In health PCOS promil

Promil Story : MIMPI BURUK ITU BERNAMA PCOs


Setelah mencoba konsultasi ke dokter kandungan di Cilacap dan belum ada hasil, kami berganti dokter di Purwokerto.

Baca : Promil Story : RISE AND MOVE ON

Dari masukan beberapa teman, kami akhirnya memutuskan ke dr. H. Adi Setyawan, Sp.OG (K) di Klinik Utama Restu Ibu yang terletak di sebelah timur GOR Satria Purwokerto.

Seperti biasa, kunjungan pertama di hari kedua haid. Setelah melakukan pendaftaran, kemudian di timbang berat badan dan diukur tensi oleh perawat. Juga ditanya kapan terakhir kali haid dan riwayat kehamilan sebelumnya. Selanjutnya menunggu giliran dipanggil. Kami lebih sering mengambil jadwal sore dan baru dimulai sekitar jam 5. Kalo pagi juga bisa mulai jam 8 tapi harus dengan perjanjian.

Selalu deg-degan kalo menunggu giliran konsultasi. Apalagi ini lain dokter, pasti harus diagnosa dari awal lagi. Takut ternyata memang benar-benar aku "sakit". Tibalah giliran kami...

Kesan pertama, galak *hahahaha piiisss pakdok ✌

Yang pertama ditanyakan, berapa lama kami menikah? Kami jawab sudah hampir 6 tahun dan ada riwayat keguguran di usia kandungan 8 minggu. Selanjutnya ditanyakan juga riwayat kesehatan, penyakit apa saja yang pernah saya derita. Termasuk riwayat kesehatan orangtua dan keluarga. Kemudian bagaimana pola makanku, sejak dari kecilpun dikorek-korek infonya.

Kalo ditanya dokter, jawab sejujur-jujurnya. Tidak perlu ditutup-tutupi untuk mengesankan bahwa kita baik-baik saja. Dengan menjawab apa adanya, akan sangat membantu dokter untuk menegakkan diagnosa.

Selanjutnya dilakukan USG transvaginal yaitu USG yag dilakukan dengan memasukkan alat USG sampai ke pintu rahim melalui vagina. Kenapa tidak USG abdominal saja? USG transvaginal dapat menjangkau rahim, indung telur dan sekitarnya, sehingga dapat menilai suatu kelainan dengan lebih baik dibandingkan USG lewat perut. Organ kandungan terletak di balik tulang kemaluan, serta tebalnya dinding perut menjadi penghalang gelombang USG dari perut. USG perut akan memiliki peran lebih baik pada kehamilan, dan juga bila terdapat suatu kelainan dari rahim atau indung telur yang ukurannya sangat besar sehingga melewati rongga panggul, mencapai rongga perut.

Sedikit tips, cobalah rileks saat akan dilakukan USG transv untuk mengurangi rasa tidak nyaman serta mengikuti instruksi dari perawat atau dokter.

Begitu alat USG masuk, kondisi di dalam akan terlihat di layar monitor. Ternyata ada peradangan di mulut rahim dan keputihan yang lumayan parah. Oleh dokter langsung dibersihkan. Lumayan pegal rasanya.

Lanjut pemeriksaan ke indung telur. Inilah pertama kalinya aku melihat seperti apa rupa dari sel-sel telurku. Mereka bergerombol, banyak, kecil kecil, seperti untaian kalung mutiara. Cantik c tapi ya ngeri juga lihatnya 😣 OK, pemeriksaan selesai, kembali ke meja dokter.

Gambar USG sel telur wanita dengan PCOs

Dokter membuat catatan-catatan diagnosa di komputer. Ohiya yang asik kalo periksa disini, salah satunya, karena rekam medis kita langsung dicatat dan tersimpan di komputer. Sehingga untuk pemeriksaan-pemeriksaan selanjutnya, dokter tinggal buka file kita dan tidak perlu bertanya lagi dari awal riwayat kita. Dan kita juga bisa ikut memantau perkembangan kesehatan kita.

"Jadi ibu ini suspect PCOs."

Deg! PCOs! sering baca ini di grup fb tapi tidak menyangka aku juga mengidapnya. Terlintas bagaimana obrolan-obrolan di grup. Bagaimana sulitnya mereka yang PCOs untuk bisa hamil.

