Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan

In balance bike family kick bike kids manfaat balance bike manfaat bermain balance bike parenting push bike review sepeda anak tips toddler

Melatih Keseimbangan Hingga Meningkatan Kepercayaan Diri Anak, Inilah Manfaat Bermain Balance Bike


Di kota besar, bisa dikatakan balance bike sudah jadi tren. Tapi di kota kami tinggal (Purwokerto dan Cilacap) belum terlalu booming. Berbeda dengan sepeda roda tiga atau empat, balance bike tidak memiliki pedal. Dikendarai dengan cara mendorong (push) kedua kaki si kecil secara bergantian. Itulah sebabnya balance bike juga dikenal dengan push bike atau kick bike.
Meskipun tanpa pedal, untuk dapat mengendarai balance bike tetap membutuhkan skill agar dapat melaju dengan seimbang. Awalnya mungkin si kecil masih kesulitan bagaimana posisi dan teknik mengendarainya. 

Arsa dengan Balance Bike Little Tikes Scooteroo
Meskipun anak kami, Arsalan, sudah terbiasa mengendarai balance bike, bukan berarti ketika upgrade ke balance bike dengan hanya dua roda dia langsung berani. Ada tahap dimana dia terlihat takut dan enggan untuk mencoba. 
Lalu bagaimana caranya agar anak mau mencoba? Berikut beberapa tips yang kami coba terapkan :
1.  Perlihatkan Video Balance Bike
Balance bike yang sebelumnya masing-masing punya dua roda di depan dan belakang sehingga tidak perlu effort yang besar untuk bisa melaju tanpa terjatuh. Sebelum balance bike yang baru datang, kami ajak Arsa melihat video anak-anak seusianya yang sedang bermain balance bike. Dengan demikian, dia akan terbayang bagaimana nanti ketika dia melakukannya.

2.  Berlatih di Tempat yang Aman

Cari lokasi latihan yang aman dan medannya relatif dikenal oleh si kecil. Misalnya di jalan sekitar rumah, di taman atau lapangan yang permukaannya datar. Temani dan awasi si kecil bermain untuk menambah keberaniannya. 

3.  Gunakan Pelindung

Ini penting tentu saja untuk menjaga keamanan si kecil selama bermain. Gunakan pelindung kepala (helm), pelindung lutut dan siku serta pakaikan baju dan sepatu yang nyaman dan tidak licin.

4.  Bergabung dengan Komunitas

Bermain bersama teman tentu lebih menyenangkan. Begitupun Arsalan. Ketika bermain sendiri, dia cepat merasa bosan. Tapi ketika ada sparring partner, beberapa kali putaranpun tetap semangat.

Track kesukaan Arsa dan temannya

Di kota-kota besar, sudah bermunculan banyak komunitas balance bike sebagai wadah komunikasi bagi orang tua yang anaknya bermain balance bike. Mereka biasanya menggelar latihan bersama dan mengadakan kompetisi.


Di Purwokerto, saya menemukan satu komunitas balance bike, namun ketika saya mengajukan komentar di salah satu postingan instagram-nya, sampai saat ini belum ada tanggapan 🙊 Kalo ada anggotanya yang baca ini, dibales ya komen saya 😂😂

Kalo di kota Cilacap, saya dan beberapa teman sedang mencoba untuk membangun komunitas tersebut. Meskipun masih terseok-seok 🙈 Yang berminat join silakan tinggalkan pesan di kolom komentar ✌

Manfaat Bermain Balance Bike

Banyak manfaat dari bermain balance bike bagi si kecil. Mulai dari melatih motorik kasarnya sampai dengan menumbuhkan kepercayaan dirinya.

Beberapa manfaat dari bermain balance bike antara lain:

1.  Melatih Keseimbangan 

Balance bike bisa digunakan untuk anak usia 2-5 tahun. Sesuai namanya, sepeda ini berfungsi untuk mengajarkan di kecil posisi keseimbangan dengan cara yang benar.

Sebenarnya, balance bike lebih mudah digunakan dan lebih aman bagi anak karena didesain dengan posisi sadel rendah sehingga kaki anak bisa menapak sempurna ke tanah. Hal ini membuat mereka jauh lebih siap saat kehilangan keseimbangan yang tak terduga.



Jika si kecil awalnya takut atau ragu, itu hal yang wajar. Demikian halnya dengan anak kami. Apakah kami mengajarinya dengan membantu memegang sepedanya? Oh tidak. Kami biarkan dia mencari cara untuk menggerakan sepedanya sendiri.
Setelah beberapa kali percobaan akhirnya Arsa dapat menguasai sepedanya. Dimulai dari berjalan perlahan, setengah berlari, berani berlari dan akhirnya dapat menemukan titik keseimbangannya sendiri ketika berlari kencang.

2.  Melatih Koordinasi Gerak Tubuh dan Otak Anak

Untuk bisa mengendarai balance bike, seluruh anggota tubuh saling berkoordinasi mulai dari posisi tubuh, kaki, dan tangan. Bagaimana caranya agar tetap seimbang dan tidak terjatuh. 

Hal tersebut memerlukan logika otak untuk memerintahkan tubuh untuk bergerak dengan seimbang. Contohnya saat harus berbelok atau mengerem sepedanya. Hal inilah yang membuat kerja otot dan otak anak akan terlatih.

Lho, sepeda roda tiga atau roda empat juga gitu kan?  Menurut pandangan awam saya, sepeda roda tiga atau sepeda dengan roda bantu hanya berlatih gowes saja, kurang dapet balancing-nya karena ada yang "membantu" agar tidak terjatuh. 

Kalo si kecil sudah makin terampil, secara naluri mereka akan mengangkat kaki ketika sepedanya sudah melaju kencang dan tetap bisa menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh. 

