buat Arsa ketika sampai di rumah. Karena apapun kondisinya, cape fisik lah, galau lah sama pekerjaan yang belum slese, bete lah dimarahin atasan, tetep harus happy di depan anak.

4. Take the Time During Weekend
Ibu-ibu mah kaga ada liburnya. Begitu juga working mom. Sebelum weekend tiba mah iya, planning mau males-malesan, bangun siang, jalan-jalan bareng keluarga. Realisasinya sering kali melenceng jauh. Tetep ya, bangun pagi, karena si anak bayi kalo udah melek minta jalan padahal udah dikekepin biar bubu lagi, atau cukup main di kamar dianya berontak, jadi mau ga mau harus bangun.

Saat weekend, rasanya sayang untuk "me time" dan pasti lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama Arsa dan ayahnya kalo pas pulang. Sekedar bermain dan bercanda di rumah atau keluar makan di resto favorit atau jalan ke emol, apapun pokoknya aktifitas bertiga.

Jadi kapan dong bisa me time?
Di rumah, saat Arsa dan ayahnya tidur, aq bisa internetan, nambahih wishlist shopee (benar-benar wishlist, berharap tau-tau barangnya sudah di rumah, uhuk) atau nonton tv sambil nyemil cantik. Kalo lagi jalan-jalan, "kabur" sebentar sendirian ke outlet atau butik sekedar pegang-pegang baju ketje yang tetep sayang dibeli karena kepikiran setoran arisan gendongan. wkwkwkwk

Selain waktu libur, cuti juga adalah kesempatan buat me time. Biar bisa benar-benar menikmati me time, bisa turn off your phone. Supaya tidak ada panggilan pekerjaan dan bisa cuti dengan tenang. Hahahaha ngaeng c temen. Nyatanya kalo cuti tetap saja riweh dengan pekerjaan. Maybe next cuti benar-benar mau matikan telepon 😂

5. Join Community
Bergabung dengan komunitas (diluar urusan pekerjaan) bisa jadi salah satu pengalih perhatian dari rutinitas pekerjaan. Bisa komunitas tentang hobi atau kegemaran yang sama, komunitas kegiatan sosial, atau komunitas curhatan emak-emak galau ya boleh, dan bisa dipastikan, semua orang gabung komunitas grup WA jaman sekolah walopun cuma sbg silent reader. hahhhaaa sapa kiye sapa 🙈🙈 

Sekedar ber-haha hihi di chat, membicarakan hal remeh temeh, bertukar pengalaman, sharing ilmu atau mbahas kapan ketemuan yang cuma sebatas dibahas tanpa ada kesepakatan jadi arisan apa ngga. wkwkwkwk ini grup mana eaaa 😁


Anw, komunitas yang aq ikutin dan benar-benar jadi "me time" ketika aq ada di dalamnya adalah komunitas hobi photophoti dan komunitas gendongers. Sebelum ada Arsa bisa aktif bahkan sehari bisa posting photo challenge dengan tema yang berbeda-beda. Sekarang mah boro-boro rutin, sehari sekali aja udah ngga bisa. hehehehe... tapi tetap saja mantengin IG sambil ngiler liat poto-poto syantik bersliweran 😵😵 (follow ya @eva.novia)

Apapun komunitas yang diikuti, asal positif dan bermanfaat, boleh-boleh saja. Asal... tidak hanya berkecimpung di dunia maya tanpa bertegur sapa di dunia nyata. Akan sangat berbeda antara komunikasi di medsos dengan interaksi langsung.  Buat mamak2 macam saya, iyaaa memang capek setelah seharian bekerja. Tapi itu bukan alasan untuk tidak bersosialisasi. Minimal, miniiimmm banget ya, dateng ke dawisan sebulan sekali. Biar kenal dan dikenal tetangga. Ga lucu kan klo ada yang nanya "Bu, rumahnya Song Hye Kyo dimana ya?", lah ga bisa jawab padahal rumahnya ada di sebelah. Sebelah atasnya peta Indonesia. xixixixi

5. Enjoy My Solo Time
Sejenak lupakan hal lain dan benar-benar nikmati waktu saat tidak berdekatan dengan laptop, kertas kerja, dan bahkan dengan keluarga. Sekedar baca komik, dengerin musik, nyanyi lagu k-pop yang ga nyambung sama lirik aslinya atau nonton downloadan atau streaming drakor malem-malem (tetep ya...) walaupun seringkali banyak iklan dari Arsa yang kebangun minta enen. Eehh ngeblog juga me time buat aq, buat sekedar menuangkan unek-unek curhatannya mamak-mamak jaman now yang gampang baper 😤

Kadangkala juga perlu mlipir sebentar sendirian atau bareng suami. Sekedar makan atau nonton berdua (kapan yah kapan?). Yang meskipun cuma sebentaran karena kepikiran Arsa di rumah takut rewel ato gimana. Padahalnya yang di rumah mah tetep hepi dan enjoy.

Kalo yang ada atau memang menganggarkan, ato memang disempil2in, "memanjakan diri" di salon, spa, luluran, facialan, meni, pedi abis itu shopping shopping dan makan makan. Aaahhhh kayanya enak banget ya klo bisa gitu.

Last but not least, biar tetap sehat jiwa raga, selalu berpikiran bahwa saat di kantor adalah me time sebagai ibu rumah tangga. Dan saat di rumah adalah me time sebagai ibu pekerja.

Jadi, Me time kalian gimana?

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In babywearing family parenting

Babywearing : Bagaimana Memilih Jenis Gendongan Yang Cucok?


Ceritanya... bulan kemaren Bunda Arsa dapet arisan gendongan di kocokan pertama. Yay or nay? 😅😅

Lumayan mikir dulu c mau diambil apa dimasukin lagi. Setelah menimbang dan mengukur akhirnya diputuskan buat diambil saja, mumpung Arsa masih mau digendong daripada nunggu bulan-bulan berikutnya yang mungkin udah mulai ogah digendong.

