Tampilkan postingan dengan label family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label family. Tampilkan semua postingan

In car free day car free day cilacap cfd family food and travel health

Cilacap Car Free Day : Jalan-jalan di Cilacap Rasa Jogja


Minggu pagi identik dengan kegiatan olahraga, belanja ke pasar, jalan-jalan, ke sunmor (sunday morning) atau ke area Car Free Day (CFD).

Kalo lagi mudik ke Purwokerto seringnya jalan-jalan beli jajan di Pasar Mijen, ke sunmor di GOR Satria, atau CFD-an di Alun-Alun Purwokerto lanjut nyebrang ke selatan ngadem di emol 🙈

Alun-Alun Purwokerto - 2017

Kalo lagi di rumah Cilacap, kadang ke sunmor di kompleks Stadion Wijayakusuma, tapi seringnya ke Pantai Teluk Penyu atau Pantai Kamulyan yang cuman lima langkah dari rumah 😁

Pengen sebenernya bawa Arsa main-main lari-lari di alun-alun, tapi mikir lagi, banyak kendaraan yang lalu lalang di jalan. Ini cukup bikin nyali mamak ciut karena Arsa kalo dibilangin jangan, malah diterjang 😪

Thank God, sekarang Alun-Alun Cilacap jadi area Car Free Day #standingapplause 👏👏

Car Free Day atau Hari Tanpa Kendaraan Bermotor di-launching pada hari minggu 15 Desember 2019 oleh Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji di Bundaran Alun-Alun Cilacap. Car Free Day bertujuan untuk mengurangi polusi udara khususnya akibat penggunaan kendaraan bermotor agar kualitas udara menjadi sehat. (cilacapkab.go.id)

Setuju sekali Bapak 👍 Gini kan enak, olahraga sambil menghirup udara pagi yang segar. 

Area CFD berada di sepanjang jalan Jendral Soedirman depan Alun-Alun Cilacap. Sisi barat dimulai dari pertigaan Jalan Kauman sampai ke sisi timur di pertigaan Jalan Tanjung. Sementara sisi selatan dari pertigaan Jalan Wuni ke utara. 

Parkirnya dimana? Don't worry gaes, parkirnya ngga jauh koq. Kalian bisa parkir di Jalan Katamso, Jalan Kauman, Jalan Cempaka, Jalan Tanjung, Jalan Ahmad Yani atau kalo mau yang omber di Lapangan ex-Batalyon.

Seperti area CFD pada umumnya, kalian bisa jogging, bersepeda atau sekedar jalan-jalan santuy bareng keluarga tanpa khawatir ada kendaraan yang nyelonong. Kalo ada yang nekat, langsung disemprit sama bapak Polisi, tengkyu Pak Polisi 👍

Buat yang suka senam, kalian bisa ikut senam bersama di alun-alun bagian timur. Denger musik latino, mamak auto goyang dong. Untung bawa SSC, jadi bisa ikut have fun goyang salsa sambil tetap gendong Arsa 😂 Ternyata ada doorprize juga lho, huhuuu next harus ikutan ini senamnya.

Senam pagi bersama

Buat mamak-mamak yang bingung mau masak apa, tak perlu grasa grusu ke pasar. Disini juga digelar Lapak Petani. Udah tau belum Lapak Petani itu apaan? Lapak petani adalah salah satu terobosan Pemkab Cilacap melalui Dinas Pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan memangkas alur distribusi barang sehingga petani dapat menjual produknya dengan harga yang lebih kompetitif. (cilacapkab.go.id)

Lapak Petani di area tengah Alun-Alun Cilacap

Lapak Petani mempertemukan petani langsung dengan konsumen, karena itulah harganya lebih murah dibanding harga pasar. Yang pasti, hasil panenan yang dijual disini seger-seger maaakk😍

Abis olahraga berasa haus? laper? pengen leyeh-leyeh? Tenang tenang, semua bisa kalian dapetin disini. Sepanjang jalan isinya bakulers semua.

Stand jualan ada di sepanjang pinggir jalan area CFD

Mau minum apa tinggal pilih, eh tinggal beli. Ada kopi, thai tea berbagai rasa, jus buah, sayangnya kopi Janji Jiwa belum buka 😂

Perut keroncongan? manjakan lidah dan perut kalian dengan berbagai kuliner yang tersedia di sepanjang jalan. Dari mendoan, cilok, sostel sampai kebab ada disini. Ada Nasi Biryani ama Nasi Kebuli juga. Sayangnya tadi antri lumayan dan little lion sudah merengek minta Sate Ayam. Ooo bike-lah, putar haluan ke bakul sate. Beli seporsi kecil pake lontong sama sate dua tusuk harga marebu doang. Huhuuu good jod son, ngga harus mahal yang penting kenyang. Eee... sate abis giliran minta ayam kifsi 😫 (thanks God still closed)

Sate Ayam seporsi kecil harga marebu

Berburu jilbab cantik murmer? Ada... tadi nemu yang bahannya bagus 100K dapet 3 😍 tapi si singa meraung-raung bae, mundur teratur deh. Ini target kalo kesini lagi 😎

Atau lagi cari skincare korea? Ada sist... Ya Alloh ini cobaan berat. Isi dompet harus memilih antara beli toner atau isi lemari dapur. Minggu depan tanggal muda kan ya? Fix nyeret ayahnya Arsa kesini 😏

Yang bawa anak-anak, kalian bisa ajak si kecil main sepatu roda, mandi bola, mewarnai atau uji ketangkasan di arena permainan tembak. Dengan dua ribu rupiah, anak-anak sudah bisa naik odong-odong. Anak senang, mamak tenang.