3.  Melatih Decision Making 

Ketika mengendarai balance bike, si kecil juga belajar fokus untuk menjaga keseimbangan. Selain itu, si kecil juga belajar meningkatkan kemampuannya dalam memecahkan masalah. Diawali dengan "bagaimana ya, caraku bisa menaiki sepeda ini?" Kemudian dia akan belajar cara mengendarai dengan aman dan nyaman.

Contoh sederhana yang dialami Arsa. Ketika ada lubang di depannya, awalnya ya diterjang saja. Jatuh? Iyup. Lalu apakah menyerah? Tidak. Dari sini dia belajar bagaimana caranya dapat melewati lubang dengan aman. Bisa dengan menghindarinya, atau dengan memperlambat laju sepedanya dan lubangpun tetap diterjang. Nomor dua yang sering dilakukan Arsa, apalagi jika ada genangan air didalamnya 😪 and it's mean pekerjaan tambahan buat ibu, nyuci sepeda 😖

4.  Melatih Motorik Kasar, Sensorik dan Fokus 

Selain kaki yang harus mendorong dan mengayuh untuk menggerakkan sepeda, otot-otot jari tangan juga terlatih dengan menggenggam dan mengarahkan stang sepeda. 

Bagaimana dengan kemampuan sensoriknya? Kemampuan sensorik si kecilpun berkembang. Misalnya kemampuan pendengaran, karena si kecil harus mendengar instruksi dari orangtuanya. Serta melatih fokus karena si kecil harus konsentrasi melihat ke depan. Menjaga keseimbangan juga membutuhkan fokus. Jika tidak, bisa goyah dan akhirnya terjatuh.

5.  Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Mengendalikan Rasa Takut

Untuk bisa mengendarai balance bike, si kecil butuh keyakinan bahwa dia bisa dan mampu. Inilah yang menjadi cikal bakal tumbuhnya rasa percaya diri dan keyakinan. Jika sudah yakin, tentu dia akan berani melakukannya.

Dengan keberanian yang dimiliki, dia akan bisa mengendalikan rasa takutnya. Dan ketika terjatuh, mereka akan menyadari itu sebagai resiko atas keputusan mereka. Lalu mereka akan berani untuk bangkit lagi dan berlari lagi.

Meskipun si kecil sudah mahir, sebagai orangtua kita tetap wajib mendampingi dan mengawasi mereka. Untuk memastikan keamanan dan keselamatan mereka. Ajarkan juga pada mereka bagaimana untuk menjaga dan melindungi diri sendiri.

So, tertarik dengan balance bikelet's try and see how amazing they are...


Salam nge-push,

-  BUNDA ARSA -


Referensi :
https://id.theasianparent.com/review-begun-balance-bike
https://review.bukalapak.com/mom/manfaat-balance-bike-pada-anak-108200

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In family food and travel parenting tips

#DiaryAyahArsa : Ngemall Bareng Bayi


Purwokerto (8-10-2017) - Liburan yang nyaris gagal sebenarnya, gara-gara tiket kereta yang tuk baliknya sold out (libur panjang*). Alhamdulillah dapat cancelan tiket & ayah bisa pulang my #babyarsa. Biasa, waktu tempuh normal 5 jam serasa lama karena rindu ini butuh ketemu. Lebay ah #ayaharsa! hahaha, gpp nyatanya kamu ngangenin sih nak. 
Dan taraaa.... Capek ini pun lenyap entah kemana saat buka pintu rumah #babyarsa udah ketawa girang lihat ayahnya yang ganteng (menurut emaknya sih) datang. Buru-buru deh ambil air wudhu (abis perjalanan jauh, takut ada makhluk kasat mata yang nempel xixixi) & tak menunggu lama #babyarsa udah nemplok digendanganku. 

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.00 dan #babyarsa yang biasanya terlelap masih ngajak bercanda ayahnya, kangen ya nak?
Pukul 5 pagi jagoanku bangun. Senyum lebar menyapa ayah & bundanya. Pagi yang spesial bagi #babyarsa & Kami tentunya. Karena tidak setiap pagi kami bisa terbangun dalam satu ranjang. Tak tunggu lama karena ayah gak bisa lama-lama 😢, kita olah raga pagi jalan kaki beli jajan pasar kesukaan bunda (onde-onde). Ya lumayan bakar kalori lah walaupun sesampainya di rumah langsung timbun lagi. Hahaha
Sebelum berangkat sekolah Adel, adik sepupunya #babyarsa (tapi maunya dipanggil mba 😁), "Pade nanti kita ng'mall yaa"."ya boleh" jawabku. sebenarnya lumayan trauma juga sih coz ng'mall sebelumnya #babyarsa nangis kejer gak mau diem & itu harus mendatangkan mbahnya tuk mbujuk agar bisa diem. 
#Babyarsa adalah bayi mall, sejak masih di dalam perut, sudah bolak balik ngemall. Walopun sebenarnya sudah dilarang, tapi ya namanya juga nyenengin istri yang lagi hamil yang butuh piknik.