*Sekarang aja udah mule ga betah digendong, mrosot bae, maunya turun. hiks 😢

Uang arisannya buat apa?
Beli gendongan dong ah... Tadinya mupeng banget ama WW-nya Little Frog or Lenny Lamb. Trus juga kepikiran beli SSC biar ayahnya Arsa bisa pake juga. Eeeh tau tau The Nest rilis ring sling baru, warna unyu unyu pulak. Laaahhh tiba-tiba ada racun dari Babywrap. Dan ngintip Foglia motifnya ketjeh ketjeh. Mumet mumet lah

Karena Arsa sudah mulai ga betah lama lama digendong, akhirnya pilihan jatuh ke Ringsling dari Babywrap.com.my. Syuka sama motif diamond-nya dan gradasi warnanya syejuk dipandang mata.

Lah... katanya biar ayah Arsa bisa ikutan pake? yaaaaa kan ayah Arsa di rumah palingan 24 jam, gendongnya juga ga lama lama amat koq. xixixixixi *next time ya ayah belinya SSC 😋

Memilih gendongan ternyata bisa seribet itu ya? Wkwkwkwkwk.... iyalah, kan menggendong itu aktifitas harian dalam rangka mengasuh dan menjaga putra putri kita. Dan yang ngga kalah penting, menggendong adalah sarana untuk membangun bonding antara anak dan orangtua/ penggendong. Jadi sudah sewajarnya ketika akan membeli gendongan, kita cari yang ngga cuma nyaman buat si anak tapi juga harus nyaman buat di penggendong. Jangan sampai demi kenyamanan anak, tau-tau pundak kita sengkleh karena gendongan yang tidak ergonomis atau tidak cocok dengan kita.

Jadi, apa saja c yang perlu dipertimbangkan saat memilih gendongan? Here we go, ini dia tips buat buibu yang lagi pilih-pilih gendongan:

1.  Penggendong
Siapa saja yang akan memakai gendongan? Apakah hanya bunda atau orang lain juga akan memakainya seperti ayah, nenek, kakek, atau nanny? Kalo semua penggendong berpostur tubuh sama c okelah bisa gantian pakenya, tapi bagaimana kalo beda-beda? Misal nih, kebetulan bunda dan mbah Arsa sepostur, tapi bunda sama ayahnya Arsa udah beda jauh bodynya tuh. wkwkwkwk

Gendongan yang bisa dipakai oleh semua penggendong, jawaban pertama sudah pasti kain jarit 😃 Siapa saja bisa pake ya kan? Tapi tetep ya, gendongnya dengan posisi M-Shape. Hyaaa walopun sampai saat ini Mbah Arsa ga bisa pake jarit slipknot. Ngga apa lah mbah, senyaman mbah aja 😂😂 Ssstttt.... daripada protes terus simbah ga mau gendong2 lagi 🙊

Baca : Upgrade Ilmu Pergendongan

Kalo jarit c udah pasti pada punya ya? Klo mau jenis gendongan lain bisa pilih Ringsling, SSC, Hip Seat, Meh Dai, Woven Wrap, Stretchy Wrap

Baca : Babywearing : Ini Dia Jenis-jenis Gendongan

Untuk pouch, tidak bisa dipake untuk orang dengan postur tubuh yang beda jauh ya. Karena size pouch tergantung dari size penggendong. CMIIW

Etapi biasanya mbah-mbah n bapak-bapak sukanya yang praktis no ribet ya? Kalo gitu, jenis Meh Dai, Woven Wrap, Stretchy Wrap bisa diabaikan.


2.  Lama Menggendong
Durasi/ lamanya waktu saat menggendong. Coba hitung berapa lama biasanya buibu menggendong anak, dalam keseharian ya kan kita menggendong anak setiap hari, bukan hari-hari tertentu saja 😁 Ini untuk membantu kita menentukan mau pake gendongan yang bebannya tertumpu di satu bahu atau di kedua bahu.

Sehari-hari Arsa sama Bunda dan Mbah, dan karena sekarang si baby lion udah ga betah digendong jadi kami pakainya kain jarit dan Ringsling yang cepet buat dipake dan dilepas. Ringsling buat Bunda dan Jarit buat mbah. Aaahhhh simbah mah mau bentar atau lama yo tetep setia sama jarit. xixixixi

Babywearing using Autumn Ringsling from babywrap.com.my

Kalo si baby masih betah digendong lama-lama, bisa dipertimbangkan untuk memakai gendongan yang tumpuannya di dua bahu biar ga cepet pegel seperti SSC, Hip Seat, Meh Dai, Woven Wrap, Stretchy Wrap.

3. Usia Anak
Kenapa usia berpengaruh dengan pemilihan gendongan? Hal ini berkaitan dengan kemampuan yang dimiliki si baby. Apakah dia sudah mampu menegakkan kepala sendiri? Sudah mampu duduk sendiri? Dengan memperhatikan hal tersebut, kita bisa memilih jenis gendongan yang sesuai.

Jika anak belum bisa menegakkan kepala sendiri, jangan paksakan memakai SSC. Jika anak belum bisa duduk sendiri, jangan paksakan memakai Hip Seat. Kalo mau pake gendongan jenis kain (jarit atau wrap) pastikan leher bayi tertopang. Tetap... safety first, keamanan anak kita adalah yang utama.

Untuk baby usia kurang dari 4 bulan, bisa pake SSC dengan tambahan infant insert.

4. Berat dan Tinggi Badan Anak
Selain usia, postur tubuh baby juga perlu diperhatikan. Bayi dengan usia yang sama bisa saja memiliki berat yang beda. Atau bayi dengan usia yang berbeda bisa memiliki berat yang sama. Misal nih, Arsa sama Erols, terpaut 4 bulan tapi beratnya ga jauh beda. Wkwkwwkwk

Bayi yang imut-imut membutuhkan gendongan yang berbeda dengan bayi yang bongsor. Of course, karena bayi yang bongsor sudah pasti lebih berat dan lebih cepat bikin "pegel" 😆
Babywearing using SSC Cuddle Me

Lihat gambar diatas. Ayah Arsa gendong pake SSC Cuddle Me. Meskipun usia Arsa sudah cukup tapi berat badannya masih kurang, sehingga masih "tenggelam". Padahal Cuddle Me memiliki body panel yang lebih kecil dari SSC lainnya. Dan kelihatan banget ya dia ngga nyaman 😁 Jadi beli SSC-nya nunggu berat badan cukup ya nak 😉

Arsa termasuk golongan bayi yang imut-imut, jadi Bunda masih setrong lah kalo menggendong dengan tumpuan satu bahu. Andalan banget si Autumn Ringsling dari Babywrap. Cie cie cie gendongan anyar ya dinggo bae. Halo apa kabar ww'nya? lagi betah jadi penghuni lemari 😆😆

5. Budget
UUD... Ujung-ujungnya duit 😝 Yaealah... emang mau beli pake daun? Horor dong 👻👻👻
Tetapkan budget maksimal untuk beli gendongan sesuai kemampuan masing-masing. Pilih yang ergonomis dan NO KW!