Pilihan arena bermain anak di sebelah gedung Kejaksaan Negeri

Kalo mau yang gratisan, ini kesukaan mamak-mamak, bisa masuk ke area Taman Zebra. Anak-anak bisa bermain sambil belajar tertib lalu lintas.

Taman Zebra Cilacap - Zona Edukasi Keselamatan Berlalulintas

Selain food, fashion and beauty, masih banyak produk lain yang ditawarkan. Mulai dari kerajinan tangan, aksesoris, sampe produk favorit sejuta emak, Tupperware 😂

Aneka produk kerajinan dari kain flanel dan aksesoris

Olahraga udah, cuci mata udah, isi perut udah, kuras dompet udah #eh. Enaknya duduk-duduk sambil ngayal lagi ada di Jogjes. Yuhuuu Alun-Alun Cilacap sekarang punya wajah baru. Mengusung konsep pedestrian dengan penambahan lampu, bangku taman dan batu bulat, mengingatkan kita sama Jalan Malioboro Yogyakarta. Ngga berlebihan rasanya kalo sekarang Alun-Alun Cilacap hits dengan julukan "Cilacap Rasa Jogja". Selain itu, trotoar juga diperlebar sehingga pejalan kaki merasa lebih leluasa dan nyaman. 


Area pedestrian Alun-Alun Cilacap bagian selatan

Selama CFD dari jam 05-00 sampai 09.00 kalian juga bisa menikmati hiburan gratis. Tadi pas ada latihan grup drumband Gita Wiyata Tama SMPN 5 Cilacap. Cita-cita dulu pengen jadi mayoret, tapi ga kesampean, ya sudah jadi penonton aja.

Latihan grup drumband di bundaran Alun-Alun Cilacap

Di bagian barat bundaran air mancur, juga ada anak-anak Taekwondo yang lagi latihan. Arsa seneng banget liatnya, takjud dia. Maybe he said "woooww kereen". You know son, ibu bercita-cita besok kamu ikutan ekskul Taekwondo ya biar bisa jagain ibu 😘

Anak-anak Taekwondo latihan di area CFD Cilacap

Arsa tadi sempet rewel, eh pas liat ada yang naik balance bike, trus sumringah dia "Ibu tadi ngga bawa sepeda mamas, ibu lupa ya?" Bukan lupa, rempong mas, kita kan cuman pergi berdua. Oke, next kita bawa sepeda dan ajakin latihan bareng temen-temen push biker Cilacap 🙊


Mamak-mamak Banyumas Babywearers chapter Cilacap, kapan-kapan kita meet up di CFD yuks 😂

Dikutip dari situs cilacapkab.go.id, CFD juga bertujuan untuk menumbuhkan potensi ekonomi kreatif. Untuk itu, Pemkab Cilacap mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dan dunia usaha untuk mencermati dan menangkap peluang usaha. Saya pribadi berharap, makin banyak yang jualan di sini dan produk yang dijualpun makin variatif, biar kaya kota sebelah 😁✌

 
Yang perlu ditingkatkan, utamanya adalah kesadaran kita untuk membuang sampah pada tempatnya. Karena pemerintah sudah menyediakan fasilitas, sudah sepantasnya kita turut mendukung dengan tetap menjaga kebersihan di area CFD. Aja gur ngarah senenge tok ya Lur...


Salam Sehat,

- Bunda Arsa -

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In balance bike family kick bike kids manfaat balance bike manfaat bermain balance bike parenting push bike review sepeda anak tips toddler

Melatih Keseimbangan Hingga Meningkatan Kepercayaan Diri Anak, Inilah Manfaat Bermain Balance Bike


Di kota besar, bisa dikatakan balance bike sudah jadi tren. Tapi di kota kami tinggal (Purwokerto dan Cilacap) belum terlalu booming. Berbeda dengan sepeda roda tiga atau empat, balance bike tidak memiliki pedal. Dikendarai dengan cara mendorong (push) kedua kaki si kecil secara bergantian. Itulah sebabnya balance bike juga dikenal dengan push bike atau kick bike.
Meskipun tanpa pedal, untuk dapat mengendarai balance bike tetap membutuhkan skill agar dapat melaju dengan seimbang. Awalnya mungkin si kecil masih kesulitan bagaimana posisi dan teknik mengendarainya. 

Arsa dengan Balance Bike Little Tikes Scooteroo
Meskipun anak kami, Arsalan, sudah terbiasa mengendarai balance bike, bukan berarti ketika upgrade ke balance bike dengan hanya dua roda dia langsung berani. Ada tahap dimana dia terlihat takut dan enggan untuk mencoba. 
Lalu bagaimana caranya agar anak mau mencoba? Berikut beberapa tips yang kami coba terapkan :
1.  Perlihatkan Video Balance Bike
Balance bike yang sebelumnya masing-masing punya dua roda di depan dan belakang sehingga tidak perlu effort yang besar untuk bisa melaju tanpa terjatuh. Sebelum balance bike yang baru datang, kami ajak Arsa melihat video anak-anak seusianya yang sedang bermain balance bike. Dengan demikian, dia akan terbayang bagaimana nanti ketika dia melakukannya.

2.  Berlatih di Tempat yang Aman

Cari lokasi latihan yang aman dan medannya relatif dikenal oleh si kecil. Misalnya di jalan sekitar rumah, di taman atau lapangan yang permukaannya datar. Temani dan awasi si kecil bermain untuk menambah keberaniannya. 

3.  Gunakan Pelindung

Ini penting tentu saja untuk menjaga keamanan si kecil selama bermain. Gunakan pelindung kepala (helm), pelindung lutut dan siku serta pakaikan baju dan sepatu yang nyaman dan tidak licin.