Kalo memungkinkan bayi mending ditinggal di rumah sama nenek atau pengasuh. Tapi kalo memang terpaksa dan pengen dibawa, persiapannya mesti maksimal. Berikut tips dan strategi dari kami ketika mau bawa #babyarsa ngemall atau pergi jalan :
1. Pastikan kondisi bayi sedang sehat
Walaupun indoor, mall bukanlah tempat yang sehat untuk bayi. Segala jenis manusia berbaur entah dari mana asalnya, bagaimana kondisi dan riwayat kesehatannya. Sudah bisa dipastikan udara di mall mengandung berbagai jenis bakteri dan virus yang gampang banget nemplok apalagi ke bayi yang masih fragile. Jadi sebelum ngemall pastikan kondisi bayi fit dan sehat. Tidak sedang demam, pilek atau flu.
2. Bayi sudah kenyang dan cukup istirahat (tidur) sebelum pergi
Bayi rewel itu macem-macem penyebabnya. Salah duanya lapar dan ngantuk. Jadi sebelum berangkat, susui atau beri makan bayi dulu. Karena ketika perut kenyang, hatipun ikut senang (slogan kita sama ya Sa)
Dan tidak perlu buru-buru terpatok jam sekian harus berangkat. Beri waktu ke bayi untuk tidur terlebih dahulu. Karena bayi kalo sudah ngantuk dan cranky, berat bro...
#babyarsa mulai cranky
4. Siapkan bekal untuk bayi
Kalo masih ASI eksklusif, pastikan ibunya dibawa. hehehe
Kalo bayi sudah mulai makan, siapkan bekal sesuai jadwal makan. Misal kira-kira ngemall dari siang sampe sore, maka perlu bawa menu makan siang dan cemilan selingannya. Kasian kan nanti kalo yg lain enak-enak makan, #babyarsa cuman ngemut jempol 😳
 Yang lain maemnya pizza, #babyarsa maem puree mangga

Selain makanan dan minuman, bawa juga keperluan standar bayi. Seperti diapers, baju ganti, minyak telon, tisu basah dan kering, topi dan jaket. Bawa juga tempat khusus, bisa kantong plastik buat tempat baju kotor, peralatan bekas makan atau buat bungkus diapers yang abis dipakai.

Biar gampang dicari, semua perlengkapan itu ditaroh di satu tas khusus perlengkapan bayi. Tugas ayah adalah membawanya dan seringkali masih ditambahi tas punya istri. Ada yang senasib?

4. Atur Rute yang Mau Dilewati
Misal berencana ke beberapa tempat, petakan terlebih dahulu rute yang mau dilewati dan mau kemana saja. Kalo sekiranya tidak urgent ya tidak perlu semua tempat yang dipinginin terus disambangin. Supaya tidak bolak balik di jalan dan si bayi jadi lebih lama terpapar panas, udara atau debu, kami ambil jalur dan tempat tujuan yang searah saat berangkat dan pulang. Kami biasanya menuju ke tempat yang sekiranya hasil bawaannya tidak terlalu banyak terlebih dahulu agar tidak perlu oyang oyong barang kemana-kemana.

Seandainya cukup pergi di satu tempat, mall misalnya, tetap atur urutan tempat tujuan. Kalo tujuannya mau belanja bulanan, ya ke supermarket dlu. Baru setelahnya ke tempat lain, dengan tetap memperhatikan mood bayi. Kalo sekiranya bayi sudah rewel, nangis dan ga betah, mending pulang saja.
5. Pilih-pilih Mall
Yang pertama terlintas adalah cari mall yang ada nursing room-nya buat menyusui dan ganti popok. Nursing room juga sangat membantu ketika bayi menunjukkan tanda-tanda mulai cranky. Bawa ke nursing room yang relatif tenang, susui bayi dan bangun kembali mood-nya. Kalo di Mall ini ada di Dunia Anak lt. 1 & samping ATM Center dekat supermarketnya. 

Sofa di sudut nursing room yang nyaman banget buat menyusui atau meletakan bayi supaya bisa meregangkan tubuh
Biar bayi/ anak tidak terlalu bosan, pilih mall yang ada playground-nya syukur-syukur yang gratisan. Jadi yang buat masuk ke tempat bermain bisa buat jajan bakso ayah bundanya. 
Selain itu, pilih juga mall yang relatif luas. Kalopun sedang kondisi ramai, masih banyak space kosong yang bisa dilalui buat jalan atau istirahat sejenak.
6. Bawa Baby Carrier
Jangan lupa bawa baby carrier, baik stroller atau gendongan jadi ayah bunda tetap bisa shopping-shopping dan bayipun tetap nyaman. Pertama kali bawa #babyarsa ngemall (usia 40 hari) bawa stroller. Miapa? Demi bisa ngrasain kaya orang-orang, ngemall sama bayi pake stroller. wkwkwkwwk.... Alasan yang absurd sungguh. Yaaa namanya anak pertama dan lama nunggunya jadi apa-apa dibeli termasuk si stroller yang ternyata sekarang udah jarang kepake, hehehe

Pertamax bawa #babyarsa ngemall (usia 40 hari)
 
Kalo naroh bayi di stroller, ingat ingat untuk selalu diawasi. Ketika usia masih bayi banget, lebih baik bayi dihadapkan ke kita agar kita bisa melihat ekspresi bayi apakah senang, nyaman atau malah terlihat gelisah dan menangis. Selain itu, saat memakai eskalator, harus hati-hati dan waspada. Kalo mau naik, stroller terlebih dahulu dan kita ada dibawahnya sambil tetap dipegang dan diawasi. Kalo mau turun, kita dulu baru stroller, jadi posisi kita ada di depan stroller. Jangan kebalik ya, bisa bisa njungkel. hehehe

Ada atau tidak ada stroller, tetap bawa gendongan. Karena senyaman-nyamannya tempat bagi bayi adalah di dekapan ibu atau ayahnya. 
 Nyaman bgt kalo digendong gini sama bundanya
6. Jadi Ayah Siaga
Jadi bodyguard untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan bayi dan istri. Jangan sungkan untuk membawakan bekal atau hasil belanjaan. Bergantian menjaga bayi dan beri kesempatan buat istri untuk bisa benar-benar refreshing setelah berhari-hari mengurus bayi dan rumah, dan kerjaan di kantor juga. Ketika kita sudah selesai makan, segera ambil alih tugas menjaga bayi dan beri kesempatan istri untuk juga bisa menikmati makan dengan tenang.