Sekarang banyak koq, gendongan lokal yang ergonomis nan ekonomis. Misal nih, Nana Babycarrier, Andrea Babycarrier, Bobita, Zakkel, Cuddle Me, Havi, The Nest, Foglia dan yang terbaru AnggyA 😍😍 *emaknya Arsa mupeng klo liat ww Andhara 😵

Dengan budget dibawah 200K, buibu sudah bisa beli Ringsling. Mau SSC? Bisa didapet dengan harga mulai 275K. Atau pengan woven wrap? Mulai 300K bisyaaaa. Kalo buibu kreatip n pinter jahit, bisyaaa banget custom DIY 👌👌

Sebelum memutuskan untuk beli gendongan yang mana, ada baiknya buibu cari informasi sedetail-detailnya tentang jenis maupun merk gendongan yang dimau. Biar lebih efisien dan ekonomis, pilih gendongan yang bisa digunakan sejak usia anak sekarang sampai sekiranya anda kuat menggendong. Kalo pengen punya macam-macam gendongan c ga masyalah 😉

Makin bingung bu pilih yang mana? Huhu... jangan bingung-bingung bu. Bisa koq nyewa atau nyicipin dlu biar mantep. 😍😍 bisa ya nyobain dlu? Bisa banget.... Dimana? Buibu bisa gabung ke komunitas pecinta gendongan di daerah masing-masing. Untuk area Cilacap, Purwokerto, Purbalingga bisa gabung ke komlok Banyumas Babywearers

Pic Source : FB Banyumas Babywearers

Yuks join... buibu bisa dapet banyak ilmu pergendongan, ketemu teman-teman baru, sharing tentang gendongan dan bisa ikutan traveling carrier, dengan syarat dan ketentuan pastinya.

So, apapun gendongan yang buibu pilih, pastikan nyaman buat baby dan penggendong, ergonomis dan Big NO KW. Happy babywearing moms.... 😗





Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In babywearing family parenting

Babywearing : Ini Dia Jenis-Jenis Gendongan untuk Bayi



Emak-emak jaman now harus smart dan update segala sesuatu yang berhubungan dengan pola asuh dan tumbuh kembang anak. Salah satunya tentang gendong menggendong yang kelihatannya sepele tapi ternyata not that simple. Ada ilmunya, ada caranya biar menggendong jadi kegiatan yang fun, bebas dari momok "menggendong bikin pegel" atau "anak jadi aleman".

Baca : Upgrade Ilmu Pergendongan



Jaman now, gendongan bayi ada buanyak jenisnya lo, dengan bahan, warna dan motif yang beragam pula. Aq saranin kekepin dompet kenceng2 saat windows shopping gendongan, karena semuanya bisa bikin mupeng 😵😵 *ini emak Arsa banget

Banyaknya jenis gendongan yang beredar di pasaran, bisa membuat Anda bingung menentukan pilihan. Mupeng boleh, tapi jangan sampe salah pilih ya bu, fatal akibatnya terutama buat saldo di rekening 😝

Biar ga makin bingung, nih aq kasih tau jenis-jenis gendongan yang bisa Anda pilih.

1. Kain Jarit/ Selendang/ Cukin
Pasti semua ibu punya kain jarit. Entah sengaja beli untuk persiapan kelahiran buah hati, kado kelahiran bayi atau jarit turun temurun warisan nenek moyang 😁 *Arsa punya banyak nih jaritnya uyut.

Jarit adalah kain batik panjang tradisional khas Indonesia dengan berbagai macam motif yang cuwantik. Untuk jarit/ kain gendongan umumnya bermotif bunga-bunga 😍😍

Dengan panjang sekitar 240 cm, jarit tetap bisa dijadikan gendongan bayi yang nyaman dan elegan dengan teknik tertentu. Anda hanya perlu belajar dan terus mencoba sampe menemukan posisi yang nyaman untuk Anda dan anak Anda.

Umumnya yang dipakai adalah teknik Slipknot atau Simpul Jangkar. Yang waktu sekolah jadi anggota Pramuka pasti mahir ya bikin simpul ini. Kalo lupa lupa ingat, bisa search tutorialnya ya.


 Babywearing using Cukin with Slipknot


Bisa juga pake teknik Double Knot/ Simpul Mati. Yang anggota Pramuka cung 👆  Nanti jadinya bakalan seperti Pouch. Arsa ga pernah aq gendong pake teknik ini jadi ga punya gambarnya 😁😁

Kalo aq lebih sering memakai teknik Front Cross Carry dengan Ring di belakang. Kalo teknik slipknot dan double knot beban tertumpu di satu bahu, sedangkan FCC beban terbagi di dua bahu sehingga lebih nyaman buat aq dan Arsa.
Front Cross Carry with Ring using kain jarit

Kain jarit bisa dipake buat gendong depan (front carry), gendong samping (hip carry) dan gendong belakang (back carry). Kain jarit emang everlasting. Bisa dipake sejak newborn sampe kapanpun si baby ogah lagi digendong 😂

2. Ring Sling
Hampir sama dengan jarit, bedanya, ringsling menggunakan 2 buah cincin (ring) dari bahan besi atau aluminium di salah satu ujungnya yang berfungsi sebagai pengatur kekencangan dan panjang pendeknya kain.
Babywearing using Autumn Ringsling from Babywrap.com.my

Untuk tipe anak aktif yang suka naik turun gendongan, Ringsling pilihan yang tepat. Karena beban tertumpu di satu bahu, bisa bergantian bahu secara berkala biar ga cepet pegel.

Ringsling bisa dipakai sejak newborn sampe sekuat emaknya 😁

Kain jarit bisa dibuat ringsling dengan menggunakan 2 ring, menjadi "no sew ringsling".