4.  Bergabung dengan Komunitas

Bermain bersama teman tentu lebih menyenangkan. Begitupun Arsalan. Ketika bermain sendiri, dia cepat merasa bosan. Tapi ketika ada sparring partner, beberapa kali putaranpun tetap semangat.

Track kesukaan Arsa dan temannya

Di kota-kota besar, sudah bermunculan banyak komunitas balance bike sebagai wadah komunikasi bagi orang tua yang anaknya bermain balance bike. Mereka biasanya menggelar latihan bersama dan mengadakan kompetisi.


Di Purwokerto, saya menemukan satu komunitas balance bike, namun ketika saya mengajukan komentar di salah satu postingan instagram-nya, sampai saat ini belum ada tanggapan 🙊 Kalo ada anggotanya yang baca ini, dibales ya komen saya 😂😂

Kalo di kota Cilacap, saya dan beberapa teman sedang mencoba untuk membangun komunitas tersebut. Meskipun masih terseok-seok 🙈 Yang berminat join silakan tinggalkan pesan di kolom komentar ✌

Manfaat Bermain Balance Bike

Banyak manfaat dari bermain balance bike bagi si kecil. Mulai dari melatih motorik kasarnya sampai dengan menumbuhkan kepercayaan dirinya.

Beberapa manfaat dari bermain balance bike antara lain:

1.  Melatih Keseimbangan 

Balance bike bisa digunakan untuk anak usia 2-5 tahun. Sesuai namanya, sepeda ini berfungsi untuk mengajarkan di kecil posisi keseimbangan dengan cara yang benar.

Sebenarnya, balance bike lebih mudah digunakan dan lebih aman bagi anak karena didesain dengan posisi sadel rendah sehingga kaki anak bisa menapak sempurna ke tanah. Hal ini membuat mereka jauh lebih siap saat kehilangan keseimbangan yang tak terduga.



Jika si kecil awalnya takut atau ragu, itu hal yang wajar. Demikian halnya dengan anak kami. Apakah kami mengajarinya dengan membantu memegang sepedanya? Oh tidak. Kami biarkan dia mencari cara untuk menggerakan sepedanya sendiri.
Setelah beberapa kali percobaan akhirnya Arsa dapat menguasai sepedanya. Dimulai dari berjalan perlahan, setengah berlari, berani berlari dan akhirnya dapat menemukan titik keseimbangannya sendiri ketika berlari kencang.

2.  Melatih Koordinasi Gerak Tubuh dan Otak Anak

Untuk bisa mengendarai balance bike, seluruh anggota tubuh saling berkoordinasi mulai dari posisi tubuh, kaki, dan tangan. Bagaimana caranya agar tetap seimbang dan tidak terjatuh. 

Hal tersebut memerlukan logika otak untuk memerintahkan tubuh untuk bergerak dengan seimbang. Contohnya saat harus berbelok atau mengerem sepedanya. Hal inilah yang membuat kerja otot dan otak anak akan terlatih.

Lho, sepeda roda tiga atau roda empat juga gitu kan?  Menurut pandangan awam saya, sepeda roda tiga atau sepeda dengan roda bantu hanya berlatih gowes saja, kurang dapet balancing-nya karena ada yang "membantu" agar tidak terjatuh. 

Kalo si kecil sudah makin terampil, secara naluri mereka akan mengangkat kaki ketika sepedanya sudah melaju kencang dan tetap bisa menjaga keseimbangan agar tidak terjatuh. 

3.  Melatih Decision Making 

Ketika mengendarai balance bike, si kecil juga belajar fokus untuk menjaga keseimbangan. Selain itu, si kecil juga belajar meningkatkan kemampuannya dalam memecahkan masalah. Diawali dengan "bagaimana ya, caraku bisa menaiki sepeda ini?" Kemudian dia akan belajar cara mengendarai dengan aman dan nyaman.

Contoh sederhana yang dialami Arsa. Ketika ada lubang di depannya, awalnya ya diterjang saja. Jatuh? Iyup. Lalu apakah menyerah? Tidak. Dari sini dia belajar bagaimana caranya dapat melewati lubang dengan aman. Bisa dengan menghindarinya, atau dengan memperlambat laju sepedanya dan lubangpun tetap diterjang. Nomor dua yang sering dilakukan Arsa, apalagi jika ada genangan air didalamnya 😪 and it's mean pekerjaan tambahan buat ibu, nyuci sepeda 😖

4.  Melatih Motorik Kasar, Sensorik dan Fokus 

Selain kaki yang harus mendorong dan mengayuh untuk menggerakkan sepeda, otot-otot jari tangan juga terlatih dengan menggenggam dan mengarahkan stang sepeda. 

Bagaimana dengan kemampuan sensoriknya? Kemampuan sensorik si kecilpun berkembang. Misalnya kemampuan pendengaran, karena si kecil harus mendengar instruksi dari orangtuanya. Serta melatih fokus karena si kecil harus konsentrasi melihat ke depan. Menjaga keseimbangan juga membutuhkan fokus. Jika tidak, bisa goyah dan akhirnya terjatuh.

5.  Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Mengendalikan Rasa Takut

Untuk bisa mengendarai balance bike, si kecil butuh keyakinan bahwa dia bisa dan mampu. Inilah yang menjadi cikal bakal tumbuhnya rasa percaya diri dan keyakinan. Jika sudah yakin, tentu dia akan berani melakukannya.

Dengan keberanian yang dimiliki, dia akan bisa mengendalikan rasa takutnya. Dan ketika terjatuh, mereka akan menyadari itu sebagai resiko atas keputusan mereka. Lalu mereka akan berani untuk bangkit lagi dan berlari lagi.

Meskipun si kecil sudah mahir, sebagai orangtua kita tetap wajib mendampingi dan mengawasi mereka. Untuk memastikan keamanan dan keselamatan mereka. Ajarkan juga pada mereka bagaimana untuk menjaga dan melindungi diri sendiri.