Selalu sigap membantu istri saat kelihatan kesusahan tanpa perlu menunggu dia meminta pertolongan. Misal ketika akan menggendong bayi atau akan mengganti diapers atau hal sepele seperti mengambilkan air minum walopun tidak meminta.


 Bikinnya berdua, ngurusnya juga harus berdua

Ternyata gak sia-sia persiapan maximalnya, #babyarsa lebih menikmati malah excited bgt. Mulai dari book store, arena bermain di baby shop & di supermarketnya pun #babyarsa enjoy cuma waktu makan pizza aja karena ditinggal ayah nganterin Adel les English kelamaan jadi agak rewel namun akhirnya bobo pules disana 😁. 
Di baby shop #babyarsa udah pandai ngerayu mba2 security (tau aja security-nya syantik Sa...), di supermarket ngerayu ayahnya dengan senyuman mautnya minta diecast Mobil. Eh pas udah mau pulang pakai acara ngambek gak mau pulang minta bolak-balik naik eskalator sampai berkali-kali 😂. Alhamdulillah setelah naik-turun eskalator ada 5x #babyarsa mau diajak pulang. 
Ya begitulah liburan Kami. Cukup sederhana namun cukup bermakna bagi Kami. Karena Bahagia itu Sederhana, Kumpul bareng anak - istri.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In babywearing family parenting

Babywearing : Bagaimana Memilih Jenis Gendongan Yang Cucok?


Ceritanya... bulan kemaren Bunda Arsa dapet arisan gendongan di kocokan pertama. Yay or nay? 😅😅

Lumayan mikir dulu c mau diambil apa dimasukin lagi. Setelah menimbang dan mengukur akhirnya diputuskan buat diambil saja, mumpung Arsa masih mau digendong daripada nunggu bulan-bulan berikutnya yang mungkin udah mulai ogah digendong.

*Sekarang aja udah mule ga betah digendong, mrosot bae, maunya turun. hiks 😢

Uang arisannya buat apa?
Beli gendongan dong ah... Tadinya mupeng banget ama WW-nya Little Frog or Lenny Lamb. Trus juga kepikiran beli SSC biar ayahnya Arsa bisa pake juga. Eeeh tau tau The Nest rilis ring sling baru, warna unyu unyu pulak. Laaahhh tiba-tiba ada racun dari Babywrap. Dan ngintip Foglia motifnya ketjeh ketjeh. Mumet mumet lah

Karena Arsa sudah mulai ga betah lama lama digendong, akhirnya pilihan jatuh ke Ringsling dari Babywrap.com.my. Syuka sama motif diamond-nya dan gradasi warnanya syejuk dipandang mata.

Lah... katanya biar ayah Arsa bisa ikutan pake? yaaaaa kan ayah Arsa di rumah palingan 24 jam, gendongnya juga ga lama lama amat koq. xixixixixi *next time ya ayah belinya SSC 😋

Memilih gendongan ternyata bisa seribet itu ya? Wkwkwkwkwk.... iyalah, kan menggendong itu aktifitas harian dalam rangka mengasuh dan menjaga putra putri kita. Dan yang ngga kalah penting, menggendong adalah sarana untuk membangun bonding antara anak dan orangtua/ penggendong. Jadi sudah sewajarnya ketika akan membeli gendongan, kita cari yang ngga cuma nyaman buat si anak tapi juga harus nyaman buat di penggendong. Jangan sampai demi kenyamanan anak, tau-tau pundak kita sengkleh karena gendongan yang tidak ergonomis atau tidak cocok dengan kita.

Jadi, apa saja c yang perlu dipertimbangkan saat memilih gendongan? Here we go, ini dia tips buat buibu yang lagi pilih-pilih gendongan:

1.  Penggendong
Siapa saja yang akan memakai gendongan? Apakah hanya bunda atau orang lain juga akan memakainya seperti ayah, nenek, kakek, atau nanny? Kalo semua penggendong berpostur tubuh sama c okelah bisa gantian pakenya, tapi bagaimana kalo beda-beda? Misal nih, kebetulan bunda dan mbah Arsa sepostur, tapi bunda sama ayahnya Arsa udah beda jauh bodynya tuh. wkwkwkwk

Gendongan yang bisa dipakai oleh semua penggendong, jawaban pertama sudah pasti kain jarit 😃 Siapa saja bisa pake ya kan? Tapi tetep ya, gendongnya dengan posisi M-Shape. Hyaaa walopun sampai saat ini Mbah Arsa ga bisa pake jarit slipknot. Ngga apa lah mbah, senyaman mbah aja 😂😂 Ssstttt.... daripada protes terus simbah ga mau gendong2 lagi 🙊

Baca : Upgrade Ilmu Pergendongan

Kalo jarit c udah pasti pada punya ya? Klo mau jenis gendongan lain bisa pilih Ringsling, SSC, Hip Seat, Meh Dai, Woven Wrap, Stretchy Wrap

Baca : Babywearing : Ini Dia Jenis-jenis Gendongan

Untuk pouch, tidak bisa dipake untuk orang dengan postur tubuh yang beda jauh ya. Karena size pouch tergantung dari size penggendong. CMIIW

Etapi biasanya mbah-mbah n bapak-bapak sukanya yang praktis no ribet ya? Kalo gitu, jenis Meh Dai, Woven Wrap, Stretchy Wrap bisa diabaikan.


2.  Lama Menggendong
Durasi/ lamanya waktu saat menggendong. Coba hitung berapa lama biasanya buibu menggendong anak, dalam keseharian ya kan kita menggendong anak setiap hari, bukan hari-hari tertentu saja 😁 Ini untuk membantu kita menentukan mau pake gendongan yang bebannya tertumpu di satu bahu atau di kedua bahu.