Mungkin Anda memiliki gendongan ringsling yang banyak beredar di pasaran. Plis... cek ringnya ya. Pastikan ring bundar sempurna, tanpa celah. Karena celah sedikitpun bisa berbahaya buat anak Anda.

3. Pouch Sling
Pouch sling berupa selembar kain yang kedua ujungnya dijahit menjadi satu sehingga berupa "kantung". Pouch cocok bagi yang ngga suka ribet karena selain bentuknya yang simpel dan ringkas saat dilipat, pouch relatif mudah dan cepat dipakai meski begitu beban hanya bertumpu di satu bahu. Pouch ada yang terbuat dari bahan katun yang tidak melar dan ada pula yang terbuat dari kaos atau lebih dikenal dengan sebutan Geos dengan warna dan motif yang ucu anet, dijamin bikin ngiler mamak-mamak  😵😵

Babywearing using Pouch The Nest


Gendongan jenis ini memiliki ukuran yang disesuaikan dengan ukuran tubuh pemakai. Karena tidak dapat diatur panjang pendeknya seperti jenis gendongan lain, maka Pouch tidak bisa digunakan bersama untuk orang dengan ukuran badan yang berbeda.


Kalo mau memilih Pouch, pastikan ukurannya pas sesuai postur penggendong. Cara menentukan size dengan mengukur horizontal dari pundak ke pinggang. Pastikan kain tidak melebihi pinggang, jika melebihi otomatis tidak pas dengan postur penggendong dan menggendong terasa tidak nyaman.

Pouch bisa dipake sejak usia 4 bulan sampai toddler.

4. Woven Wrap (WW)
Woven wrap adalah kain tenun panjang yang digunakan untuk menggendong dengan berbagai teknik untuk mengikat tubuh penggendong dan bayi. Woven wrap memiliki panjang yang variatif s/d 5,2 meter. Bagaimana menentukan size yang pas untuk kita?

Cari dulu base size yaitu ukuran dimana kita bisa menggunakan teknik Front Wrap Cross Carry sebagai teknik dasar gendongan. Biasanya yang memakai baju ukuran S-M akan menggunakan size 4 (3,7 m) atau size 5 (4,2 m). Sedangkan yang biasa memakai size L-XL akan menggunakan size 6 (4,7 m) atau size 7 (5,2 m).

Emaknya Arsa biasa pake baju ukuran S dan saat menggendong dengan teknik FWCC, cukup dengan WW size 4. Pun begitu tetap bisa menggunakan size 5 bahkan 6 walopun sisa kainnya lumayan panjang 😪😪

Meskipun "ribet" tapi ww ini sangat nyaman dipake selain karena beban terbagi di dua bahu dan pinggang, juga lebih aman dan nyaman karena anak serasa benar-benar "dipeluk" ibu atau penggendong. Dan lagi, bisa eksplor berbagai macam teknik. Yippiiiii ini asiknya disini. hehehe....

 Cangaroo Carry using WW Havi Kenanga Size 4

Semi FWCC Poppin Finish using WW Little Frog Size 4

Karena WW terbuat dari kain tenun dan tidak melar, gendongan jenis ini bisa dipakai dari newborn sampai toddler. Dan bisa digunakan untuk front, hip atau back carry. Huhuuu emaknya Arsa udah pengen back carry tapi belum cukup nyali. xixixixi....


Kita juga bisa buat sendiri alias DIY gendongan woven wrap menggunakan kain tenun yang ada banyak jenisnya di Indonesia dengan motif yang tidak kalah cantik dengan tenun buatan luar negeri.

5. Stretchy Wrap (SW)
Stretchy wrap serupa dengan woven wrap, hanya saja SW terbuat dari kain panjang yang "melar". SW dapat digunakan sejak newborn. Seiring bertambahnya berat badan bayi, dan karena sifat bahannya yang melar, maka SW kurang support untuk digunakan sampai dengan usia toddler.

6. Soft Structured Carrier (SSC)
SSC memiliki body panel, sabuk di bahu (shoulder pad) dan pinggang (waistpad). Untuk mengatur kekencangan, menggunakan sistem buckle/ ceklekan sehingga tidak perlu ikat mengikat. SSC mudah digunakan oleh siapa saja sehingga bisa untuk pemakaian bersama.


Babywearing Dad with SSC Cuddle Me😍😍


SSC bisa digunakan untuk front, hip atau back carry. Umumnya SSC bisa digunakan sejak bayi usia 4 bulan, umumnya dengan berat minimal 7 kg dan telah memiliki kontrol leher yang baik. Untuk bayi dibawah 4 bulan bisa digunakan dengan penambahan infant insert. Jika body panel sudah tidak cukup menopang tubuh bayi, bisa upgrade ke ukuran toddler. Beberapa produsen menyediakan ukuran sampai preschool.

7. Meh Dai
Meh Dai adalah versi modern dari gendongan tradisional Tiongkok. Meh Dai memiliki body panel dan 4 tali di ujung-ujungnya untuk mengikatnya ke tubuh penggendong. Meh Dai dilengkapi dengan busa di pundak untuk kenyamanan penggendong. Beban tertumpu di dua bahu, punggung dan pinggang.

Meh Dai dari Daiesu 

Gendongan ini bisa digunakan bersama karena untuk pengaturannya menggunakan tali yang diikat. Meh Dai bisa digunakan untuk front, hip dan back carry.  Selain Meh Dai, ada juga Onbuhimo yang merupakan adapatasi dari gendongan tradisional Jepang. Onbu mirip dengan tas ransel sehingga cocok bagi ibu yang sedang hamil karena tidak memiliki waistpad.

Kol Kol Onbuhimo

Emaknya Arsa masih penasaran pengen nyobain Meh Dai dan Onbu 😂


8. Hip Seat
Hip Seat, gendongan yang sedang populer sekarang. Apakah hip seat aman digunakan? Yup, selama itu produk Original dan kualitas oke.

Hip Seat Ergobaby

Hip seat sebaiknya dipakai ketika anak sudah bisa duduk sendiri tanpa bantuan. Jika belum mampu duduk sendiri, bayi bisa merosot karena body hip seat belum full support M-Shape. Untuk infant bisa menggunakan infant insert.