So, tertarik dengan balance bikelet's try and see how amazing they are...


Salam nge-push,

-  BUNDA ARSA -


Referensi :
https://id.theasianparent.com/review-begun-balance-bike
https://review.bukalapak.com/mom/manfaat-balance-bike-pada-anak-108200

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In BPN Challenge family LDM

(Re)solusi 2019 : Dari Travelling Sampai Nambah Momongan


Ngga kerasa ya 2018 udah di ujung aja. Bentar lagi taun baruan. Trus saya jadi mikir, setahun ini berasa belum ngelakuin sesuatu yang "emejing" 😁

Kata yang bakalan jadi trending topic sebulan ke depan biasanya adalah "resolusi", keinginan, rencana, planning, hal-hal apa saja yang bakal dilakuin atau dicapai setahun ke depan.

Saya ngga pernah bikin target khusus apa saja di taun berikutnya. Go with the flow aja sih. Kemana angin akan membawa kaki ini melangkah *tsaah*

Tapi tidak ada salahnya dong kalo taun depan saya bikin beberapa (re)solusi. Biar hidup lebih tertata 😅 Biar jadi pengingat apa saja yang harusnya saya lakuin untuk memperbaiki kualitas hidup. Jadi motivasi juga pastinya ketika lagi down trus inget target, semoga jadi penyemangat lagi 🌋🌋

1.  Memperbaiki manajemen finansial

Walopun ga seberat 2017 dalam pekerjaan, tapi dari sisi finansial taun 2018 ini berasa berat banget. Sudah pangkas anggaran sana sini masih berasa kurang. Apa yang salah? Padahal pendapatan juga ga menurun.

Jadi (re)solusi saya yang utama di tahun 2019 adalah memperbaiki manajemen keuangan rumah tangga. Dan harus belajar (lagi) akuntansi perkantoran. Huwaaaa boleh nangis kan ya kalo keinget beban tugas taun depan 😭😭

2.  Piknik yang agak tebalan dikit

Sewaktu Arsalan under 6 month, mau dibawa jalan-jalan sayanya belum berani. Setelah 6 bulan ke atas, rempong mikir bawa alat tempur buat MPASI. Nanti aja deh setelah setahun.

Baca juga : 5 Tips Menyiapkan MP-ASI Sehat Bagi Ibu Bekerja

Begitu setahun, ada aja urusan yang bikin travelling terpending. Jadi acara pikniknya ya sekitaran Cilacap Purwokerto saja 😁

Jauh-jauh nge'mall juga 😅

Travelling yang agak jauhan dikit masih jadi momok buat saya. Apalagi kalo bukan Arsalan yang tidak suka outdoor. Dia type anak mall. Kemaren aja jauh-jauh ke Jogja ujung-ujungnya ngemall. Padahal emaknya pengen explore Jogja 😅

Yasudahlah bisa jadi alasan buat balik kesana lagi #eh

Selain Jogja, banyak tempat yang ingin saya kunjungi bersama keluarga. Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri, cukup di tanah Jawa saja (dulu). Bandung, Semarang dan Malang. Semoga taun depan bisa kesampaian kesana. Nabung nabung 😁

3. Stop LDM! 🖐️

Ini biggest resolution of the year. Anak kami terus bertumbuh dan berkembang. Keinginan kami adalah membersamai di setiap tahap tumbuh kembangnya.

Baca juga : Indahnya LDM (Long Disstance Marriage)

Meskipun teknologi memungkinan Arsa tetap dekat dengan ayahnya, tak dipungkiri bahwa kehadiran ayah secara fisik sangat dibutuhkan dan dirindukannya.


Baca juga : Membangun Kedekatan Ayah dan Anak dalam LDM

Meleleh rasanya kalo lagi vcall tiba-tiba Arsa nyeletuk "Ayah sini puyang cacap" (Ayah sini pulang ke Cilacap) 😭

Kami sangat berharap 2019 tidak perlu LDM lagi dan bisa tinggal satu atap bertiga, maybe berempat 😛 Bukan cuma rindu aja yang berat, juga berat di ongkos maaakkk 😅

Ada juga c keinginan buat nambah momongan. Tapi masih maju mundur cantik. Faktor usia yang membuat kami ingin maju, tapi kesiapan lahir batin yang membuat kami kembali mundur. Megang Arsa aja kami masih merasa kewalahan. Jadi resolusi ini baru akan kami terapkan sungguh-sungguh manakala kami sudah tidak LDM lagi 🙏 Trus kalo ternyata dikasih saat masih LDM? Ya alhamdulillah sekali 😁

4. Hidup sehat lagi

Setelah melahirkan Arsalan, pola hidup terutama pola makan saya amburadul lagi. Konsumsi buah dan sayur berkurang, juga tidak pernah olahraga rutin lagi. Paling juga jalan ato aerobik di kantor 🙈

Baca juga : 5 Tips Hidup Sehat a la PCOS Fighter

Dalam rangka pengen hamil lagi, beklah saya bertekad mau hidup sehat lagi. Konsisten sarbu dan makan sayur yang banyak lagi. Juga mau olahraga rutin lagi. Maybe ikut sanggar aerobik lg atau nge'gym pas pulang kantor. Nanti c kalo dah sukses WWL. Sekarang mah kalo selesai ngantor langsung pulang rumah, udah ditungguin gentongnya 😅

5. Belajar skincare dan make up

Saya suka minder deh kalo pada ngomongin all about fashion and beauty. Secara, saya bukan orang yang fashionable trus ketambahan ga suka dandan. Parah ya 🙈

Tapi lama-lama kepikiran juga sama kulit wajah yang kusam dan tak terawat 😭

Beginilah keseharian saya, cuman bedak dan oles lipen tipis-tipis

Pengen deh punya wajah yang glowing, putih mulus gitu 😅 jadi (re)solusi buat 2019 adalah latian perawatan wajah biar cantik luar dalam 💆👸💃

Segitu aja deh (re)solusi buat taun depan. Yang lain ngalir aja ngikutin skenario Alloh.