Sehari-hari Arsa sama Bunda dan Mbah, dan karena sekarang si baby lion udah ga betah digendong jadi kami pakainya kain jarit dan Ringsling yang cepet buat dipake dan dilepas. Ringsling buat Bunda dan Jarit buat mbah. Aaahhhh simbah mah mau bentar atau lama yo tetep setia sama jarit. xixixixi

Babywearing using Autumn Ringsling from babywrap.com.my

Kalo si baby masih betah digendong lama-lama, bisa dipertimbangkan untuk memakai gendongan yang tumpuannya di dua bahu biar ga cepet pegel seperti SSC, Hip Seat, Meh Dai, Woven Wrap, Stretchy Wrap.

3. Usia Anak
Kenapa usia berpengaruh dengan pemilihan gendongan? Hal ini berkaitan dengan kemampuan yang dimiliki si baby. Apakah dia sudah mampu menegakkan kepala sendiri? Sudah mampu duduk sendiri? Dengan memperhatikan hal tersebut, kita bisa memilih jenis gendongan yang sesuai.

Jika anak belum bisa menegakkan kepala sendiri, jangan paksakan memakai SSC. Jika anak belum bisa duduk sendiri, jangan paksakan memakai Hip Seat. Kalo mau pake gendongan jenis kain (jarit atau wrap) pastikan leher bayi tertopang. Tetap... safety first, keamanan anak kita adalah yang utama.

Untuk baby usia kurang dari 4 bulan, bisa pake SSC dengan tambahan infant insert.

4. Berat dan Tinggi Badan Anak
Selain usia, postur tubuh baby juga perlu diperhatikan. Bayi dengan usia yang sama bisa saja memiliki berat yang beda. Atau bayi dengan usia yang berbeda bisa memiliki berat yang sama. Misal nih, Arsa sama Erols, terpaut 4 bulan tapi beratnya ga jauh beda. Wkwkwwkwk

Bayi yang imut-imut membutuhkan gendongan yang berbeda dengan bayi yang bongsor. Of course, karena bayi yang bongsor sudah pasti lebih berat dan lebih cepat bikin "pegel" 😆
Babywearing using SSC Cuddle Me

Lihat gambar diatas. Ayah Arsa gendong pake SSC Cuddle Me. Meskipun usia Arsa sudah cukup tapi berat badannya masih kurang, sehingga masih "tenggelam". Padahal Cuddle Me memiliki body panel yang lebih kecil dari SSC lainnya. Dan kelihatan banget ya dia ngga nyaman 😁 Jadi beli SSC-nya nunggu berat badan cukup ya nak 😉

Arsa termasuk golongan bayi yang imut-imut, jadi Bunda masih setrong lah kalo menggendong dengan tumpuan satu bahu. Andalan banget si Autumn Ringsling dari Babywrap. Cie cie cie gendongan anyar ya dinggo bae. Halo apa kabar ww'nya? lagi betah jadi penghuni lemari 😆😆

5. Budget
UUD... Ujung-ujungnya duit 😝 Yaealah... emang mau beli pake daun? Horor dong 👻👻👻
Tetapkan budget maksimal untuk beli gendongan sesuai kemampuan masing-masing. Pilih yang ergonomis dan NO KW!

Sekarang banyak koq, gendongan lokal yang ergonomis nan ekonomis. Misal nih, Nana Babycarrier, Andrea Babycarrier, Bobita, Zakkel, Cuddle Me, Havi, The Nest, Foglia dan yang terbaru AnggyA 😍😍 *emaknya Arsa mupeng klo liat ww Andhara 😵

Dengan budget dibawah 200K, buibu sudah bisa beli Ringsling. Mau SSC? Bisa didapet dengan harga mulai 275K. Atau pengan woven wrap? Mulai 300K bisyaaaa. Kalo buibu kreatip n pinter jahit, bisyaaa banget custom DIY 👌👌

Sebelum memutuskan untuk beli gendongan yang mana, ada baiknya buibu cari informasi sedetail-detailnya tentang jenis maupun merk gendongan yang dimau. Biar lebih efisien dan ekonomis, pilih gendongan yang bisa digunakan sejak usia anak sekarang sampai sekiranya anda kuat menggendong. Kalo pengen punya macam-macam gendongan c ga masyalah 😉

Makin bingung bu pilih yang mana? Huhu... jangan bingung-bingung bu. Bisa koq nyewa atau nyicipin dlu biar mantep. 😍😍 bisa ya nyobain dlu? Bisa banget.... Dimana? Buibu bisa gabung ke komunitas pecinta gendongan di daerah masing-masing. Untuk area Cilacap, Purwokerto, Purbalingga bisa gabung ke komlok Banyumas Babywearers

Pic Source : FB Banyumas Babywearers

Yuks join... buibu bisa dapet banyak ilmu pergendongan, ketemu teman-teman baru, sharing tentang gendongan dan bisa ikutan traveling carrier, dengan syarat dan ketentuan pastinya.

So, apapun gendongan yang buibu pilih, pastikan nyaman buat baby dan penggendong, ergonomis dan Big NO KW. Happy babywearing moms.... 😗





Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In babywearing family parenting

Babywearing : Ini Dia Jenis-Jenis Gendongan untuk Bayi



Emak-emak jaman now harus smart dan update segala sesuatu yang berhubungan dengan pola asuh dan tumbuh kembang anak. Salah satunya tentang gendong menggendong yang kelihatannya sepele tapi ternyata not that simple. Ada ilmunya, ada caranya biar menggendong jadi kegiatan yang fun, bebas dari momok "menggendong bikin pegel" atau "anak jadi aleman".

Baca : Upgrade Ilmu Pergendongan



Jaman now, gendongan bayi ada buanyak jenisnya lo, dengan bahan, warna dan motif yang beragam pula. Aq saranin kekepin dompet kenceng2 saat windows shopping gendongan, karena semuanya bisa bikin mupeng 😵😵 *ini emak Arsa banget

Banyaknya jenis gendongan yang beredar di pasaran, bisa membuat Anda bingung menentukan pilihan. Mupeng boleh, tapi jangan sampe salah pilih ya bu, fatal akibatnya terutama buat saldo di rekening 😝

Biar ga makin bingung, nih aq kasih tau jenis-jenis gendongan yang bisa Anda pilih.