Pernah ya ke babyshop, hampir nyomot hip seat er**ba** seharga 300an dan setelah cek ricek ke webnya ternyata mehong, ada 2jetian 😁 


9. Narrow Based Carrier
Ini adalah jenis gendongan yang banyak beredar di pasaran. Pasti pada punya, ya kan? minimal kado pas lahiran deh 😁 Apakah gendongan jenis ini termasuk gendongan ergonomis?


Narrow based carrier adalah gendongan dengan bentuk dudukan yang menyempit. Ini sama sekali tidak support knee-to-knee sebagai salah satu syarat gendongan ergonomis. Lihat gambar sebelah kiri di atas. Suka ngilu kalo liat bayi digendong dengan kaki menjuntai seperti itu. Dudukan bayi bukan di pantatnya tapi di area vitalnya 😱. Punggung bayi juga jadi lurus, tidak sesuai dengan prinsip C-Shape. Coba buibu bayangkan digendong seperti itu, kira-kira kuat berapa lama? Pasti pegel ya buk.... 😂

Nah, biar ga mubadzir itu gendongan, bisa diakali dengan mengikatkan scarf di bagian bawah (lihat gambar sebelah kanan) sehingga bayi lebih nyaman digendong dan support M-Shape dan C-Shape.

Ternyata banyak ya jenis gendongan. Trus yang terbaik yang mana?
Semua gendongan ergonomis adalah baik. Tinggal kita nyaman pakai jenis yang mana. Ada yang nyaman dengan ww, ssc atau ringsling.

Huhuuuu jadi bingung ya bu mau pilih yang mana? Next post aq kasih tips memilih gendongan yang cucok 👌👌

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In babywearing family parenting

Upgrade Ilmu Pergendongan


Before my child was born, aku mikirnya "Nggendong? Ahhh kecil... tinggal pake jarik, dislempang, dikuwel di pundak, udah beres deh".

After my child was born, jangan tanya, ternyata ga gampang 😂. Makanya yalah jangan suka menyepelekan hal yang kelihatanya sepele. Dududududu

So, gimana kalo mau gendong Arsalan? Dibantuin, aku pegang Arsa, orang lain yang makein jariknya. But mostly, yang nggendong mbahnya. hhhmmmmm masih c sampe sekarang 😁


Seiring waktu, dengan kondisiku yang makin sehat pasca operasi sc, aku mulai bisa nggendong Arsa dengan jarik walopun ga kuat lama-lama. Kenapa mak? pundak pegel? Ngga juga c karena Arsa mungil jadi pundak ga cepet pegel. Cuman, karena Arsa sampe umur 3 bulanan lehernya belum kuat jadi tangan kiri musti menopang dari kepala, leher sampe punggungnya. Huhuhu apalagi kalo pas rewel ga mau turun gendongan, bentar-bentar "Mbah... gantian" 😂 Atau ngga mbah yang inisiatif gantian karena menurutnya aku le nggendong "kaku". hehehehe

Nggendongnya dengan posisi Arsa rebahan dan kakinya lurus sejajar. Cara nggendong khas Indonesia lah  dan belakangan aku baru tau itu namanya cradlle position 😅

Arsa 4m18d waktu liburan lebaran di rumah uti
Semakin hari Arsa semakin bertambah berat. Walopun naik BBnya ngga yang ekstrim, tapi tetep aja ya lama-lama berasa mau sengkleh ini pundak dan tangan. Dia juga kalo digendong aku kaya ngga betah gitu. Mungkin karena akunya ngga nyaman dengan cara nggendong gitu, jadinya Arsapun ikut merasa ngga nyaman.

Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus bisa belajar mencari posisi yang pas dan nyaman buat nggendong Arsa. Karena aku mau, saat dia butuh dipeluk, butuh disayang, maka yang memenuhi kebutuhan itu adalah aku, Bundanya.

Mulailah sercing-sercing gimana caranya gendong bayi yang benar.

Tara... nyatater gendong dengan posisi tersebut ngga optimal buat perkembangan tulang bayi. Heh? Ciyus? Why? Karena bisa menyebabkan Hyp Dysplacia. Apaan tuh?


Hip Dysplacia adalah kondisi di mana pinggul tumbuh dengan tidak normal. Bisa karena tidak pasnya (dislokasi) posisi tulang, hingga ketidakstabilan soket tulang. Posisi tulang bayi yang lebih rapuh dibanding orang dewasa ini berarti bahwa tulang bayi secara anatomis bisa lebih mudah bergeser keluar dari dari soketnya (acetabulum) dan tidak selaras (subluxated). Hip Dysplacia bisa terjadi sejak masih di dalam kandungan karena beberapa faktor seperti kehamilan sungsang, kondisi rahim yang sempit, dan setelah dilahirkan karena posisi menggendong dan bedong yang kurang tepat. (source : id.theasianparent.com)

More about Hip Dysplacia on hipdysplasia.org


Woooo ngeri yo?Jadi gimana cara gendon yang tepat? This is it...

 
Posisi yang tepat untuk menggendong bayi adalah dengan posisi kaki membentuk huruf M atau dikenal dengan istilah M-Shape dan jika dilihat dari samping akan membentuk huruf C atau C-Shape dan J-Shape ketika anak bertambah besar. Kalo kita-kita c nyebutnya "dipekeh". Posisi M-Shape ini sudah bisa diterapkan sejak new born alias tembe klower.

Selain memperhatikan M-Shape dan C/J-Shape, menggendong juga harus memenuhi prinsip TICKS
Versi Bahasa Indonesia di gendongangeek.com


Berapa usia Arsa ketika emaknya akhirnya tahu ilmu pergendongan ini? hampir 5 bulan 😂 Tidak ada kata terlambat untuk berubah demi kebaikan. Ngga perlu maksa merubah mindset orang lain. Merubah mindset diri sendiri aja butuh waktu koq. Meskipun akhirnya tau ilmunya, dasarnya, tidak yang serta merta langsung aku praktekan. Masih harus cek ricek. Apalagi ini untuk anak sendiri, pasti cari yang terbaik kan kan kan?

Kenapa pada akhirya aku terapkan M-Shape? Ini berdasarkan pengamatan langsung di lapangan,eh di kasur. Coba lihat ketika bayi sedang tidur. Bagaimana pose kakinya? Apakah lurus? Atau kaya kodok? Berbentuk huruf M? Iyeeesss... Lalu ketika masih dalam kandungan, apakah kakinya lurus? No! Nekuk? Yes. Jadi memang seperti itulah posisi natural anatomi pada bayi.