Bismillah semoga 2019 lebih baik dari 2018. Aamiin 🤗😇

Salam sayang,



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In blogging BPN Challenge family

Behind The Scene rumaharsa.com


Setelah menentukan tema blog, langkah selanjutnya adalah kasih nama blog. Huhuuyy

Tema Blog : Sekedar Curhat dan Bermanfaat (?)

Gegana. Gelisah, galau, merana

Itulah yang saya rasakan ketika pertama kali create blog ini. Mau dikasih nama apa? Pusing pala inces milihnya 😂

Pilih nama blog aja pusing bu? Iyalah, ibaratnya mau kasih nama anak. Pasti pengen yang bagus dan sarat makna. Memilih nama blog sama seperti memilih identitas untuk blog. Nantinya blog kita akan dikenal seperti apa.

Saya pribadi, lebih suka nama blog yang simple. Singkat dan mudah diingat. Jangankan diingat kalo diucapkan saja susah. Bukan sekedar singkat tapi juga berkesan. Kalo sudah begitu, pengunjung bakalan balik lagi dan lagi 😁

Sempet gonta ganti nama karena merasa kurang cocok antara nama dan konten blog, akhirnya hatiku berlabuh pada nama yang disandang saat ini "rumaharsa.com"


Why rumaharsa ?

As i said before, this is simple enough for me. Dan dari namanya sudah jelas ya, rumah arsa. Rumahnya Arsa (my baby's name).

Rumah saya artikan sebagai tempat tinggal, tempat berkumpulnya tulisan-tulisan saya. Rumah juga merupakan penggambaran aktivitas keseharian saya. Sesuai konten blog ini, campur aduk berbagai tema seputar keseharian saya.

Rumah adalah tempat tinggal keluarga. Yang didalamnya ada saya, suami saya dan anak kami. "Rumah" ini juga berisi beberapa tulisan dari suami saya, yang masih berhubungan dengan tema blog tentunya.

Kereta Terlambat, Penumpang Berhak Dapat Kompensasi

Lalu kenapa Arsa bukan Eva?

Sebagian besar tulisan saya bertema parenting, bercerita tentang tumbuh kembang anak saya, Arsa. Sebenarnya c krn ga PD juga misal pake nama sendiri 🙈padahal banyak ya blogger senior dan sukses yang pake nama sendiri 😁 jadi, mau ganti nama lagi? 🤔😅

Dan ada alasan tersembunyi jg sebenarnya. Supaya anak saya dikenal banyak orang 😅

Saya masih newbie banget ya di dunia perbloggingan. Jadi mau nulis ya nulis aja, ga mikirin segala macam atribut SEO dkk. Padahal pemilihan nama juga berpengaruh untuk optimalisasi SEO. Aahhhh ini ngomong apaan c, ngerti aja kaga 🤣

Keinginan semua blogger pastilah supaya blognya dikenal banyak orang dan dapet traffic yang tinggi. Begitupun saya. Meski sekarang belum ada action nyata #plak 👋 at least dengan nama yang simpel dan gampang diinget, semoga yang pernah berkunjung ke "rumah" saya berkenan untuk mampir lagi 😊

Jadi gimana menurut kalian nama blog saya? 😋

Salam hangat,


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In family health tips

Duluan Mana ? Tumbuh Gigi, Jalan atau Bicara ?


"Eh si adek sudah pinter jalan? kalo udah bisa jalan, nanti ngomongnya belakangan."

"Anaknya sudah tumbuh gigi bu? Nanti jalannya telat lho."

Pernah digituin ga buibu? Saya c pernah. Percaya ga bu sama statement diatas?

Saya pernah percaya karena memang umumnya yang saya temui di lingkungan sekitar saya ya seperti itu. Lalu setelah punya anak sendiri gimana? Jujur ya, rasanya sebel kalo denger ada yang komentar gitu. Nah lho, setelah ngerasain sendiri, baru deh sadar 😂 maapkeun 🙏

Secara umum, perkembangan anak terbagi dalam beberapa bagian antara lain perkembangan bahasa, psikososial dan motorik. Perkembangan motorik terbagi dalam motorik kasar dan halus. Termasuk motorik kasar antara lain duduk, berdiri dan berjalan. See? Jalan dan bicara adalah dua tahap perkembangan yang berbeda.


Masing-masing berasal dari garis perkembangan berbeda dan punya tenggang waktu sendiri-sendiri, yaitu kapan paling cepat dan kapan paling lambat. Jika melewati waktu yang dianggap normal dan anak belum bisa bicara atau berjalan, berarti ada masalah.


Kapan Anak Mulai Bicara?

Bayi ketika baru lahir sampai usia 4 bulan hanya mengandalkan tangisan untuk berkomunikasi dengan orangtuanya. Tangisan bayi bisa menjadi pertanda bahwa ia sedang lapar, sakit ataupun karena kondisi yang tidak nyaman, seperti popoknya penuh.  Namun, tidak lama lagi, Si Kecil akan mulai bisa memainkan lidah, bibir, dan langit-langit mulutnya untuk membuat suara kecapan atau degukan. 