1. Kain Jarit/ Selendang/ Cukin
Pasti semua ibu punya kain jarit. Entah sengaja beli untuk persiapan kelahiran buah hati, kado kelahiran bayi atau jarit turun temurun warisan nenek moyang 😁 *Arsa punya banyak nih jaritnya uyut.

Jarit adalah kain batik panjang tradisional khas Indonesia dengan berbagai macam motif yang cuwantik. Untuk jarit/ kain gendongan umumnya bermotif bunga-bunga 😍😍

Dengan panjang sekitar 240 cm, jarit tetap bisa dijadikan gendongan bayi yang nyaman dan elegan dengan teknik tertentu. Anda hanya perlu belajar dan terus mencoba sampe menemukan posisi yang nyaman untuk Anda dan anak Anda.

Umumnya yang dipakai adalah teknik Slipknot atau Simpul Jangkar. Yang waktu sekolah jadi anggota Pramuka pasti mahir ya bikin simpul ini. Kalo lupa lupa ingat, bisa search tutorialnya ya.


 Babywearing using Cukin with Slipknot


Bisa juga pake teknik Double Knot/ Simpul Mati. Yang anggota Pramuka cung 👆  Nanti jadinya bakalan seperti Pouch. Arsa ga pernah aq gendong pake teknik ini jadi ga punya gambarnya 😁😁

Kalo aq lebih sering memakai teknik Front Cross Carry dengan Ring di belakang. Kalo teknik slipknot dan double knot beban tertumpu di satu bahu, sedangkan FCC beban terbagi di dua bahu sehingga lebih nyaman buat aq dan Arsa.
Front Cross Carry with Ring using kain jarit

Kain jarit bisa dipake buat gendong depan (front carry), gendong samping (hip carry) dan gendong belakang (back carry). Kain jarit emang everlasting. Bisa dipake sejak newborn sampe kapanpun si baby ogah lagi digendong 😂

2. Ring Sling
Hampir sama dengan jarit, bedanya, ringsling menggunakan 2 buah cincin (ring) dari bahan besi atau aluminium di salah satu ujungnya yang berfungsi sebagai pengatur kekencangan dan panjang pendeknya kain.
Babywearing using Autumn Ringsling from Babywrap.com.my

Untuk tipe anak aktif yang suka naik turun gendongan, Ringsling pilihan yang tepat. Karena beban tertumpu di satu bahu, bisa bergantian bahu secara berkala biar ga cepet pegel.

Ringsling bisa dipakai sejak newborn sampe sekuat emaknya 😁

Kain jarit bisa dibuat ringsling dengan menggunakan 2 ring, menjadi "no sew ringsling".

Mungkin Anda memiliki gendongan ringsling yang banyak beredar di pasaran. Plis... cek ringnya ya. Pastikan ring bundar sempurna, tanpa celah. Karena celah sedikitpun bisa berbahaya buat anak Anda.

3. Pouch Sling
Pouch sling berupa selembar kain yang kedua ujungnya dijahit menjadi satu sehingga berupa "kantung". Pouch cocok bagi yang ngga suka ribet karena selain bentuknya yang simpel dan ringkas saat dilipat, pouch relatif mudah dan cepat dipakai meski begitu beban hanya bertumpu di satu bahu. Pouch ada yang terbuat dari bahan katun yang tidak melar dan ada pula yang terbuat dari kaos atau lebih dikenal dengan sebutan Geos dengan warna dan motif yang ucu anet, dijamin bikin ngiler mamak-mamak  😵😵

Babywearing using Pouch The Nest


Gendongan jenis ini memiliki ukuran yang disesuaikan dengan ukuran tubuh pemakai. Karena tidak dapat diatur panjang pendeknya seperti jenis gendongan lain, maka Pouch tidak bisa digunakan bersama untuk orang dengan ukuran badan yang berbeda.


Kalo mau memilih Pouch, pastikan ukurannya pas sesuai postur penggendong. Cara menentukan size dengan mengukur horizontal dari pundak ke pinggang. Pastikan kain tidak melebihi pinggang, jika melebihi otomatis tidak pas dengan postur penggendong dan menggendong terasa tidak nyaman.

Pouch bisa dipake sejak usia 4 bulan sampai toddler.

4. Woven Wrap (WW)
Woven wrap adalah kain tenun panjang yang digunakan untuk menggendong dengan berbagai teknik untuk mengikat tubuh penggendong dan bayi. Woven wrap memiliki panjang yang variatif s/d 5,2 meter. Bagaimana menentukan size yang pas untuk kita?

Cari dulu base size yaitu ukuran dimana kita bisa menggunakan teknik Front Wrap Cross Carry sebagai teknik dasar gendongan. Biasanya yang memakai baju ukuran S-M akan menggunakan size 4 (3,7 m) atau size 5 (4,2 m). Sedangkan yang biasa memakai size L-XL akan menggunakan size 6 (4,7 m) atau size 7 (5,2 m).

Emaknya Arsa biasa pake baju ukuran S dan saat menggendong dengan teknik FWCC, cukup dengan WW size 4. Pun begitu tetap bisa menggunakan size 5 bahkan 6 walopun sisa kainnya lumayan panjang 😪😪

Meskipun "ribet" tapi ww ini sangat nyaman dipake selain karena beban terbagi di dua bahu dan pinggang, juga lebih aman dan nyaman karena anak serasa benar-benar "dipeluk" ibu atau penggendong. Dan lagi, bisa eksplor berbagai macam teknik. Yippiiiii ini asiknya disini. hehehe....