Mulailah latihan gendong posisi M-Shape. Awalnya deg-degan, takut salah, takut Arsa sakit, takut dimarahin mbah, endebre endebre. Apalagi usia Arsa yang sudah masuk 5 bulan, sudah ga bisa diem. Kalo masih new born kan masih enak diatur ya? hehehe...

Eh, koq Arsa diem aja ya gendong model gini? anteng dan ga pake lama udah liyer liyer. Nyaman ya dek? enak ya? huhuuu Bunda juga nyaman nak gendong gini, Akhirnya keterusan deh gendong posisi gini.

Reaksi mbah dan orang sekitar gimana? xixixixi udah bisa ditebak lah yao

Apa bedanya sama gendong model konvensional? See picture below :

 

 Gendong Arsa (5m9d) menggunakan cukin dengan teknik Slipkot (simpul jangkar)

Gendongan bukan cuma jarik lho. Ada banyak macam dan modelnya. Apa aja itu? Next post ya gengs! 😉 

Meskipun menggendong adalah aktifitas sejak jaman baheula yang turun temurun dari nenek moyang kita, seiring perkembangan jaman dan perkembangan pengetahuan, menggendong juga ada ilmunya. Yuk berani membuka diri untuk menerima pengetahuan baru. Jangan cuma gadgetnya yang di upgrade, ilmu pergendongannya juga harus diupagrade. Karena menggendong lebih dari sekedar membawa anak kita dengan gendongan. Menggendong adalah saling mencurahkan kasih sayang dan berbagi kedamaian.

Wanna know more about babywearing, please join Indonesian Babywearers

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In workingmom

ALHAMDULILLAH... RESMI NAIK PANGKAT


Beberapa waktu kemarin sebenernya banyak cerita yang mau aku share. Berhubung banyak kesibukan di kantor dan di rumah akhirnya ide-idenya jadi menguap dan terbang terbawa angin. wuuuuzzzz....

Ahhh bilang aja lagi males. Iya itu c faktor utamanya. xixixixi

Salah satu cerita yang sayang banget buat ga ditulis ya ini, tentang Kenaikan Pangkat tahun ini. heheheee... kenapa? Bikos ini peristiwa bersejarah ya dalam perjalanan karir aku 😜

Buka buku sejarah dlu yuk, kan dimana-mana lagi in pelajaran sejarah 😁

Kami, aku dan suami saat menikah (April 2009) belum memiliki pekerjaan tetap tapi kami percaya menikah adalah pintu pembuka rejeki. Alhamdulillah ga sampe 1 tahun setelah menikah (akhir 2009), aku kecantol CPNS di Pemkab Cilacap. Setalah sebelumnya2x  mencoba peruntungan di Banyumas tapi masih "anda belum beruntung".

Saat itu aku punya 2 ijazah, D3 dan S1. Kupake ijazah D3 buat ngelamar. Apa ga sayang tuh S1-nya? Iya c tapi karena formasi yang lebih banyak adalah untuk D3, jadilah daftar pake D3. Asal nyantol dlu, nanti kan bisa sekolah lagi. Huhuhuhu

Alhamdulillah dilancarkan sampe embel-embel C-nya lepas dan resmi berstatus PNS dengan pangkat PENGATUR (II/c). Yaaa ga lancar-lancar amat c karena Diklat Prajabatannya penuh perjuangan. Aaahhh kalo dicritain mah... antara bangga dan malu. wkwkwkwk

Awal tahun 2013 secercah harapan muncul saat liat postingan di FB (entah punya siapa, aku lupah) 😔 tentang Ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (UKPPI).

Ga pake lama, langsung cuuuss ah meluncur ke BKD nanya-nanya ini itu ono tentang UKPPI tersebut. Yang intinya aku punya ijazah S1 bisakah ikut ujian?

And the answer is... Yess! Woohoooo ini kesempatan emas dong, ga pake mikir, saut brooo... tas tes tas tes urus persyaratan.

Singkat cerita, berangkatlah ke Semarang buat ikut ujian. Dan perjalanan kali ini juga penuh lika liku yak. Yang adalah berkaitan dengan keunikanku yang anti-bus. wkwkwkwk

Ujian selesai, lulus... dapat Surat Keterangan Lulus. Dan... Suratnya SALAH. wkwkwkwk aduh mak, ternyata ga semulus yang dibayangin ya. Urus lagi...

Surat revisi jadi, urus pengajuan Kenaikan Pangkat ke Golongan III, dan bulan Oktober 2013 terima SK Kenaikan Pangkat dari Pengatur (II/c) ke Penata Muda (III/a).

Seneng bukan main dong ah eike. Gimana ngga coba? Itu memangkas waktu selama almost 5 years. Its mean, how much money should I spend for college again? eeuuuwww banyak bo... tapi yang paling seneng so pasti ga perlu bikin skripsi lagi. wkwkwkwk





Dan tahun ini, Alhamdulillah... kebahagiaannya bertambah lagi. Setelah kehadiran buah hati di bulan Februari lalu, per 1 Oktober 2017 ini, resmi naik pangkat ke Penata Muda Tingkat I (III/b).

Selasa (26/9) lalu, akhirnya... untuk pertama kalinya bisa ikut apel di halaman Pendopo Wijayakusuma Cakti. hahahaha lebay ya? Iyalah... hampir 8 taun jadi PNS disini tapi apelnya masih di depan kantor kelurahan terus mentok-mentoknya di kantor kecamatan. wkwkwkwk Curcol bu? hiyaa kali aja ada orang kepegawaian yang baca blog ini trus dibukakan hatinya biar aku bisa apel di tempat lain. wkwkwkwkwk... wake up wake up *plak plak

Alhamdulillah apel kemaren ditemani rintik gerimis syandu. Ini adalah hujan yang membawa berkah (Aamiin...) Mereka seolah berbisik "Congratz Eva, you deserve to have it". Semoga dengan diterima SK Bupati Cilacap ini, menjadi penyemangatku untuk terus bekerja dan berkarya. Memberi yang terbaik untuk negeri dan masyarakat.