Memasuki usia 4-6 bulan, bayi akan mulai bisa berceloteh. Ketika berusia 6 bulan, Si Kecil mulai bisa menggabungkan huruf konsonan dan huruf vokal, seperti mengucapkan “Da”, “Ma”, “Pa”, dan “Na”. Di usia ini, si kecil mulai mengingat kata-kata sederhana yang sering ia dengar, misalnya kata “Mama”, “Papa”, “Hai” dan lain-lain. 

Di usia 7 bulan, bayi akan mulai mengucapkan satu suku kata seperti “Ma”, “Pa”, “Da” dan mengucapkannya secara berulang-ulang, seperti “Mamama”. Hal ini akan terus berlangsung sampai usianya mencapai 10 bulan. Tidak lama setelah tahap ini, Si Kecil baru dapat mengucapkan kata-kata yang sesungguhnya, seperti “Mama”, “Papa”, “Dada”. 

Sekitar usia 13-18 bulan ia mampu mengeluarkan kata pertamanya. Ia mulai paham kalimat sederhana seperti "Ayo kesini". Begitu juga dengan perintah sederhana seperti "Adek ambilin bola" dan mengerti lebih banyak kata dibanding yang bisa ia ucapkan.

Biasanya bayi mengalami “ledakan bahasa” di usia 19-20 bulan. Ledakan kata ini kadang diikuti dengan fase menggabungkan kata, seperti bertanya “apa itu” menjadi “patu” yang kadang bisa jadi sangat mirip dengan saat ia mengucapkan “sepatu”. 

Untuk menstimulasi kemampuan bicara ini, orang tua harus rajin mengajaknya bicara, entah sambil bercanda kala menyusui atau di kesempatan lainnya. Bisa juga dengan membacakan buku, bercerita atau menyanyikan lagu anak dengan kalimat yang sederhana dan mudah diingat.

Waspadalah jika si kecil tidak mengoceh sampai usia 9 bulan. Tidak bisa memahani kalimat sederhana atau hanya bicara dengan satu kata saja. Segera konsultasikan dengan dokter untuk mengantisipasi terjadinya speech delay.


Bagaimana dengan perkembangan bahasa Arsa?

Secara umum, perkembangan bahasa Arsa masuk kategori normal sesuai usianya. Kata pertama yang jelas terucap dari bibirnya adalah "embah" pada usia 9 bulan. Ngga heran c karena sehari-hari dia lebih sering bersama dengan mbahnya. Dan baru bisa manggil "bu" di usia 13 bulan 😑

Di usia sekarang (17 bulan) sudah banyak perbendaharaan kata yang dimiliki. Sudah bisa menyebutkan nama-nama orang yang dia dikenal selain ayah, ibu dan mbahnya, seperti "adeia" untuk Adelia, "tate ya" untuk Tante Ulya, "aa nda" untuk Aa Indra, "ning" untuk Bening. Beberapa kata benda seperti "bis", "iwak", "mendoan" dan masih banyak lainnya. Dia juga sudah bisa merangkai 1 kalimat SPO utuh dengan jelas, seperti "Ibu, Asa mau enen" atau "Asa mau maem mendoan". Dan selalu bertanya "apa ni?", "apa tu?" yang umumnya dicapai saat anak berusia 18 bulan ke atas. Dan sudah bisa manggil "IBU" 😍😍😍 melting banget deh

Kapan Anak Mulai Berjalan?

Berjalan merupakan rangkaian dari perkembangan motorik kasar pada anak. Setelah bisa duduk, merangkak dan mampu mengangkat dirinya dengan bantuan orang atau perabot di sekitarnya selanjutnya anak akan belajar berjalan.

Bayi bisa berjalan dengan bantuan atau ditatih saat dia mampu mengangkat dirinya sendiri saat usia 8-9 bulan. Ibu bisa menstimulasi dengan terus menatih si kecil. Semakin dia terbiasa menapakkan kakinya, maka semakin cepat pula dia bisa berjalan. Pada usia tersebut, si kecil juga mulai bisa berjalan dengan cara merambat pada tembok atau kursi.

Jika si kecil sudah bisa berdiri tanpa bantuan, berarti dia sudah memiliki keseimbangan yang bisa menjadi bekalnya untuk berjalan. Untuk bisa melangkah lebih banyak, diperlukan keberanian dari si kecil. Oleh sebab itu, seringkali si kecil sudah bisa melangkahkan kakinya 1-2 langkah kemudian dia kembali merangkak. Ini merupakan hal yang wajar, nantinya lama kelamaan anak akan mulai terbiasa dan berani melangkah lebih jauh. Umumnya bayi mulai bisa berjalan pada usia 12-18 bulan.

Sebagian orangtua mungkin ada yang tidak sabar ingin anaknya bisa berjalan dengan cepat dan akhirnya menggunakan baby walker untuk melatih anak berjalan. Sebaiknya hindari hal ini karena menurut beberapa artikel, baby walker bisa menghambat pertumbuhan otot-otot kakinya. Selain itu juga berbahaya karena bisa bergerak tanpa kendali dan bisa menabrak atau terjungkal 😱😱

Hindari pula pemakaian sepatu pada anak yang belum bisa berjalan. Berjalan dengan kaki telanjang bisa membantunya meraih keseimbangan dan koordinasi.

Sebagai orang tua, Anda boleh cemas ketika si kecil belum bisa berdiri saat berusia satu tahun atau bahkan tidak mampu berjalan saat sudah menginjak usia dua tahun. Konsultasikan kepada dokter spesialis anak untuk mendapat evaluasi tumbuh kembang bayi yang saksama.

 Bagaimana dengan motorik kasar Arsa?