 Cangaroo Carry using WW Havi Kenanga Size 4

Semi FWCC Poppin Finish using WW Little Frog Size 4

Karena WW terbuat dari kain tenun dan tidak melar, gendongan jenis ini bisa dipakai dari newborn sampai toddler. Dan bisa digunakan untuk front, hip atau back carry. Huhuuu emaknya Arsa udah pengen back carry tapi belum cukup nyali. xixixixi....


Kita juga bisa buat sendiri alias DIY gendongan woven wrap menggunakan kain tenun yang ada banyak jenisnya di Indonesia dengan motif yang tidak kalah cantik dengan tenun buatan luar negeri.

5. Stretchy Wrap (SW)
Stretchy wrap serupa dengan woven wrap, hanya saja SW terbuat dari kain panjang yang "melar". SW dapat digunakan sejak newborn. Seiring bertambahnya berat badan bayi, dan karena sifat bahannya yang melar, maka SW kurang support untuk digunakan sampai dengan usia toddler.

6. Soft Structured Carrier (SSC)
SSC memiliki body panel, sabuk di bahu (shoulder pad) dan pinggang (waistpad). Untuk mengatur kekencangan, menggunakan sistem buckle/ ceklekan sehingga tidak perlu ikat mengikat. SSC mudah digunakan oleh siapa saja sehingga bisa untuk pemakaian bersama.


Babywearing Dad with SSC Cuddle Me😍😍


SSC bisa digunakan untuk front, hip atau back carry. Umumnya SSC bisa digunakan sejak bayi usia 4 bulan, umumnya dengan berat minimal 7 kg dan telah memiliki kontrol leher yang baik. Untuk bayi dibawah 4 bulan bisa digunakan dengan penambahan infant insert. Jika body panel sudah tidak cukup menopang tubuh bayi, bisa upgrade ke ukuran toddler. Beberapa produsen menyediakan ukuran sampai preschool.

7. Meh Dai
Meh Dai adalah versi modern dari gendongan tradisional Tiongkok. Meh Dai memiliki body panel dan 4 tali di ujung-ujungnya untuk mengikatnya ke tubuh penggendong. Meh Dai dilengkapi dengan busa di pundak untuk kenyamanan penggendong. Beban tertumpu di dua bahu, punggung dan pinggang.

Meh Dai dari Daiesu 

Gendongan ini bisa digunakan bersama karena untuk pengaturannya menggunakan tali yang diikat. Meh Dai bisa digunakan untuk front, hip dan back carry.  Selain Meh Dai, ada juga Onbuhimo yang merupakan adapatasi dari gendongan tradisional Jepang. Onbu mirip dengan tas ransel sehingga cocok bagi ibu yang sedang hamil karena tidak memiliki waistpad.

Kol Kol Onbuhimo

Emaknya Arsa masih penasaran pengen nyobain Meh Dai dan Onbu 😂


8. Hip Seat
Hip Seat, gendongan yang sedang populer sekarang. Apakah hip seat aman digunakan? Yup, selama itu produk Original dan kualitas oke.

Hip Seat Ergobaby

Hip seat sebaiknya dipakai ketika anak sudah bisa duduk sendiri tanpa bantuan. Jika belum mampu duduk sendiri, bayi bisa merosot karena body hip seat belum full support M-Shape. Untuk infant bisa menggunakan infant insert.

Pernah ya ke babyshop, hampir nyomot hip seat er**ba** seharga 300an dan setelah cek ricek ke webnya ternyata mehong, ada 2jetian 😁 


9. Narrow Based Carrier
Ini adalah jenis gendongan yang banyak beredar di pasaran. Pasti pada punya, ya kan? minimal kado pas lahiran deh 😁 Apakah gendongan jenis ini termasuk gendongan ergonomis?


Narrow based carrier adalah gendongan dengan bentuk dudukan yang menyempit. Ini sama sekali tidak support knee-to-knee sebagai salah satu syarat gendongan ergonomis. Lihat gambar sebelah kiri di atas. Suka ngilu kalo liat bayi digendong dengan kaki menjuntai seperti itu. Dudukan bayi bukan di pantatnya tapi di area vitalnya 😱. Punggung bayi juga jadi lurus, tidak sesuai dengan prinsip C-Shape. Coba buibu bayangkan digendong seperti itu, kira-kira kuat berapa lama? Pasti pegel ya buk.... 😂

Nah, biar ga mubadzir itu gendongan, bisa diakali dengan mengikatkan scarf di bagian bawah (lihat gambar sebelah kanan) sehingga bayi lebih nyaman digendong dan support M-Shape dan C-Shape.

Ternyata banyak ya jenis gendongan. Trus yang terbaik yang mana?
Semua gendongan ergonomis adalah baik. Tinggal kita nyaman pakai jenis yang mana. Ada yang nyaman dengan ww, ssc atau ringsling.

Huhuuuu jadi bingung ya bu mau pilih yang mana? Next post aq kasih tips memilih gendongan yang cucok 👌👌

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In babywearing family parenting

Upgrade Ilmu Pergendongan


Before my child was born, aku mikirnya "Nggendong? Ahhh kecil... tinggal pake jarik, dislempang, dikuwel di pundak, udah beres deh".