Thanks a lot buat suami, my little lion, keluarga dan teman-teman semua atas supportnya selama ini. I love u all 😗

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In health

Arsa dan Sembelit - Season 2


Lah koq pake season 2 segala, emang yang kemaren belum final ya? Belum... masih to be continued 😌
 
Season 1 kemaren cuma 4 episode tapi udah bikin deg-degan. Lah season 2 ini malah sampai 10 episode 😱😱 Bingung dan cemas ya kalo anak ga pup selama itu? Sudah bisa dipastikan nanti kalo pup pake drama berderai air mata. Jadi Bunda sudah mesti siap mental kapanpun itu terjadi.

baca : Arsa dan Sembelit

Dan hari yang ditunggupun datang (5-sept). Ketika sore-sore di hari ke-10 nangis kejer, kakinya kaku, pantatnya ngimput. This is it, the moment of truth, pup time. hiks hiks padahal udah nyiapin mental etapi ya tetep aja ikutan mewek emaknya. Lah bijimane kaga mrebes mili? Orang dewasa aja nek lagi bebelen rasanya engga banget, lah ini bayik dengan kondisi spesial pulak, nggreges atine simbok nak 😭😭

Syukur Alhamdulillah moment itu terjadi ketika jadwal ayahnya pulang, jadi ada yang buat "ayem ayem" 😀  Bunda yang lagi sakitpun tiba-tiba sembuh ngeliat pujaan hati rewel terus karena sembelit.

Malam itu Ayah Bunda masih optimis Arsa bisa pup sendiri tanpa bantuan dokter. Jadilah kita serumah begadang jagain Arsa karena tiba-tiba bangun, nangis, ngeden, keluar cuman sebiji jagung, enen, bubu lagi, kebangun lagi, gitu terus sampe pagi.

Pagi harinya, masih terus berusaha sekuat tenaga. Lama-lama kita ga tega. Setelah manda mundu akhirnya jam 10 kurang meluncur ke DSA kesayangan Arsa. Dan hahhaaa sudah bisa ditebak ya sampe sana OomDok sudah pindah praktek. Okelah kita balik lagi nanti sore.

Pulanglah kita sambil terus berdoa, agar Arsa diberi kemudahan untuk pup. Ya Alloh... meh pup ae koq rekasane 😢😭


Sepanjang hari Arsa tetap nangis setiap kali mau pup. Tapi lama-lama pupnya udah berkurang tingkat kekerasannya 😤 Kasih air putih, pijit ILU, senam gowes, searching 'n sharing sana sini, pokoknya apa ajah yang bisa ngebantu. Sampe deadline jam buka praktek OomDok , kayanya Arsa udah sukses ngeluarin semua sampahnya. Akhirnya cancel appointment deh. Good job son 👍👍

Ayah, Bunda, Mbah ikutan lega rasanya, plooong... karena dari kemaren kitapun rasane ikutan mules. Gemes ya pengen deh itu pup yang udah ngawe-ngawe tek sogrok sisan. wkwkwkwk
.
.
Okeh fain, Bunda coba review kenapa kamu bisa sembelit ya nak.

1.  Kenalan dengan MP-ASI
Sejak lahir hingga usia 6 bulan, Arsa cuma kenal ASI. Jadi tidak heran begitu ada makanan padat yang masuk, lambungnya "kaget". Menurut petunjuk MPASI WHO, pada umur 6 bulan sistem pencernaan bayi termasuk pankreas telah berkembang dengan baik sehingga bayi telah mampu mengolah, mencerna serta menyerap berbagai jenis bahan makanan seperti protein, lemak dan karbohidrat.

Kalo dari menu Arsa gimana? Adakah pemicu sembelit?

Dari awal MP-ASI bunda kenalkan jenis-jenis bahan pangan dimulai dengan menu tunggal yang menurut Bunda urutannya sudah pas.

baca :Serunya MP-ASI Perdana Arsalan

Saat menyusun menu tunggal, bukan hanya komposisi menunya, bagaimana reaksi tubuh juga perlu diperhatikan. Apakah menimbulkan alergi atau tidak. Ngga kalah penting juga bagaimana pupnya. Apakah normal atau malah mengalami sembelit.

Dari hari pertama sampai hari ke-12, masih normal dan tidak mengalami sembelit. Barulah dihari ke-13 mengalami kendala. Silakan baca Arsa dan Sembelit untuk detail lengkapnya ya 😊

Sembelit season 2 ini dimulai saat memasuki menu 4* (karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur + lemak tambahan). Untuk meminimalisir sembelit, baiknya bahan pangan yang berserat tinggi tidak lebih dari 2. Jadi sebisa mungkin, dan tiap hari harus putar otak, serat tinggi di menunya Arsa cukup 1. Kalo tidak memungkinkan ya maksimal 2 lah.

Lho, bukannya makanan tinggi serat itu bisa melancarkan BAB?  
Untuk orang dewasa iya, karena fungsi pencernaannya sudah terbentuk sempurna. Tapi tidak dengan bayi, bahkan beberapa bayi fungsinya masih belum sempurna dan optimal, Arsa misalnya. Bayi memang butuh serat, tapi kalau terlalu banyak justru memberatkan kerja pencernaan.

Perhatikan tekstur juga ya. Tekstur makanan disesuaikan dengan sistem pencernaan dan kemampuan mengunyah pada bayi. Karena bayi 6 bulan mostly belum punya gigi, jadi teksturnya masih semi kental (jika sendok dimiringkan, makanan jatuh secara perlahan). Usia 9 bulan dinaikkan menjadi lembek dan pada usia 12 bulan sudah bisa makan makanan meja keluarga (Panduan MP-ASI WHO).


2.  Kurang Cairan
Sudah pada tahu kan ya? Bahwa minum air sangat penting untuk memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh. Terus kalo ngga minum kenapa? Haus maaakkk... 😂 Normalnya orang dewasa perlu minum 8 gelas per hari atau sekitar 2 liter. Bagaimana dengan bayi? Jelas beda dong ah, ga mungkin lah ya bayi minum segitu banyak, kembung dong. hehehe...