Bayi sudah mulai bisa duduk sendiri tanpa bantuan pada usia 4-7 bulan. Kemampuannya itu bisa memperkuat otot-ototnya yang dapat mendukungnya ketika dia belajar untuk berdiri. Arsa bisa duduk sendiri tanpa bantuan mulai usia 7 bulan, mepet bgt ya sampe sampe saya sempet worry lho 😅

Di rentang usia antara 7-10 bulan, bayi akan mulai merangkak. Perkembangan bayi ini sangat penting karena bisa melatihnya menggerakkan lengan dan kaki pada waktu yang bersamaan. Ada pula sebagian bayi yang merangkak menggunakan perutnya. Arsa termasuk yang merangkak menggunakan perutnya alias nglangsur dan melewati fase merangkak menggunakan kedua tangan dan kakinya. Tidak benar-benar melewati c, hanya sebentar saja di usia 11 bulan. Lagi-lagi saya dibuat deg-degan 😒 Meskipun Arsa sudah belajar dan lancar ditatih sejak usia 8 bulan.

Barulah di usia 12 bulan ia belajar merambat yang mana sebenarnya bisa dicapai saat anak usia 9 bulan. Khawatir bu? Iya. Tapi belum sampai tahap yang panic karena saya percaya setiap anak punya timingnya sendiri-sendiri. 2 minggu kemudian, di usia 1 tahun 2 minggu, Arsa bisa melakukan first step dan kemudian selang 1 minggu langsung bisa berjalan dengan lancar. Dan sekarang (17 bulan) sudah lari kesana kemari, yang kalo kata orangtua "semrintil".

Tentang Pertumbuhan Gigi Pada Bayi

Sama halnya dengan kemampuan berbicara dan berjalan, fase pertumbuhan gigi bayi memiliki tonggak tersendiri. Dimulai saat bayi berada dalam kandungan, sekitar usia kehamilan 4 minggu. Setelah lahir, gigi susu mulai muncul pada saat si kecil berusia sekitar 6-7 bulan.

Meski begitu, erupsi atau kemunculan gigi pertama ini berbeda-beda pada setiap bayi. Ada yang baru tumbuh setelah berusia satu tahun, tapi ada juga yang bahkan pada bulan-bulan pertama kelahirannya gigi ini sudah muncul, istilahnya gigi neonatal. Jadi ibu tidak perlu bingung ketika bayi baru lahir sudah ada giginya atau sampai usia 6 bulan belum muncul giginya.

Umumnya, gigi susu pertama yang muncul berjumlah 1—2 gigi. Namun, letak kemunculannya tidak tentu, bisa di bagian depan atas atau bawah rahangnya dengan letak di tengah-tengah. Selanjutnya, gigi akan tumbuh di bagian kiri dan kanan gigi pertamanya. Kemudian, gigi geraham akan tumbuh ketika si kecil berusia 1—2 tahunan.

 Bagaimana dengan pertumbuhan gigi Arsa?

Gigi susu Arsa mulai muncul di usia 3 bulan, 2 di depan bawah. Setelah itu berselang agak lama sampai ke kemunculan gigi berikutnya di usia sekitar 10 bulan. Dan sekarang (17 bulan) giginya sudah ada 12 buah, tapi yang depan bawah masih ajeg aja dua 😂

Jadi, Mana Yang Lebih Dulu? Tumbuh Gigi, Bicara atau Jalan?

Ketiganya berada pada kelompok perkembangan yang berbeda. Masing-masing kelompok memiliki rentang waktu perkembangan sendiri-sendiri. Sehingga tidak bisa disimpulkan bahwa jika anak bisa berjalan lebih dulu maka kemampuan bicaranya terlambat. Bisa jadi keduanya berlangsung berdekatan. Jadi tidak bisa dibandingkan mana yang lebih dulu, tumbuh gigi, jalan atau bicara.

Ketiganya bisa berjalan beriringan dengan stimulasi yang tepat. Jika hanya salah satu yang distimulasi, ya wajar jika lainnya terlambat. Misal si kecil hanya diajak belajar berjalan tanpa dibarengi stimulasi bicara, bisa saja akhirnya si kecil lancar berjalan lebih dahulu dan kemampuan bicaranya belakangan.

Jika mau semuanya berbarengan, kuncinya dengan memberikan stimulasi yang tepat secara terus menerus, jangan bosan apalagi capek. Qodarulloh, kemampuan berjalan, bicara dan pertumbuhan gigi Arsa berjalan berdampingan. Namun kembali lagi, perkembangan setiap anak berbeda tidak bisa disamakan, tergantung kemampuan masing-masing anak juga. Bisa jadi dengan stimulasi yang sama pada anak dengan usia yang sama, hasilnya mungkin berbeda.

Salah satu cara untuk mengetahui apakah tumbuh kembang buah hati sesuai usianya atau tidak adalah dengan menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Formulir KPSP adalah alat/instrumen yang digunakan untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada  penyimpangan.

Formulir ini terdiri dari beberapa pertanyaan, sesuai dengan usia anak. Interpretasi hasil jawaban KPSP menjadi gambaran apakah kemampuan anak berkembang sesuai dengan usianya atau meragukan. Jika masih meragukan, maka perlu dilakukan stimulus untuk mengejar ketertinggalan tersebut untuk kemudian dievaluasi kembali secara rutin.