After my child was born, jangan tanya, ternyata ga gampang 😂. Makanya yalah jangan suka menyepelekan hal yang kelihatanya sepele. Dududududu

So, gimana kalo mau gendong Arsalan? Dibantuin, aku pegang Arsa, orang lain yang makein jariknya. But mostly, yang nggendong mbahnya. hhhmmmmm masih c sampe sekarang 😁


Seiring waktu, dengan kondisiku yang makin sehat pasca operasi sc, aku mulai bisa nggendong Arsa dengan jarik walopun ga kuat lama-lama. Kenapa mak? pundak pegel? Ngga juga c karena Arsa mungil jadi pundak ga cepet pegel. Cuman, karena Arsa sampe umur 3 bulanan lehernya belum kuat jadi tangan kiri musti menopang dari kepala, leher sampe punggungnya. Huhuhu apalagi kalo pas rewel ga mau turun gendongan, bentar-bentar "Mbah... gantian" 😂 Atau ngga mbah yang inisiatif gantian karena menurutnya aku le nggendong "kaku". hehehehe

Nggendongnya dengan posisi Arsa rebahan dan kakinya lurus sejajar. Cara nggendong khas Indonesia lah  dan belakangan aku baru tau itu namanya cradlle position 😅

Arsa 4m18d waktu liburan lebaran di rumah uti
Semakin hari Arsa semakin bertambah berat. Walopun naik BBnya ngga yang ekstrim, tapi tetep aja ya lama-lama berasa mau sengkleh ini pundak dan tangan. Dia juga kalo digendong aku kaya ngga betah gitu. Mungkin karena akunya ngga nyaman dengan cara nggendong gitu, jadinya Arsapun ikut merasa ngga nyaman.

Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus bisa belajar mencari posisi yang pas dan nyaman buat nggendong Arsa. Karena aku mau, saat dia butuh dipeluk, butuh disayang, maka yang memenuhi kebutuhan itu adalah aku, Bundanya.

Mulailah sercing-sercing gimana caranya gendong bayi yang benar.

Tara... nyatater gendong dengan posisi tersebut ngga optimal buat perkembangan tulang bayi. Heh? Ciyus? Why? Karena bisa menyebabkan Hyp Dysplacia. Apaan tuh?


Hip Dysplacia adalah kondisi di mana pinggul tumbuh dengan tidak normal. Bisa karena tidak pasnya (dislokasi) posisi tulang, hingga ketidakstabilan soket tulang. Posisi tulang bayi yang lebih rapuh dibanding orang dewasa ini berarti bahwa tulang bayi secara anatomis bisa lebih mudah bergeser keluar dari dari soketnya (acetabulum) dan tidak selaras (subluxated). Hip Dysplacia bisa terjadi sejak masih di dalam kandungan karena beberapa faktor seperti kehamilan sungsang, kondisi rahim yang sempit, dan setelah dilahirkan karena posisi menggendong dan bedong yang kurang tepat. (source : id.theasianparent.com)

More about Hip Dysplacia on hipdysplasia.org


Woooo ngeri yo?Jadi gimana cara gendon yang tepat? This is it...

 
Posisi yang tepat untuk menggendong bayi adalah dengan posisi kaki membentuk huruf M atau dikenal dengan istilah M-Shape dan jika dilihat dari samping akan membentuk huruf C atau C-Shape dan J-Shape ketika anak bertambah besar. Kalo kita-kita c nyebutnya "dipekeh". Posisi M-Shape ini sudah bisa diterapkan sejak new born alias tembe klower.

Selain memperhatikan M-Shape dan C/J-Shape, menggendong juga harus memenuhi prinsip TICKS
Versi Bahasa Indonesia di gendongangeek.com


Berapa usia Arsa ketika emaknya akhirnya tahu ilmu pergendongan ini? hampir 5 bulan 😂 Tidak ada kata terlambat untuk berubah demi kebaikan. Ngga perlu maksa merubah mindset orang lain. Merubah mindset diri sendiri aja butuh waktu koq. Meskipun akhirnya tau ilmunya, dasarnya, tidak yang serta merta langsung aku praktekan. Masih harus cek ricek. Apalagi ini untuk anak sendiri, pasti cari yang terbaik kan kan kan?

Kenapa pada akhirya aku terapkan M-Shape? Ini berdasarkan pengamatan langsung di lapangan,eh di kasur. Coba lihat ketika bayi sedang tidur. Bagaimana pose kakinya? Apakah lurus? Atau kaya kodok? Berbentuk huruf M? Iyeeesss... Lalu ketika masih dalam kandungan, apakah kakinya lurus? No! Nekuk? Yes. Jadi memang seperti itulah posisi natural anatomi pada bayi.

Mulailah latihan gendong posisi M-Shape. Awalnya deg-degan, takut salah, takut Arsa sakit, takut dimarahin mbah, endebre endebre. Apalagi usia Arsa yang sudah masuk 5 bulan, sudah ga bisa diem. Kalo masih new born kan masih enak diatur ya? hehehe...

Eh, koq Arsa diem aja ya gendong model gini? anteng dan ga pake lama udah liyer liyer. Nyaman ya dek? enak ya? huhuuu Bunda juga nyaman nak gendong gini, Akhirnya keterusan deh gendong posisi gini.

Reaksi mbah dan orang sekitar gimana? xixixixi udah bisa ditebak lah yao

Apa bedanya sama gendong model konvensional? See picture below :

 

 Gendong Arsa (5m9d) menggunakan cukin dengan teknik Slipkot (simpul jangkar)

Gendongan bukan cuma jarik lho. Ada banyak macam dan modelnya. Apa aja itu? Next post ya gengs! 😉 

Meskipun menggendong adalah aktifitas sejak jaman baheula yang turun temurun dari nenek moyang kita, seiring perkembangan jaman dan perkembangan pengetahuan, menggendong juga ada ilmunya. Yuk berani membuka diri untuk menerima pengetahuan baru. Jangan cuma gadgetnya yang di upgrade, ilmu pergendongannya juga harus diupagrade. Karena menggendong lebih dari sekedar membawa anak kita dengan gendongan. Menggendong adalah saling mencurahkan kasih sayang dan berbagi kedamaian.

Wanna know more about babywearing, please join Indonesian Babywearers

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Diberdayakan oleh Blogger.