Jadi berapa kebutuhan minum pada bayi? Hitungnya, kebutuhan air adalah 30 ml per kilogram berat badan. Jadi misal BB bayi 7 kg, maka kebutuhan airnya 7 x 30ml = 210ml. Jika masih ASI, maka setengahnya saja. Aaaiiish inilah jeleknya Bunda Arsa, kalo baca ya udah baca aja, ga dicatet ato minimal ss lah biar jelas sumbernya. Tapi mamak-mamak kece mah pinter ya, silakan googling biar mantep 😁

Kalo Arsa gimana? Apakah sudah tercukupi? uuhhh eeh eehhhmmm kayanya belum deh. Emaknya mikirnya karena masih ASI ya udah cukup. Jadi Arsa mimi buning ya kalo pas mamam ajah 😣 Dan taunya teori 👆 telat banget. wkwkwkwk hadeuh... padahal kan kurang cairan bisa menyebabkan kotoran jadi kering atau keras sehingga susah dikeluarkan. Jadi pantas saja ya Arsa sembelitnya berlarut-larut.

3.  Pemberian Susu Formula
Akhirnya... Arsa kenalan sama sufor. Walopun dengan berat hati, akhirnya Ayah Bunda memutuskan untuk ngasih sufor ke Arsa. Karena pabrik ASInya Arsa lagi mogok produksi 😀

Sufor dan ASI jelas memiliki komposisi yang berbeda. ASI sangat mudah dicerna oleh lambung bayi, karena itulah disarankan bayi usia 0-6 bulan hanya diberi ASI eksklusif.

baca : Sukses Lulus ASI Eksklusif Baby Arsa

Susu formula lebih susah dicerna daripada ASI. Hal inilah yang kemudian menyebabkan pup bayi lebih keras sehingga rentan menyebabkan sembelit. Dan setelah konsul susulan ke OomDok'nya Arsa, ini salah satu penyebab kenapa kemaren pup Arsa sempet ada bercak darahnya.


4.  Kondisi Medis Tertentu
Dikutip dari www.alodokter.com kondisi medis tertentu dapat berkontribusi kepada terjadinya sembelit pada bayi. Pada bayi usia di bawah 6 bulan, biasanya beberapa penyebabnya adalah kelainan organ saluran cerna sejak lahir, alergi susu sapi, penyakit seliak, kadar kalsium terlalu tinggi dalam darah (hiperkalsemia), hipotiroid, penyakit hirschprung, dan kelainan sumsum tulang belakang. Beberapa kondisi medis lain yang bisa menyebabkan bayi mengalami sembelit atau susah buang air besar, antara lain keracunan makanan, alergi makanan, atau alergi susu sapi.

Bunda Arsa kaga ngerti itu istilah2 apaan artinya 😅 Jadi sila googling buat yang penisirin. 

Kalo Arsa kenapa? Karena kelainan organ saluran cerna sejak lahir. Kapan-kapan aq post detailnya 😏
.
.
.
Jadi setelah tau penyebabnya, apa saja yang dilakukan buat ngatasin sembelit Arsa supaya tidak terulang?

1.  Atur Menu dan Tekstur MP-ASI Arsa
Seperti yang sudah aq jembreng diatas,  untuk meminimalisir sembelit, bahan pangan yang berserat tinggi tidak lebih dari 2, kalo bisa cukup 1. Bahkan kadang semuanya rendah serat. hohoho

Apa saja bahan pangan yang serat tinggi dan rendah serat? Bisa cek disini 

Selain pengaturan menu, juga pengaturan tekstur. Dengan pertimbangan kondisi organ cerna Arsa yang berbeda. Jika bayi lainnya sudah mampu mencerna dengan tekstur semi kental, mungkin Arsa belum mampu. Jadi aq turunkan dulu teksturya menjadi lebih encer. Padahal ini bocah udah nongol gigi 2 ya, harusnya udah bisa ngunyah malah ya. wkwkwkwk inimah imajinasi simboknya kelewatan.

2.  Perbanyak Asupan Cairan
Untuk membantu proses pencernaan makanan, perlu dibantu dengan pemberian cairan. Jika kemarin-kemarin Arsa hanya diberi air minum waktu makan, sekarang lebih diperbanyak. Diperbanyak bukannya waktu makan dikasih minum yang banyak ya, nanti malah kenyang sama air. Jadi dipersering, dikit-dikit tapi sering.

3.  Back to ASI
Tetap pumping, walopun hasilnya seuprit 😂 Awalnya merasa bersalah banget ya ga bisa full ASI. Tapi pilih mana? Mau egois demi predikat full ASI? Kasian Arsa dong. As long as you love me, eehh... selama ada stok ASIP walo cuman sebotol, ya dikasih ASIPnya dulu. Kalo lagi out of stock barulah terpaksanya kasih sufor. 

Need some help buat relaktasi euy  


4.  Berikan Laksatif Alami
Apa saja makanan yang bersifat laksatif alami? Yaitu prune, plum, apricot, persik. Ayahnya Arsa sudah ublek se-Cilapop ga nemu, akhirnya import dari Purwokerto. wkwkwkwk

Kalo pepaya bagaimana? Pepaya yang makan bundanya. Karena secara teori, pepaya itu tinggi serat dan bisa menyebabkan sembelit untuk bayi.

Etapi kemaren sempat aq kasih ke Arsa karena nada-nadanya mau sembelit lagi. Alhamdulillah ga jadi sembelit. hehehe... jadi kembali lagi ya, teori itu ga selalu benar. hahahah

5.  Selalu Ingat Kondisi Medis Arsa
Lagi-lagi standar harus diturunkan. Kalo melihat berbagai teori, harusnya phisically Arsa udah bisa begini begitu, BB dan TB udah segini. Tidak harus semua hal sesuai dengan teori kan, bisa stres sayanya 😅 Harus belajar memaklumkan diri sendiri bahwa kondisi anakku berbeda, jadi ga usah gampang baper. wkwkwkwk (nyempil curcol)
.
.
.
So, bagaimana progress BAB Arsa setelah langkah-langkah diatas diterapkan?
Alhamdulillah sekarang BABnya sudah lancar. Walaupun kadang agak keras, ga pakai nangis kejer lagi. Etapi kadang pup biasa juga dia tetap nangis. Kapan itu? Dikala enak-enaknya bobo malah mules pup. Ini persis banget ayahnya ya, suka bete kalo lagi bobo pake acara mules segala. xixixixi

Semoga ke depannya tetap lancar jaya ya pup'nya Arsa 💩 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Diberdayakan oleh Blogger.