Jadi kalo ada yang bilang "tumbuh gigi duluan maka jalannya atau ngomongnya belakangan", itu cuman mitos ya buibu

Salam hangat,





Referensi :
https://id.theasianparent.com/perkembangan-bahasa-bayi-0-3-tahun/
https://www.halodoc.com/blog/ketahui-tahapan-perkembangan-bahasa-pada-bayi
https://www.alodokter.com/perkembangan-bayi-kapan-si-kecil-mulai-berjalan
http://nakita.grid.id/read/027539/fase-pertumbuhan-gigi-bayi
https://tumbuhkembang.info/alat/kuesioner-pra-skrining-perkembangan-kpsp/comment-page-1/




Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In family LDM

Membangun Kedekatan Ayah dan Anak Dalam Keluarga LDM

Baturraden (10/12/2017), Rintik hujan saat Magrib. Suasana rumah Mbah Arsa heboh, Arsa nangis kejer. Digendong siapa saja tidak mempan. Segala rayuan telah dicoba namun gagal, Arsa tetap nangis kejer minta keluar. Selesai sholat maghrib aku keluar kamar langsung ku ambil arsa dari gendongan bundanya. Ku gendong dan ku cium keningnya. "Yuks Arsa ikut Ayah" ajakku. Masih nangis dia. Arsa ku gendong dan ku ajak ke teras pas depan rumah ada kolam ikan. Tangisannya masih kuat kala itu, Bunda pun nyusul mendampingiku. Ku bilang pelan-pelan pada Arsa. "Nak... Udah malam, langitnya gelap kan (sambil ku ajak melihat ke langit yg sudah gelap dan hujan); itu ikannya udah pada bobo semua kan ya gak ada yang nongol" Arsa mulai mereda tangisannya sambil dia mengamati kolam. "Kita masuk yuks Arsa bobo sama Ayah dan Bunda" pintaku. Wow Arsa paham semua yang ku maksud, tanpa ku minta lagi Arsa berhenti menangis dan mengajak kami masuk rumah. Istriku sampai heran bayi umur 10 bulan udah ngerti apa yang ayahnya sampaikan dan nurut tanpa ada paksaan.

Iya memang sebenarnya secara verbal tentu Arsa masih minim kosakata lah ngomong aja masih sebatas "yah", "bu" namun yang kami lakukan adalah obrolan dari hati antara ayah dan anak. Ya chemistry itu ada karena kita terus membangun dan menjaganya. Kejadian diatas adalah satu dari sekian banyak kejadian yang menunjukkan betapa dekat Kami. Mungkin bagi kebanyakan keluarga itu adalah hal biasa (walapun sejatinya diluar sana masih banyak yang mendambakan kedekatan itu) tapi bagiku ini adalah luar biasa.

Sejak Arsa lahir (10/02/2017) sampai sekarang Arsa umur 13 bulan, kalo dihitung tak lebih dari 4 hari tiap bulannya, iya cuma sekitar 40 hari selama setahun. Loh koq bisa? Iya... Karena Arsa bersama Bunda dan Mbah tinggal di kota kecil pesisir selatan ujung barat Jawa Tengah, Cilacap namanya, sedangkan aku tinggal di Ibu Kota menjemput rizqi. Namun Alhamdulillah Kami bisa membesarkan Arsa "bersama", Arsa bisa dekat dengan Ayah dan Bundanya. Membangun Kedekatan Emosi dengan anak sebenarnya tak sulit, semua tergantung niat dan prioritas Kita. 
Niat. Sudah pasti itu urusannya hati, seberapa kuat hati Anda ingin dekat dan mau menuntun anak Anda menjadi pribadi yang baik. Kalo aku selalu berniat bisa mendidik Arsalan menjadi lelaki sholeh dan jantan maka sejak dini ku bangun kedekatan ini. 
Prioritas. Ya hidup ini sebenarnya bagaimana kita menyusun prioritas. Dan prioritas utamaku adalah keluarga. 

Lalu bagaimana implementasi niat & prioritas itu dalam mewujudkan kedekatan dengan Arsa? 
Selalu Didekatnya
Ini bisa berarti apa adanya benar-benar di dekat Arsa secara fisik tapi bisa juga dekat hubungan dengan hati, menyebut namanya dalam setiap doa. Saat Arsa usia 0 sd 6 bulan, hampir tiap Minggu aku bolak-balik Jakarta-Cilacap. Iya bayi seumuran itu belum bisa diajak komunikasi jarak jauh secara baik. Walaupun setiap kali pulang ketemunya rata-rata paling 24 jam saja tapi Kita bisa melakukan banyak hal, menggendong, mandiin atau sekedar jalan pagi/sore sambil bercanda dengan Arsa. Ya paling nggak Arsa jadi lebih mengenal bau ayahnya. Saat usia Arsa memasuki 7 bulan, intensitas pulangku mulai ku kurangi ya sebulan jadi 2 kali lah. Nah disitu sudah mulai kelihatan betapa bahagia Arsa (bundanya juga kayaknya LOL) setiap melihat ayahnya pulang. 

Komunikasi

Alhamdulillah banyak teknologi jaman NOW yang bisa menjadi jembatan bagi keluarga yang terpisahkan oleh tempat. Mulai dari voice call, video call maupun smart cam (cctv wi-fi). Itu semua kita manfaatkan tuk membangun chemistry diantara anak, Ayah dan Bundanya. 

Kalo Bunda Arsa udah pulang kerja biasanya kita ngobrol via video call karena kalo cuma voice call Arsa yang sering ribut minta lihat wajah Ganteng Ayahnya 😂. Pas bunda Arsa lagi kerja, aku ngobrol sama Arsa via Smart Cam. Lucu juga kalo pas aku lama gak nyapa arsa lewat smart cam, Arsa "ngomong" ke mbah sambil nunjuk-nunjuk ke atas dimana ada cctv dan untungnya ada notifikasi di hpku kalo ada pergerakan disitu jadi aku bisa langsung tau kalo jagoanku lagi kangen ayahnya. (pakai smart cam apa sih? Kalo ingin dibahas lebih detail, silakan tinggal "jejak" di kolom komentar ya).

Kedekatan itu ada selama kita merasa saling membutuhkan karena kita (merasa) satu kesatuan. #WeAreOne


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

Diberdayakan oleh Blogger.