Kondisi indung telur normal dan PCOs

Apa itu PCOs?
PCOs (polycystic ovary syndrome) atau sindrom ovarium polikistik merupakan kondisi terganggunya fungsi ovarium pada wanita yang berada di usia subur. Wanita dengan PCOs biasanya memiliki kista kecil (kantong berisi cairan) di ovariumnya. Kista ini tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon.
Karena ketidakseimbangan hormon yang dimilikinya, wanita dengan PCOs dapat mengalami periode menstruasi yang tidak teratur. Ketidakteraturan periode menstruasi inilah yang dapat menyebabkan wanita dengan PCOs sulit hamil. Selain dapat menyebabkan periode menstruasi tidak teratur, PCOs juga dapat menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih, jerawat, dan obesitas. Jika PCOs tidak diobati, lama-kelamaan juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius, seperti diabetes mellitus tipe 2 dan penyakit jantung.

Huuuuu syerem kan? Lebih lanjut mengenai PCOs akan coba aku jabarkan di postingan lain 😊

Dari beberapa referensi yang pernah aku baca, dan juga penjelasan singkat dari dokter, barulah aku menyadari bahwa mestinya PCOs sudah lama mendekam dalam diriku. Wanita dengan PCOs memiliki ketidakseimbangan hormon, yang mana hormon androgen lebih dominan. Hormon inilah yang menyebabkan tumbuhnya bulu berlebih di beberapa bagian tubuh. Seperti kaki dan tanganku yang penuh dengan bulu, dan akyu berkumis tipis 😳

Padahal jadwal mensku cenderung teratur, bagaimana aku bisa PCOs? Menurut dokter, ini berkaitan erat dengan pola hidup dan pola makan sejak kecil. Bukan karena keturunan, karena nyatanya keluargaku seluruhnya bisa memiliki keturunan.

Memangnya bagaimana pola hidupku dari kecil? Suka jajan snack ciki-cikian, cilok dkk, suka bakso, mie ayam dan sejenisnya, juga junk food. Udah parah bangetlah makannya. Daaannnnn tidak suka buah dan sayur apalagi berolahraga 😁

Kemudian dokter menunjukkan slide tentang berbagai jenis sayur dan buah serta pentingnya olahraga. Sambil memutar slide, berbagai nasehat dan "ceramah" disampaikan. Dan yang nyebelin, aku merasa suami ikut memojokkan diriku dengan mengiyakan segala analisa dokter berkaitan dengan pola makanku. Huuffttt

Kemudian dokter meresepkan Profertil dan Metformin. Profertil diminum mulai haid hari ke-2 atau ke-3. Sedangkan metmorfin diminum setiap hari selama sebulan dengan dosis awal 3x2 tablet.

Selesai "paparan", dokter berpesan "Kuncinya, ibu dan bapak harus bersabar. PCOs tetap bisa hamil asal ibu mau merubah pola hidup sehat, olahraga dan rutin konsultasi, minimal selama 6 bulan ke depan".

Sebelum konsultasi berakhir, dokter menyuruh kami untuk datang kembali di hari ke-12 untuk melihat perkembangan sel telurku dan memastikan apakah aku benar-benar PCOs atau tidak.

Hari ke-12 kami kembali berkunjung. Pemeriksaan masih dengan USG Transvaginal. Kali ini untuk melihat perkembangan sel telurku setelah diberi penyubur. Ternyata tidak ada sel telur yang matang. Hiks hiks syedihnya. Wanita dengan PCOs, sel telurnya tidak bisa matang dan pecah dengan alami, sehingga tidak bisa dibuahi. Kalo tidak bisa dibuahi, bagaimana bisa hamil? Makin pusyinglah aku

Dokter menanyakan bagaimana pola makanku? Belum banyak berubah dok 😂

Ah ya, ada PR lagi, harus bisa nurunin berat badan 5kg. What?? kan aku udah langsing gini masih suruh turun? Kalo menurut pakdok c, ini beratku bukan karena massa otot, tapi lebih ke lemak. Huhuhuuu yasud, manut aja lah. OK fix, mulai saat ini aku harus benar-benar berubah 💪

Referensi :
https://www.friso.co.id/artikel/yuk-ketahui-fakta-seputar-usg-transvaginal
https://www.kompasiana.com/yymproject/usg-lewat-vagina-haruskah_56758ee78efdfd8b0a05adcb
http://www.alodokter.com/pcos
https://hellosehat.com/kehamilan/kesuburan/apa-itu-pcos-polycystic-ovary-syndrome/

Note : gambar ilustrasi diambil dari google

Related Articles

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.